JAGONG MATON MASUK PANCA RUKUN PESANTREN RAKYAT NASIONAL

14444720_1082843825163897_7158559432485621876_o

14352167_1078675305580749_4968982623864112040_o

Jagong Maton merupakan cangkruan ala rakyat yang dilakukan di mana-mana, kapan saja namun ada muatan atau inti pembicaraan yang bermanfaat, baik berupa isnformasi, tukar pendapat, musyawaroh, guyonan, nyanyi-nyanyi, cengengesan tanpa penentuan tema yang baku, bisa bicara ngalor ngidul dan tidak ada pemateri, semua bisa menjadi nara sumber sesuai kemampuanya masing-masing.

Terinspirasi dengan cerita kancil yang melegenda, cerita2 rakyat lainya, pedoman2 hidup, dan adat istiadat dalam suku tertentu kenapa bisa lestari dan bisa menjadi pedoman masyarakat?. ternyata cara penyebaranya adalah melalaui Jagongan waktu sambatan, sayan, jagong bayi, jagong manten, nglayat, cerita guru di sekolah, cerita bapak ibu pengantar tidur dan sebagainya. dari jagongan tersebut terjadi saling ngobrol tanpa tema, namun secara tidak langsung menjadi komunikasi yang efektif, karena santai, tidak formal, tidak ada narasumber tungga, semua bisa menjadi narasumber sesuai kemampuan dan statusnya masig-masing.

Maka dari itu Dalam Pertemuan Pesantren Rakyat Nasionala ke dua ini Semua perwakilan pesantren Rakyat sepakat bahwa Jagong Maton Menjadi Salah Satu Rukun Pesantren Rakyat di manapun berada dalam bentuk dan model yang selalau menyesuaikan dengan lingkungan sekitar pesantren rakyat.

Manfaat dan guna Jagong Maton adalah sebagai media bertemu antar masyarakat baik dari penggerak pesantren atau dari tokoh serta seluruh masyarakat yang menjadi target dakwah ke arah yang lebih abaik. di dalam Jagong maton bisa saling tukar informasi, tukar pendapat, mengetahui masalah dan potensi yang ada dan terjadi kohesifitas dan seduluran secara tidak langsung.

Share to Communicate

DISKUSI LARUT MALAM, PERTEMUAN NASIONAL II REKOMENDASIKAN PENGGUNAAN BAHASA LOKAL DALAM SETIAP IDE PESANTREN RAKYAT

img_2671Pesantren Rakyat (www.pesantrenrakyat.com) – Musyawarah nasional Pesantren Rakyat menjadi ajang sharing ide dan gagasan antar pengasuh untuk memperkuat kelembagaan. Dr. Mahpur langsung memimpin kegiatan kelompok diskusi pengembangan kelembagaan Pesantren Rakyat pada Sabtu malam, (17/09). Tak sendiri, Dr. Hj. Mufidah Ch., juga turut mengawal proses diskusi. Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang dipilih sendiri oleh peserta sesuai dengan passionnya masing-masing. Peserta berdiskusi sejak sore dengan tema pengembangan seperti di bidang kaderisasi, kesehatan, ekonomi, budaya dan pendidikan.

Muncul berbagai ide filosofis yang membangun dalam setiap presentasi yang dilakukan oleh setiap peserta. Hal ini kemudian menciptakan dialog interaktif antar peserta. Selanjutnya seperti di bidang kaderisasi memunculkan beberapa usulan seperti komitmen, totalitas, militansi, untuk memperkuat gerakan dan menciptakan kohesivitas didalam setiap elemen Pesantren Rakyat. Disisi lain, bidang kesehatan dan ekonomi mengusulkan untuk adanya cara mandiri dalam mengatasi masalah. Untuk itu, ada ide filosofis untuk kembali menghidupkan budaya celengan, membangun lumbung dan membudayakan hidup sehat dengan menggunakan obat-obatan organik.

