BAZAR GERATIS MINGGU PAHING (BARI’AN) dan PENGAJIAN PESANTREN RAKYAT BERKEMBANG JADI KEGIATAN LELANG KEPEDULIAN

10887184_755660857846811_2415638822780542038_o

Minggu Pahing, sudah berjalan 7 tahun di Pesantren Rakyat Al-Amin/Posdaya Al Amin setiap Minggu Pahing di adakan beberapa kegiatan, misalnya pagi bagi yang bagus baca Al-Qu’anya mengikuti Khataman, bagi anak kecil-kecil yang belum bisa ngaji mengikuti minggu pahing bersih (anak anak pada bawa sapu dan tas plastic pergi ke jalan-jalan dan sungai-sungai mengambil sampah-sampah yang berserakan), kemudian kegiatan futsal, olah vocal dan malam harinya bakda isya sholawatan, jagong maton dan di tutup Istighitsah. Kegiatan ini tanpa undangan dan tanpa pemberitahuan, karena sudah menjadi semacam budaya.

Tepat Minggu Pahing tanggal  07 Februari 2016, berawal dari usulan P. Jupri (salah satu jamaah Pesanten Rakyat), punya usul, bagaimana kalo Istighotsah Minggu Pahing di ramaikan dengan mengundang Kyai yang kondang dan di adakan terob yang besar. P. jupri kemudian siap membantu Kambing 2 ekor, berasa 25 kg, teh gelas 15 dos, uang  Rp. 400.000, rokok paniatia dan tuklang parker di tanggung dan donat 150.

Dari modal itu kami sampaikan ke beberapa penguus, saya umumkan di Istighosah Minggu Paing sebelumnya, saya sampaikan ke Majlis Ta’lim Al-Amin Selasa Malam  Rabu dan respon bagus.

Kemudian kita adakan rapat kecil beberapa simpil masyarakat, hasilnya siap di besarkan, kemudian kita buatkan stiker di Facebook, WA dan Website. Awalnaya adalah yang ikut nyengkuyung acara ini adalah santri, jamaah dan masyarakat sumberpucung.

Berjalan beberapa hari planning menjadi berkembang dengan di adakanya “BARI’AN/ BAZAR RAKYAT GERATIS DAN PENGAJIAN”,  setelah beberapa saat kemudian kita share lagi ke jamaah dan masyarakat banyak yang mendaftarkan diri ikut Bazar Geratis (bari’an), semua pada bertanaya, apa saja yang boleh di Bazarkan geratis? . kita jawab, APAPUN BOLEH DI BAZAR? Godong sepe, bayem, sego pecel, gorengan, minuman, seni, music, penampilan profesi (akupuntur, pijat refleksi dll) monggo boleh.

Kemudian dari hari-ke hari terus berkembang di antaranya adalah sampai H-4 ini, di Siang Harinya ada Gebyar Musik, Jagong Maton, Tarian PAUD Pesantren Rakyat Al-Amin, Nasi Pecel lele, Nasi Empok, Nasi Lele Penyet, Nasi Jangan Bung, Nasi jangan Sob, Nasi Pecel, Nasi Tiwul, Nasi Gulai, Jenang Ketan Ireng, jajan onggol-onggol, Klepon, telo, es kopyor, Tahu Petis, weci, Mie Godog, wedang Jahe, wedang Kopi, Juice Berbagai Buah, Gatot Kerawu, mutioro, onde-onde, botok, Rujak Legi, sepe godog, minuman kemasan, irisan buah.

Kemudian ada lagi dari aghniya’ yang tidak mau di sebutkan namanya, membantu 1 kambing lagi untuk di sembelih, 3 kambing di kasihkan kaum duafa’, 25 sak semen untuk pembuatan rumah jamaah, pemberian dana SPP untuk kuliah anak Orang Kurang Mampu. Dari dinas Sosial membantu 10 bingkisan untuk orang miskin dan akan ikut mengahdiri dari Pendamping Orang Miskin Se Kabupaten Malang 33 kecamatan, 130 an orang.

