RIANG GEMBIRA ANAK-ANAK PERSIAPAN ROJABIYAH PONDOK PAKEL

13047778_580690285432053_1392080075672391639_o

Senin, 25 April 2016 Bapak Kamituwo Pakel Desa Sumberpucung Teguh Prihatmanto mengunggah foto anak-anak Pakel yang lagi latihan Drum Band ala rakyat.

baris-berbaris sekaligus mengisi waktu anak-anak agar tidak dibuat kegiatan negatif, maka tokoh POKMAS Markisah Ahmad Jaelani dan Aris Widodo menggerakkan anak-anak untuk latihan kirab.

Acara kirab yang akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, Tanggal 30 April 2016, di adakan oleh PONDOK PAKEL atau PP Barokatul QUR”AN Pakel dalam rangka kegiatan rutin yang di laksanakan setahun sekali. start acara kirab dimulai dari Gang Sadewo atau kampung POKMAS MARKISAH RT: 16 Pakel ber akhir di RT: 20 Dusun Pakel atau tepat Depan PONDOK PAKEL.

Gagasan kirab ini di cetuskan oleh Putra Sulung KH. Fauzan As Sholih Pendiri Pondok Pakel atau PP BArokatul QUr’an Gus JAzilul Afnan yang sekarang masih kuliah Jurusan Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Suami dari Ning Maliha, Bapak dari Gus Haza.

Pondok Pakel yang sinergi dengan Pesantren Rakyat selama Tiga Tahun Terahir ini, telah melakukan banyak program yang dapat menyentuh kebutuhan santri, kebutuhan jamaah, kebutuhan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Gus Jazilul juga menggeratiskan sementara ini 7 santri Pesantren Rakyat yang menghafal Al Qur’an di Pondok Pakel.

selain itu ada juga kerjasama di bidang POSDAYA MASJID beberapa program yang bisa di sinergikan anatara kedua Pesantren.

Program yang terakhir-terakhir ini sinergi antar dua Pesantren Rakyat dan Barokatul Qur’an yaitu: 1. Pendirian POKMAS MARKISAH RT:16 Dusun Pakel Desa Sumberpucung, 2. Pendirian SENKUDAYA (Sentral Kulaan Posdaya), 3. Di Bidang Travel Umrah dan Haji, 4. Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Kesenian, 5. Mendirikan Majlis Dzikir Sambung Roso.

Dusun pakel yang sebelumnya terkenal dengan sebutan PAKEL=Pakare Wong Ngengkel, sehingga sulit di satukan dan selalu gegeran antar RT, Antar Tokoh, Antar Tetangga, Antar Pemuda, kemudia di rubah mitos yang lama menjadi PAKEL =Lek Kompak Ganok Barang Angel. Ungakapan PAKEL=Lek Kompak Ganok Barang ANgel ini di sampaikan oleh Mbah Said Pemain Kuda Lumping Kawakan Dusun Pakel, ketika saat Jagong Maton dengan Gus Jazilul Afnan Pengasuh Pondok Pakel.

Ust. Abdullah Sam Penggagas sekaligus Pengasuh Pesantren Rakyat sangat antusias membantu lahir batin atas gagasan Gus Afnan yang sangat baik. menurut Cak Dullah Panggilan akrab Ust. Abdullah Sam, kegiatan seperti kirab, kesenian, pemberdayaan akan membawa nama harum PONDOK PAKEL di mata masyarakat luas. sehingga Pondok Pakel dan Pesantren Rakyat yang tumbuh dan berkembang di desa yang sama, akan terus menerus tumbuh dan berkembang secara baik. Karena akar rumput di sekeliling Pesantren telah tersentuh sesuai dengan karakter masyarakat masing-masing.

Inilah sebenarnya gerakan dakwah yang sesuai dengan strategi yang di lakukan oleh Wali Songo dan Para Kyai-Kyai sepuh terdahulu. Semoga Persatuan antar lembaga ini bisa membawa berkah dan akan mengisnpirasi lembaga-lembaga laian, bahwa Pondok Pesantren Lain adalah teman seperjuangan yang saling menguatkan, tidak saling menjatuhkan. ars

 

Share to Communicate

WAKIL REKTOR III IAI IBRAHIMI BERKUNJUNG KE POSDAYA PESANTREN RAKYAT AL-AMIN

IMG_4368

Semangat: Peserta OST IAI Ibrahimi bersama Ketua Posdaya Pesantren Rakyat Al-Amin

Pesantren Rakyat (www.pesantrenrakyat.com) – Pagi ini Posdaya Pesantren Rakyat Al-Amin kembali menerima OST (Observation Studi Tour) dari IAI (Institut Agama Islam) Ibrahimi Situbondo, (25/04). Ust. Abdullah beserta keluarga besar Posdaya Pesantren Rakyat Al-Amin menyambut hangat kedatangan 20 peserta yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III IAI Ibrahimi, Ust. Minhaji, M.PdI dan Ketua P3M IAI Ibrahimi, Ust Harianto. Peserta yang terdiri dari dekan, dosen, akademisi dan juga aktifis pemberdayaan ingin belajar bagaimana proses pemberdayaan masyarakat di Posdaya Pesantren Rakyat Al-Amin, posdaya terbaik nasional.