Tak ketinggalan, di bidang budaya, Jagong Maton kembali ditekankan menjadi salah satu cara efektif untuk mendeka kepada masyarakat. Selain itu, pengembangan dan menghidupkan kembali permainan tradisional yang telah mulai memudar juga menjadi gagasan bersama. Di bidang pendidikan, tak luput menjadi perhatian serius oleh seluruh peserta untuk dan banyak gagasan muncul.

Larut malam, diskusi berjalan semakin hangat. Penggagas Pesantren Rakyat ditengah diskusi terus mengusulkan penggunaan bahasa-bahasa yang merakyat dalam setiap ide filosofis yang muncul. Hal tersebut diamini oleh Dr. Mufidah dan Dr. Mahpur dengan bahasa yang lain yakni penggunaan bahasa lokal.

Diakhir diskusi, Ketua LP2M UIN Malang menghimbau untuk memberikan ruang kepada anak-anak untuk bermain. Dalam hal ini, Dr. Mufidah mengajak untuk memberikan permainan kepada anak sebagai bentuk pengkaderan secara tidak langsung sejak dini. (ncp)

Share to Communicate

PROF. IMAM SUPRAYOGO: TINGKATKAN TOTALITAS DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN ALTERNATIF MELALUI PESANTREN RAKYAT

img_2584Pesantren Rakyat (www.pesantrenrakyat.com) – Hari kedua pertemuan nasional Pesantren Rakyat diisi penyampaian materi tentang pendidikan alternatif ala Pesantren Rakyat dan bedah buku Nyantri ala Rakyat oleh Prof. Imam Suprayogo di Auditorium Rumah Singgah UIN Maliki Malang, Sabtu (17/09/2016).

Diawal materi Prof. Imam menyampaikan keresahannya tentang pendidikan yang ada saat ini. Beliau menyampaikan, sekolah hari ini tidak memperbaiki akhlak dan karakter. Berdasar pengalamannya ketika mengunjungi berbagai negara di dunia, akhlak dan karakter tidak bisa dibangun melalui lembaga pendidikan pada umumnya melainkan melalui pesantren.

Selanjutnya, dalam hal ini Prof. Imam Suprayogo menyebut Pesantren Rakyat sebagai solusi pendidikan alternatif untuk menghadapi realitas pendidikan yang semakin hari mengalami kemunduran. Hal demikian membuat salah satu peserta bertanya, apa yang harus dibangun atau model seperti apa yang dikembangkan di Pesantren Rakyat? Apakah harus membangun ekonomi terelebih dahulu? tanya Rudik, salah satu peserta pertemuan dari Singosari kepada Prof. Imam.

Wakil Syuriah NU Jawa Timur kemudian menjawab dengan gambaran pengalaman yang pernah dilakukan oleh Prof. Imam manakala mengajak pelatih jaran kepang untuk mau mendekat ke mushola dan melakukan ibadah. Untuk itu Pesantren Rakyat selayaknya bisa menyantrikan rakyat tidak hanya memperbaiki kualitas jasmani yang bersifat duniawi saja melainkan juga kualitas rohani menuju kehidupan akhirat. Hal demikian juga tidak kalah penting, respon Imam.

Kemudian tokoh yang pernah memimpin UIN Malang selama 16 tahun itu melanjutkan, Pesantren Rakyat bisa bergerak dari manapun. Beliau mencontohkan melalui kultur-budaya seperti yang digambarkan diatas, Pesantren Rakyat yang memakai gaya ala rakyat masuk melalui ruang-ruang budaya dan Pesantren Rakyat adalah kehidupan yang Islami.

Diakhir materi yang diberikan, Prof. Imam Suprayogo memberikan motivasi kepada seluruh pengasuh Pesantren Rakyat yang hadi pada pertemuan, harus total membuat sebuah perubahan yang baru. “Menghabiskan energi” yang berarti totalitas untuk mengembangkan madrasah Pesantren Rakyat, lanjut Imam. Perjuangan jangan setengah-tengah harus all out, terus membuka diri untuk menerima masukan dan saran demi berkembangnya Pesantren Rakyat. Sebagai kalimat penutup Prof. Imam mengumpamakan seperti dibawah.