Yang luar biasa lagi masih ada beberapa  dermawan yang menghubungi melalui SMS WA pribadi Ust. Abdullah Sam (Penggagas dan Pendiri Pesantren Rakyat Al Amin), akan membantu, tetapi tidak mau di sebutkan namanya. Di antara bentuk bantuanya untuk bazaar geratis adalah, 1. 100 sarung, 2. Sabun Mandi, 3. Gelas-gelas plastic, 4. Mangkuk, 5. Telur 10 kg, 6. Sayuran mentah, 7. Bubur Susu Promina untuk anak di bawah satu tahun, 8. Setelan Kaos untuk anak2 usia SD 100 buah.

Dan masih banyak lagi yang ikut andil, di antaranya orang-orang abangan akan siap mengamankan, parkir, ada yang menyumbang bambu untuk ombol-ombol, kelapa secukupnya, bakul satu libur sehari bersama keluarga memasakkan sate buat acara malam ahrinya, kelapa secukupnya, tambahan beras 25 kg, kayu bakar secukupnya, uang ada yang Rp. 500.000, ada yang 500.000 rupiah.

Acara ini juga di dukung oleh Posdaya Barokatul Qur’an Minuman Kemasan Se Cukupnya, tadi siang di sampaikan oleh Gus Afnan Sebagai Pengasuh PP Barokatul Qur’an yang telah lama sinergi, saling membantu, gotong royong dalam perjuangan demi Sumberpucung dan Indonesia Bermarmartabat. PP Barokatul Qur’an juga bekerja sama dalam peningkatan kualitas santri di bidang Hafalan Qur’an, ada 7 santri Pesantren Rakyat Yang Pulang Pergi Ke PPBQ setoran hafalan Qur’an, selain itu juga bekerjasama dalam seni budaya.

Pesantren Rakyat yang berdiri 25 juni 2008 semakin melejid setelah di damping LPPM UIN MALIKI Malang oleh Dr. Mufidah, Ch, Dr. Muhammad Mahpur, (terutama setelah bergabung dengan POSDAYA sinergi dengan Yayasan Damandiri yang di Ketuai Oleh: Prof. Haryono Suyono), Dinas Sosial Kabupaten Malang (Bu Yayuk Pudji Lestari, P. Erlan Subiakto), atas Ijin KH. Marzuki Mustamar, K.H. Faqih Muqoddam, K.H. Fauzan Asholih, K.H Ahmad Masduki Ketapang Kepanjen, Kyai Hambali, Kyai Abdul Rosyid Udan Awu Blitar, Cak San Dilem, Ust. Arifin Dilem Kepanjen, Kepala Desa Sumberpucung, berkat Do’a Orang Ke dua orang tua, Do’a KH. MASDUQI MAHFUDH PPSSNH MERGOSOSNO (Allah yarham), doa Abah Yususf, Kyai Rohadi, Kyai Sholeh, Kyai Agus Salim Lasem Rembang (wali qutub), K.H. Hamid Baidlowi, Gus Ali Tulangan, Kyai Muhaimin Pekoren, Kyai Suaidi Ketapang, Prof. Dr. K.H. Ahmad Muhdor, Yu Mi, Yu Ton, Cak Mon, Cak To, Kang Lan  Ghofur, Endar, Fitri, Syamsul, Suud Fuadi, Bambang Riadi, Amin Makruf, Yahya, dan Istri Tercinta dari Cak Dul Tri Wiyanti yang sudah sabar dalam pedihnya sebuah perjalanan menuju tujuan Allah.

Mudah-mudahan acara ini dapat membawa manfaat barokah kepada semua umat, dan teru berkembang semakin baik dan baik menurut Allah. Dan semoga dapat mengisnpirasi beberpa lingkungan yang lain belum maksimal dalam tolong menolong dan budaya gotong royong.

