Ust. Muhibulloh Ust. Pesantren Rakyat Terpilih Jadi Ketua IPNU dan Ketua Komisariat UNIRA

muhib
Ust. Harus mampu menjadi Uswah dalam berbagai hal. Sebagaimana kita ketahui bersama, ustadz adalah seorang guru agama. Disiplin keilmuan yang umumnya dikuasai adalah ilmu-ilmu agama. Demikian pula dengan santri, sangat identik dengan pengetahuan-pengetahuan agama. Nah, disinilah letak pembeda Pesantren Rakyat. Seorang santri tidak harus melulu menekuni disiplin ilmu agama tetapi juga ilmu-ilmu yang mendukung santri untuk taat beragama. Dengan motto “Kita yang belajar, kita yang mengajar, kita yang memberi gelar” santri Pesantren Rakyat diharapkan mampu belajar tidak hanya dalam ruang kelas mengaji saja, tetapi dimanapun berada harus mampu mengambil pelajaran. Baik itu dari teks, gejala alam, maupun tingkah laku manusia.

Ustadz Muhib adalah seorang mahasiswa STAI Raden Rahmat. Saat ini berdomisili di Dusun Ubalan, Desa Balesari Kecamatan Ngajum. Nyantri di Pesantren Rakyat sejak semester satu. Sebelumnya nyantri di Pondok Pesantren Miftahul Huda III Mojosari Kepanjen Malang (Almarhum Romo Yai H. Abdul Wahab).Setelah hampir satu tahun nyantri di Pesantren Rakyat, diutus oleh Yai Abdullah Sam (Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin Sumberpucung) untuk mengajar tajwid. Sejak itulah ustadz Muhib sering menerima wejangan dari Yai Abdullah Sam tentang ilmu kehidupan, ilmu organisasi, lebih-lebih ilmu agama.Dari pertemuan-pertemuan itulah, sedikit demi sedikit ustadz Muhib menerima ilmu dari sang Yai hingga menjadikannya ketua IPNU Ngajum dan Ketua Komisariat PMII Raden Rahmat.

Ustadz Muhib hanyalah satu dari berpuluh-puluh santri didikan Pesantren Rakyat Al-Amin Sumberpucung.Dari angkatan sebelumnya banyak santri yang berhasil menjadi tokoh di wilayahnya masing-masing. Diantaranya adalah ustadz Samsul Arifin,beliau menjadi ketua cabang PMII Kabupaten Malang periode 2012-2013, sekarang mengasuh Pesantren Rakyat Mamba’ul Jadid Gondanglegi. Ustadz Ghofur Yajalali, menjadi ketua PAC IPNU Sumberpucung. Ustadz Chandra, memenangkan lomba jurnalistik tingkat nasional. Haris Abdullah, menjadi ketua rayon PMII STAI Raden Rahmat. Dan masih banyak lagi santri Pesantren Rakyat yang sangat berkompetan dibidangnya. Memang yang dijunjung tinggi di pesantren rakyat adalah persaingan sehat antar santri. Tidak saling membunuh tetapi saling menguatkan (simbiosis mutualisme).

Suatu hari Yai Abdullah Sam pernah dawuh, “Orang itu akan kembali pada tujuan awalnya”. Keterangan itu sesuai dengan hadis nabi dalam kitab Arbain Nawawi berikut, Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.Santri Pesantren Rakyat memang selalu diingatkan untuk memperbaiki niat. Bahwa segala perbuatan yang dilakukan para santri, harus didasari dengan niat mencari ridho Allah. Bukan untuk mencari kedudukan diantara manusia, bukan untuk berlomba-lomba menumpuk harta, apalagi hanya demi wanita.

Pengembangan Ilmu Teknologi Santri Pesantren Rakyat

Pertemuan Pesantren Rakyat

Setiap saat para santri Pesantren Rakyat tidak hanya diam, melainkan juga menambah ilmu semisal ilmu teknologi.
Dengan fasilitas yang sudah memadai semisal WIFI gratis dan beberapa Laptop yang sudah tersedia memungkinkan bagi para santri untuk mendapat dan mengelola informasi dari berbagai macam sumber yang ada di internet.
Tidak hanya itu, anak dari Kyai Abdullah sudah bisa mengoperasikan Laptop sendiri.
Ada juga beberapa santri yang sudah bisa membuat web/blog sendiri yang pengunjungnnya juga cukup banyak dan diminati oleh berbagai kalangan dan dilihat oleh banyak negara.
Kegiatan ini tidak dilakukan beberapa hari saja melainkan setiap malam ketika senggang.