Untuk apa hidup ini jika tidak meninggalkan sesuatu. Seribu tahun lalu singosari sudah membuat patung kendedes yang dinikmati orang yang hidup seribu tahun sekarang. Oleh karena itu bagaima Pesantren Rakyat ini bisa hidup di masa yang akan datang. Serius membuat Pesantren Rakyat dan bisa mengungguli lembaga pendidikan yang lainnya. (ncp)

Share to Communicate

MELAWAN KEMISKINAN ALA PESANTREN RAKYAT OLEH FADLIN ASAL BIMA

13254747_1720683481554411_1768477665499790921_o

Merakyat dalam Memperdayakan Masyarakat Menuju Indonesia yang Makmur
Berawal dari pemikiran yang sangat mulia yaitu ingin memberdayakan masyarakat yang kurang mampu khai Abdullah Sam, kecematan sumberpucung, desa sumberpucung, dusun krajan, kabupaten malang. beliau Selalu berusaha dan memahami masalah yang paling utama yang mengakibatkan kemiskinan terjadi di dalam masyarakat. Awalnya pemikiran ini mendapat penolakan dari keluarga besar beliau karena melihat keadaan beliau pada awalnya (2008) juga dalam keadaan kurang mampu. Namun dengan tekat yang kuat beliau berusaha mendapatkan dukungan dari dalam yaitu keluarga besar dengan memaparkan tujuan mulianya yaitu ingin mensejaterahkan masyarakat dan akhirnya keluarganya mendukung.
bukan hal yang mudah, memberdayakan masyarakat pada saat dimana beliau juga dalam keadaan kurang mampu. Namun beliau pecaya ketika ada niat dan usaha pasti ada jalan, seiring berjalannya waktu beliau selalu belajar dan memahami keadaan dalam masyarakat yang mendasari kemiskinan. Setelah beliau memahami semua masalah, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Khai Abdullah Sam adalah mengumpulkan masyarakat dan bersosialisasi akan tetapi lagi-lagi beliau mendapat penolakan, kali ini bukan dari keluarga melainkan dari masyarakat yang ada di kampung kelahirannya. Walaupun mendapatkan penolakan dan cacian dari masyarakat beliau tetap tidak putus asa, selalu berusaha hingga pada akhirnya satu persatu masyarakat pun mulai mempercayainya.
Dari tahun pertama hingga terbentuknya POSDAYA AL-AMIN( www.pesantrenrakyat.com ), telah 8 tahun beliau berperang melawan kemiskinan di masyarakat, telah banyak langkah pasti dan tepat yang di lakunkannya seperti pemberian materi dan pelatihan di bidang masing –masing yaitu pertanian, pertenakan, hingga kesenian dan lain sebagainnya. Sehinggaa masyarakat pada akhirnya memiliki kemampuan dan keahlian di bidangnya masing-masing. Sekarang perkembangan ekonomi masyarakat di kampung halamannya sangat baik, masyarakat yang dulunya tidak memiliki pendapatan yang tidak tentu dan akhirnya sekarang memiliki pendapatan yang pasti.
Remaja sekarang tidak hanya di kampung halamannya saja yang beliau berikan pemberdayaan akan tetapi hingga satu kecamatan beliau berhasil melakukannya . ini semua berkat kerja kerasnya dan bantuan dari teman dan kerabatnya yang memiliki niat yang sama yaitu mensajeterahkan masyarakat. Sekarang telah terdapat 82 titik pemberdayaan yang terletak di seluruh indonesia. Beliau dan kerabat-kerabatnya yang sama-sama berjuang dalam hal ini tidak bakal berrhenti hingga masyarakat yang ada di indonesia ini mendapatkan hidup yang makmur serta memiliki keahlian di bidang masing-masing.