Tulisan ini di tulis H-4 acara, ada kemungkinan masih bisa berubah bertambah, mungkin masih ada dari para aghniya yang ingin turut andil. LUAR BIASANYA ACARA INI TIDAK BANYAK RAPAT, TIDAK BANYAK PERINTAH SEMUA BERGERAK SENDIRI DAN TANPA PROPOSAL MINTA SUMBANGAN KE SANA, KE SINI. MURNI TUMBUH DAN BERKEMBANG DARI MASYARAKAT ITU SENDIRI. Hajid

Wallahul Hadi ila Dinil Islam

Al-Fatihah 1x

Share to Communicate

PP Barokatul Qur’an dan Pesantren Rakyat Bergandengan Tangan Mencerdaskan dan Memberdayakan Umat


Jpeg

Tampak saling twadu’ di dalam foto Gus Jazilul Afnan Putra almaghfurllah K.H. Fauzan Asholih dan Bu Nyai Lissa’adah Pakel dengan Penggagas Pendiri Pesantren Rakyat Al Amin.

Walau dua-duanya terbilang Muda dalam usia, namun masing masing sudah menjadi rujukan nasional di bidang Pemberdayaan Masyarakat salam Posdaya Berbasis Masjid.Posdaya BBarokatul Quran Menjadi Juara Nasional 2016 adapun Posdaya Pesantren Rakyat Al Amin menjadi Juara 1 Umum Nasional 2015.

Kerjasamaantara Karikatur Quran dan Pesantren Rakyat terkait banyak program, pertama masalah simpan pinjam di UMKM Jatim, Kedua Masalah Pos daya, Ketiga Urusan Pelatihan-pelatihan, Ke Empat urusan Hafalan Qur’an dan berbagai bidang lain. Santri pesantren Rakyat sejumlah 7 santri menghafal Al Quran sinergi dengan BQ, berangkat jam 17.00 pulang jam 20.00 nderes dan setoran hafalan. Kemudian pulang ke pesantren rakyat mengikuti kegiatan diniyah malam.

Gus Afnan yang masih ber usia 25 tahun sangat piawai mengasuh Pondok, dengan siang mengurusi usahanya, si sela sela waktu ngurusi kuliahnya di UIN Malang jurusan Bahasa Arab. Beliau masih sempat ngurusi kelompok Bantengan, Pencak Silat,Banjari dan mengasuh padepokan Tumpang Sari yang di bahas oleh beliau sendiri.. yaitu perpaduan tempat rapat, tempat jagong marin, tempat belajar, tempat sawit, di bawah ada budi daya ikan lele di sekelilingnya ratusan jenis tanaman. Ini adalah ide mahal. Dimana pesantren tidak lagi hanya bergantung pada donatur sana sini, namun Pesantren susah mampu menghidupi dirinya sendiri, atau boleh disebut pesantren merdeka.

Gus Afnan yang di tinggal Wafat Ayah Handanya 2 tahun yang lalu masih berusia 23 tahun, namun kiprahnya sudah luar biasa. Dan mandiri dalam aspek ekonomi.

Harapan dari dua Tokoh muda dari selatan ini, bagaimana mengajak para santri, jamaah dan penggerak-penggerak agama yang lain agar mengedepankan kerulukan, kerjasama, gotong royong, saling menguatkan antar lembaga, agar terwujud umat yang cerdas,kuwat dan berdaya saing. Jika tidak maka Islam akan di buat olok-olokan oleh anak kecil. Dengan saling sinergi dakwah menjadi ringan dan lebih bermartabat . Hambali

 

Share to Communicate

Ketua NU Kabupaten Malang H. BIbit Suprapto, SH Berkunjung Ke Pesantren Rakyat

 

 

Jpeg

Jpeg

16 Januari 2016 bersamaan acara PC PMII Kab. Malang Sahabat Sukron Ketua Cabang juga hadir di acara sekolah Aswaja yg di adakan di Pesantren Rakyat Al Amin.