Share to Communicate

PESANTREN RAKYAT DALAM PERSPEKTIF AGUSTININGSIH INDAH SARI ASAL KARANGPLOSO SANG PENGIBAR BENDERA UPACARA ALA RAKYAT

14054491_1049488135166133_8854907334236147034_o

KKM POSDAYA MASJID 37 2016 DARI UIN MALIKI MALANG

JUDUL: UPACARA ALA RAKYAT

Pesantren rakyat yang berlokasi di Jl. Kopral Suradi Rt:07/Rw:01 Sumberpucung Malang mengadakan sebuah moment yang tidak biasa yang ada di lingkungan masyarakat yakni upacara dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71. Ustad Abdullah Sam selaku pendiri Pesantren Rakyat Al-Amin, menunjuk beberapa santri, mahasiswa KKM, dan guru
PAUD Pesantren Rakyat Al-Amin sebagai petugas dalam upacara tersebut.
Upacara ini dihadiri oleh para masyarakat dari berbagai profesi seperti guru, buruh, petani, tukang, ibu rumah tangga, banser, santriwan dan santriwati, mahasiswa, petani, pedagang, jama’ah tahlil, kepala desa, tentara, dan juga polisi. Diperkirakan jumlah peserta upacara kemerdekaan Republik Indonesia ini berjumlah 500 orang. Upacara ini tidak ditentukan harus memakai pakaian yang seragam, tetapi pakaiannya terserah atau bebas sesuai dengan profesinya. Hal ini bisa dikatakan walaupun upacara tersebut berbeda-beda profesi dari pangkat yang rendah hingga yang memiliki pangkat tinggi dan dari pakaian yang digunakan saat upacara berbeda-beda, menunjukkan bahwa hal ini sesuai dengan semboyan Negara Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Upacara seperti ini oleh Ustad Abdullah Sam sang pendiri Pesantren Rakyat disebut upacara ala rakyat. Setelah upacara ala rakyat ini selesai, para peserta upacara dipersilahkan untuk mengikuti kegiatan ramah tamah dengan sayur, sambal, gorengan, dan tumis papaya. Semua ini bertujuan untuk membangkitkan dan mempertahankan rasa nasionalisme para masyarakat untuk mencintai dan mempertahankan NKRI.
Agustiningsih Indah Sari
KKM 37

JUDUL: MINGGU PAHING

AHAD PAHING

Sebagai sebuah kerutinan yang ada di pesantren rakyat pada hari ahad pahing dimana sudah kurang lebih 8 tahun ini telah ada kegiatan istighosah. Kegiatan ini diawali dengan kegiatan khotmil Al-Qur’an yang dibaca oleh para santriwan dan santriwati Pesantren Rakyat. Kegiatan khotmil Al-Qur’an ini dimulai sejak pagi kurang lebih pukul 07.00 WIB. Dan kegiatan Istighosah dimulai ba’da isya yang tidak hanya dihadiri santriwan dan santriwati Pesantren Rakyat tapi juga dihadiri oleh para warga sekitar Pesantren Rakyat dan warga dari daerah lain.
Kegiatan istighosah ini dimulai dengan lantunan qosidah yang didendangkan oleh para santri. Tidak hanya qosidah, tetapi juga ada semacam karawitan yang dibawakan oleh santri dan juga warga sekitar dengan nama Jagong Maton. Dalam jagong maton tersebut, melalui lagu dapat disampaikan pesan moral untuk masyarakat. Setelah itu baru dilanjutkan dengan acara inti yaitu istighosah dan selanjutnya adalah makan bersama.

Dan sambil menikmati hidangan yang telah disediakan, kesenian Jagong Maton ini dimainkan kembali.

Kegiatan seperti ini bisa dijadikan wadah silaturahmi antar warga baik warga dari dalam Desa Sumberpucung maupun luar Desa Sumberpucung. Semoga kegiatan rutin tiap ahad pahing ini bisa tetap istiqomah ilaa yaumil qiyamah. Aamiin.
Agustiningsih Indah Sari KKM 37

JUDUL: MOVING CLASS

TPQ Pesantren Rakyat Al-Amin merupakan suatu program yang ada di Posdaya Al-Amin. TPQ Pesantren Rakyat Al-Amin ini tidak seperti TPQ pada umumnya. Hal ini dikarenakan TPQ Pesantren Rakyat Al-Amin ini memiliki program unggulan yaitu moving class. Moving class yang dimaksud disni adalah lokasi mengaji santri TPQ Pesantren Rakyat Al-Amin ini tidak hanya di pesantren tetapi juga bergabung dengan TPQ yang lain. Seperti pada hari selasa ba’da maghrib, para santri mengikuti majlis ta’lim di Musholla Al-Amin yang dipimpin oleh Ustad Abdullah Sam. Pada hari rabu ba’da maghrib, para santri mengikuti kajian tafsir al-qur’an di musholla Al-Hikam yang terletak dekat dengan pasar Sumberpucung dan pada setiap harinya santri yang mengikuti program tahfidzul qur’an, mengikuti kegiatan tahfidz ini di pondok pesantren Barokatul Qur’an tiap ba’da maghrib.
Tidak hanya santri yang sudah besar saja yang mengikuti kegiatan moving class ini, tetapi seluruh santri di TPQ Pesantren Rakyat Al-Amin. Ada santri yang membawa motor untuk berangkat moving class bahkan ada juga santri yang jalan kaki. Semua kegiatan ini dilakukan untuk tetap menjaga hubungan baik antar TPQ dan juga para santri bisa memiliki lebih banyak teman dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Agustiningsih Indah Sari
KKM 37

JUDUL: TPQ PESANTREN RAKYAT AL-AMIN

TPQ Pesantren Rakyat Al-Amin merupakan TPQ yang menurut saya adalah TPQ yang terbaik yang pernah saya tahu. Karena selama yang saya tahu saat ini kegiatan TPQ hanya sekedar baca qur’an dan kitab. Tetapi di TPQ Pesantren Rakyat Al-Amin ini terdapat program moving class. Jadi para santri tidak hanya mengaji di satu tempat saja, tetapi juga mengaji di 3 tempat lainnya diantaranya musholla al-amin, musholla al-hikam, barakatul qur’an. Kegiatan TPQ pesantren Rakyat AL-Amin diantaranya adalah kegiatan taklim bersama di musholla yang dilakukan setiap hari selasa (malam rabu), hari rabu ada kegiatan tafsir qur’an dan juga ada kegiatan belajar bersama sehingga anak-anak yang tidak bisa mengerjakan atau mengalami kesulitan dalam mengerjakannya bisa mendapatkan bantuan yang dilakukan serelah sholat maghrib. Setelah sholat isya masih dilanjutkan dengan kegiatan mengaji kitab kuning, Bahasa inggris, dan juga tentang nahwu shorof (Bahasa arab). Kegiatan TPQ ini dimulai dari pukul setengah 5 sore hingga setengah 9 malam (untuk santri yang sudah baca quran) tetapi untuk santri yang masih baca iqro hanya sampai sholat isya berjama’ah.
Sungguh kurikulum mengaji yang luar biasa. Tidak hanya ilmu agama yang diperoleh tetapi juga ilmu umum pun diperoleh dan para santri yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan PR pun bisa terbantu dalam menyelesaikannya.
Agustiningsih Indah Sari
KKM 37