Dalam pertemuan ini P.Bibit Suprapto sebelum bercerita materi aswaja, justru lebih dari 30 menit bercerita tentang silsilah pendiri pesantren rakyat al amin, yaitu yang masih punya badan ke pangeran Thohir, Sultan Nashiruddin Banten, Sultan Hasanuddin dan sampai ke Sunan Gunung Jati. Tanpa sengaja seluruh anggota diskusi yang terdiri dari perwakilan dari kampus2 se kabupaten Malang menjadi tahu secara gamblang silsilah pendiri Pesantren Rakyat, Kyai Sableng Abdullah Sam.

Dalam pertemuan ini juga beliau minta buku silsilah dari Cak Dullah dan ahirnya di kasih foto kopi serta sempat melihat beberapa kitab kuno yang berusia lebih 300 tahun yang tersimpan rapi di dalam bungkusan kain mori/lawon berwarna putih.

Kemudian antar Ust.Andullah Sam  Dan pak H. Bibit Suprapto juga sempat menyinggung baiknya program posdaya masjid yang sangat bagus. Beliau sempat menyampaikan kekecewaanya kenapa LTM NU saat di ajak kerjasama dengan LPPM UIN MALIKI MALANG untuk pemberdayaan kurang respon dan ahirnya di komunikasikan ke DMI dan ahirnya sampai jadi Menasional.

Beliau salah satu tokoh NU yang banyak memiliki koleksi buku danaktif menulis samapai ada karangannya yang mencapai ribuan halaman. Terutama terkait Ensiklopedi Ulama Nusantara.

Pesantren Rakyat juga mendapat respon yang sangat bagus, dan sembaripulang setelah ramah tamah beliau menyampaikan, di NU harus ada yang mengkader pemuda2 di desa2 seperti sampean itu. Sehingga struktural menjadi ringan karena ada penerjemah maksut dan tujuan NU ke akar rumput. Hajid

 

Share to Communicate

Pesantren Rakyat Mengadakan Bari’an

cropped-Mas-Dullah-Sketsa-1.png

Mengajak semua jamaah, santri masyarakat pesantren rakyat untuk bersedekah berbagai makanan, semampunya, seadanya, sebisanya dan di gratiskan untuk semua pengunjung yang datang.

Kegiatan ini sangat banyak peminat yang ikut shodaqoh, tidak hanya santri, jamaah atau masyarakat sekitar saja yang ikut bazargratis ini atau barian akan tetapi juga dari masyarakat jauh ikut serta di acara ini.

Yang membuat kami terharu adalah Keluarga Sangat Miskin pun ikut ambil bagian dan ikutmenyiapkan beberapa jenis makanan sesuai kemampuan ya masing2 dan ada juga yang si lakukan secara berkelompok..

Acara ini juga siramaikan berbagai penampilan seni budaya, seperti electon, banjari, jagong maton dan tarian anak-anak.

Selain itu juga dirangkai dengan lelang kepedulian, di antaranya adalah pembagian kambing untuk orang miskin gratis, 3 kambing, bingkisan sembako untuk orang miskin dari dinas sosial kabupaten Malang, pemberian 25 sak semen untuk pak puji jamaah keluarga muda yang gigih membantu perjuangan agama dan SPP kuliah untuk anak kurang mampu.

Acara ini terselenggara tanpa priposal, murni dari hati nurani masyarakat, jamaah dan santri.

Untuk malam harinya pengajian oleh Gus Masduki PPAI Ketapang Kepanjen, di barengi dengan hajad aqiqah dari jamaah di rangakai dengan istighosah rutin minggu pahing yang sudah berjalan 7 tahun. Acara ini di laksanakan tanggal 0u februari 2016 di lingkungan pesantren rakyat Al Amin Introducing Malang Asuhan Kyai Sableng Abdullah Sam (cak dul)

Harapan penggagas pesantren Rakyat acara ini menggugah masyarakat Indonesia agar suka berbagi. Jika memang ini sudah si lakukan secara nasional, maka bangsa kita akan kuat, karena budaya gotong royong dan saling berbagi berbagai hal akan tumbuh dan berkembang lagi. Maka kita akan menjadi bangsa yang kuat jiwa dan raganya. Amin

Share to Communicate