JUDUL: EKONOMI MANDIRI BERSAMA POSDAYA AL-AMIN

Untuk membantu perekonomian warga yang tidak mampu atau pra sejahtera dengan factor penyebab pekerjaan, Posdaya Al-Amin membantu perekonomian warga dengan memberikan suatu usaha yang dapat menyerap banyak pekerja dan memberantas pengangguran sehingga keluarga mereka bisa menjadi sejahtera. Hal ini dilakukan dengan melihat potensi yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Ustad Abdullah Sam sang pendiri Pesantren Rakyat pernah memberikan contoh seperti ini, dahulu ada warga yang tidak bekerja dan tidak memiliki keterampilan apapun dalam bekerja, warga tersebut hanya bisa ngarit (mencari rumput), maka dari itu Posdaya Al-Amin memberikan bantuan dalam bentuk kambing bukan dalam bentuk uang. Jika kita beri uang, belum tentu warga tersebut mampu mengolah uang tersebut untuk berwirausaha. Dengan adanya kambing tersebut, warga tersebut bisa menjadi peternak kambing dan hasilnya cukup menguntungkan serta mampu mengangkat perekomiannya.
Posdaya Al-Amin juga memiliki beberapa usaha unggulan yang mampu mengangkat pengangguran dan meningkatkan perekonomiannya diantaranya: usaha gatot instan (usaha ini mampu meningkatkan nilai jual singkong), rengginang rasa-rasa (tidak kurang dari 20 home industry), kelompok pande besi (menyerap banyak pekerja dan penjualannya sampai ke luar jawa), tahu (distributor telah memegang 5 pasar kecamatan), dan ekonomi kreatif seperti bangkon, kotak songgong, dan konveksi. Selain itu, di bidang peternakan, Posdaya Al-Amin mampu membudidayakan kambing, ikan lele, ikan mujair, dan ayam.
Dengan membantu perekonomian warga seperti ini, Posdaya Al-Amin telah menjadi posdaya yang bermanfaat bagi masyarakat dan posdaya yang mampu membantu pemerintah untuk memberantas pengangguran dan menurunkan nilai kriminalitas.
Agustiningsih Indah Sari
KKM 37

JUDUL: PETA KELUARGA

PETA KELUARGA

Di dalam peta keluarga tentang keadaan masyarakat yang ada di Jl. Kopral Suradi Rt:07/Rw:01 Sumberpucung Malang, terdapat beberapa rumah merah yang terleak di belakkang deretan rumah mewah. Dari gambar peta tersebut pasti kita menganggap bahwa kenapa posdaya yang sudah mendapat prestasi ini kok masih ada saja rumah yang berwarna merah?
Hal ini di jawab oleh Ustad Abdullah Sam bahwa peta itu tidak mengetahui keadaan sebenarnya apa yang terjadi terhadap masyarakat, beliau menjelaskan bahwa masyarakat yang rumahnya berwarna merah itu dahulunya dia tidak memiliki rumah setelah itu mereka dibangunkan rumah dengan didampingi Posdaya Al Amin. Walaupun rumah tersebut tidak dibangun di tanah sendiri tapi itu sangat membantu mereka dan memberikan mereka tempat tinggal. Rumah mereka berdiri di atas tanah milik pemerintah untuk irigasi dan juga tanah milik PT. KAI yang sewaktu-waktu mereka bisa saja digusur dari rumah tersebut.

Dengan adanya Posdaya Al-Amin ini kehidupan masyarakat bisa dikatakan terbantu karena melalui posdaya ini, banyak masyarakat yang di bangunkan rumah, pembangunan WC umum, dan memberikan lapangan pekerjaan untuk warga yang tidak mampu.
Agustiningsih Indah Sari KKM 37

JUDUL: PAUD PESANTREN RAKYAT AL-AMIN

PAUD Pesantren Rakyat Al-Amin adalah salah satu lembaga pendidikan yang bertempat di Desa Sumberpucung Kabupaten Malang. PAUD ini dikenal sebagai sekolah yang paling banyak muridnya dan paling murah karena wali murid hanya dibebani membayar Rp 15.000 tiap bulannya. Walaupun sekolah ini paling murah tapi sekolah ini memiliki kurikulum belajar yang sangat baik. Setiap pagi diadakan senam otak untuk murid-murid, diajari Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa dari angka dan anggota tubuh, diajari do’a dalam kehidupan sehari-sehari, diajari lagu yang memiliki pesan yang baik seperti cara menggosok gigi, cara berwudhu, proses terjadinya hujan, bunyi hewan, dan lain sebagainya.
PAUD Pesantren Rakyat Al-Amin ini memiliki guru yang sangat sabar dan telaten, karena masih banyak murid yang tidak mau jauh dari orang tuanya saat sekolah dan juga terkadang masih ada murid yang malas untuk sekolah serta ada murid yang hiperaktif yang jalan-jalan terus saat pembelajaran berlangsung. Tapi berkat kesabaran dari para guru, kini banyak murid yang sudah mau mandiri saat sekolah dan tidak ditunggu oleh orang tuanya lagi dan banyak anak yang bersemangat untuk bersekolah.
Menurut saya, kurikulum yang ada di PAUD Pesantren Rakyat Al-Amin ini berbeda dengan sekolah yang lain. Karena, di PAUD Pesantren Rakyat Al-Amin sudah hampir seperti pembelajaran anak TK. Namun, para murid mampu untuk mengikuti itu semua karena para guru di PAUD Pesantren Rakyat Al-Amin adalah guru yang sabar dan telaten dalam mengajar.
Agustiningsih Indah Sari KKM 37

JUDUL: BANGGA MENJADI BAGIAN DARI PESANTREN RAKYAT AL-AMIN

Saya adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Saat liburan semester 4, seluruh mahasiswa di semester 4 menuju semester 5 harus mengikuti kegiatan KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa). Saat itu, saya ditempatkan di Sumberpucung tepatnya di Pesantren Rakyat Al-Amin. Saya adalah anggota dari KKM kelompok 37 yang berjumlah 11 orang yang terdiri dari 3 orang perempuan dan 8 orang laki-laki. Selama saya melaksanakan KKM di Pesantren Rakyat Al-Amin, saya merasa bangga karena baru kali ini saya mengetahui ada pesantren yang memiliki aturan yang tidak ketat tetapi santrinya nurut. Sedangkan biasanya di pesantren lain, memiliki aturan yang sangat ketat dan bahkan banyak santri yang sering melanggar aturan tersebut. Di Pesantren Rakyat ini, santri dipersilahkan sholat dengan kesadaran dirinya sendiri tidak dengan dipaksa (oprak-oprak), alasannya karena jika santri tersebut sholat dengan diperintah atau dipaksa, pasti santri tersebut hanya melaksanakan sholat disini saja belum tentu di tempat lain dia sholat. Dia hanya takut dengan aturan bukan takut dengan Allah dari hatinya sendiri. Bahkan, di Pesantren Rakyat Al-Amin kurang lebih 7 santri adalah seorang penghafal Al-Qur’an.
Selain itu, Pesantren Rakyat Al-Amin juga memiliki beberapa fasilitas untuk para santrinya, diantaranya menyediakan berbagai macam alat music seperti gitar, piano, bass, drum, gong, gamelan, rebana, dan lain-lain. Dengan fasilitas music ini, para santri tidak hanya bisa dalam hal membaca al-qur’an dan kitab kuning saja, tetapi juga memiliki talenta dalam bermusik. Pesantren Rakyat Al-Amin juga menyediakan wifi gratis 24 jam. Fasilitas ini dimaksudkan agar para santri tidak ketinggalan dengan perkembangan globalisasi yang saat ini berbasis IT. Jadi, para santri tetap bisa mengakses info baik dari dalam maupun luar negeri melalui internet dan tidak gaptek. Selain itu, Pesantren Rakyat Al-Amin juga menyediakan pembelajaran Bahasa Arab dan juga Bahasa Inggris. Jadi para santri walaupun hanya ala rakyat tapi sudah memiliki skill dalam bahasa. Dan di Pesantren Rakyat ini juga memiliki program kampung Inggris.
Hal yang paling mebuat saya kagum adalah para santri tidak perlu membayar biaya untuk nyantri dan 100% gratis. Sehingga anak yang dari keluarga kurang mampu tetap bisa belajar di Pesantren Rakyat Al-Amin ini. Bahkan, Pesantren Rakyat Al-Amin ini telah memberikan beasiswa kepada santri untuk berkuliah. Selain itu, para santri juga mendapat makan sepuasnya secara gratis. Jadi, para santri tidak perlu bingung lagi untuk mencari makan.
Hal yang sangat membanggakan bagi saya pernah bergabung di Pesantren Rakyat Al-Amin. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapat disini. Mulai dari ilmu agama, ilmu bersosialisasi, dan ilmu pengetahuan umum, serta pengalaman dalam mengajar PAUD, TPQ, dan membantu santri untuk mengerjakan PR.
Agustiningsih Indah Sari
KKM 37

JUDUL: TPQ PESANTREN RAKYAT AL-AMIN

TPQ Pesantren Rakyat Al-Amin merupakan TPQ yang menurut saya adalah TPQ yang terbaik yang pernah saya tahu. Karena selama yang saya tahu saat ini kegiatan TPQ hanya sekedar baca qur’an dan kitab. Tetapi di TPQ Pesantren Rakyat Al-Amin ini terdapat program moving class. Jadi para santri tidak hanya mengaji di satu tempat saja, tetapi juga mengaji di 3 tempat lainnya diantaranya musholla al-amin, musholla al-hikam, barakatul qur’an. Kegiatan TPQ pesantren Rakyat AL-Amin diantaranya adalah kegiatan taklim bersama di musholla yang dilakukan setiap hari selasa (malam rabu), hari rabu ada kegiatan tafsir qur’an dan juga ada kegiatan belajar bersama sehingga anak-anak yang tidak bisa mengerjakan atau mengalami kesulitan dalam mengerjakannya bisa mendapatkan bantuan yang dilakukan serelah sholat maghrib. Setelah sholat isya masih dilanjutkan dengan kegiatan mengaji kitab kuning, Bahasa inggris, dan juga tentang nahwu shorof (Bahasa arab). Kegiatan TPQ ini dimulai dari pukul setengah 5 sore hingga setengah 9 malam (untuk santri yang sudah baca quran) tetapi untuk santri yang masih baca iqro hanya sampai sholat isya berjama’ah.
Sungguh kurikulum mengaji yang luar biasa. Tidak hanya ilmu agama yang diperoleh tetapi juga ilmu umum pun diperoleh dan para santri yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan PR pun bisa terbantu dalam menyelesaikannya.
Agustiningsih Indah Sari
KKM 37

JUDUL: JAGONG MATON

Jagong maton merupakan salah satu program unggulan Posdaya Al-Amin yang menggunakan iringan music gamelan, gendang, dan gong. Kegiatan ini bisa menjadi wadah masyarakat untuk berbincang-bincang santai dan saling bertukar pikiran. Selain itu kegiatan jagong maton ini bisa meningkatkan rasa solidaritas yang tinggi karena banyak masyarakat yang berkumpul disana serta kegiatan ini bisa menghidupkan kembali budaya jawa yang hampir punah, seperti permainan music dengan menggunakan gamelan, gendang, dan gong. Dalam forum ini, pemain alat musiknya tidak hanya orang tua, tetapi anak muda pun juga ikut bermain alat music tersebut. Selain tujuannya untuk meningkatkan tali persaudaraan antar warga juga untuk menjaga budaya jawa dan mengajak anak muda untuk mencintai budaya kesenian tradisionalnya.
Dalam kegiatan jagong maton ini, disampaikan pesan moral melalui lagu jawa. Sehingga seperti dakwah para walisongo yang berdakwah menggunakan lagu dan gamelan. Karena ini yang dirangkul adalah masyarakat, maka harus bisa mengambil hati masyarakat jika ingin mengubah masyarakat itu menjadi orang yang lebih baik agar tidak bertindak criminal.
Posdaya Al-Amin memiliki tim jagong maton yang sudah menerima banyak undangan dimana-mana. Sehingga, kegiatan jagong maton ini tidak mendapat penolakan di masyarakat justru diterima di masyarakat. Bermusik sambil berdakwah bersama tim jagong maton Al-Amin.
Agustiningsih Indah Sari KKM 37

Share to Communicate