Kegelisahan akan tidak seimbangnya pelaksanaan tri darma perguruan tinggi menjadikan civitas IAI Ibrahimi Situbondo tergerak untuk memperbaiki dan meningkatkannya terutama di bidang pemberdayaan masyarakat yang dirasa sampai saat ini masih kurang. Dalam sambutannya, Ust. Minhaji, Wakil Rektor III IAI Ibrahimi Situbondo menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat yang ada di sana memang kurang. Oleh karena itu, ‘kami ingin menimba ilmu dan pengalaman dari Posdaya Pesantren Rakyat Al-Amin’, demikian Minhaji.

Lebih jauh lagi beliau menjelaskan, ‘belum ada keseimbangan di tri darma perguruan tinggi, terhadap pengabdian kepada masyarakat dan yang terjadi hari ini adalah masih condong terhadap pengajaran saja’, ungkap Wakil Rektor III IAI Ibrahimi. Selanjutnya, Ust. Minhaji sangat mendukung gerakan pemberdayaan masyarakat di Posdaya Pesantren Rakyat Al-Amin dan berharap bisa mendapat ilmu yang nantinya bisa diimplementasikan di Situbondo.

Kunjungan ini sendiri adalah yang ke 402 kali di Pesantren Rakyat Al-Amin. Pada kesempatan ini, Ust. Abdullah SAM, Ketua Posdaya Al-Amin Sumberpucung berharap dengan pertemuan yang singkat ini, peserta OST IAI Ibrahimi bisa menerapkan konsep Pesantren Rakyat disana dan turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui gerakan-gerakan sederhana yang berbasis pada masjid ataupun mushola. (ncp)

Share to Communicate

Penulis 17 Judul Buku Pukul 2 Dini Hari Menyempatkan Mampir Ke Pesantren Rakyat

Jpeg

Jpeg

Minggu, 24 April 2016 Pukul 2 Dini Hari, Pesantren Rakyat di datangi tokoh intelektual muda Indonesia asal Cilacap. Beliau adalah Sahabat Nur Sayyid Santoso Kristeva, dari namanya saja sudah keren belum pemikiranya, dari nama beliau merangkum dari tiga unsur, Nur Sayyid unsur Islam, Santoso Unsur Indonesia Jawa dan Kristeva saya kira mewakili ke barat-baratan. Ternyata memang luar biasa, selain beliau adalah pengasuh Pondok pesantren di daerah Cilacap, berbahasa jawa tapi tulisan-tulisannya sangat tajam membeberkan sekitar alam pikiran Marx tokoh yang di anggap mewakili pemikiran-pemikiran kiri.

Pertemuan awal ustad. ABDULLAH sam dengan Tokoh Intelektual Muda ini adalah ketika sama-sama di undang mahasiswa UIN Malang Fakultas Humaniora untuk bedah buku, beliau saat itu membedah bukunya sendiri dan Cak Dullah Panggilan Akrab Abdullah Sam Penggagas Pesantren Rakyat sebagai pembanding.

Dalam forumitu beliau berdua saling mengenal cara berfikir masing-masing hingga saling mengenal fokus gerakan antar beliau berdua. Gus Kristeva lebiah fokus penyadaran dan memberi amunisi pemikiran, semangat berfikir, menulis dan meletakkan dorongan batin yang kuat terhadap warga gerakan baik PMII, HMI atau warga gerakan lainya. Jika Cak Dullah Penggagas Pesantren Rakyat Se Indonesia lebih Fokus pada Aplikasi gerakan yang mudah di conto oleh warga gerakan yang lain dalam membentengi umat dalam menghadapi Desa Global yang membahayakan eksistensi bangsa Indonesia, Cak Dullah Juga telah jadi sumber tulisan dari berbagai kampus, Profesor, Doktor, majalah, Koran serta media elektronik lainya dan meng integrasikan antara berbagai fokus gerakan dengan tanpa ada benturan, justru menjadi rumusan gerakan yang menyenangkan, murah, merakyat, bermartabat serta mampu memprediksi dan manjadi anti virus gerakan-gerakan kapitalis yang terus berusaha mengisap habis seluruh potensi dan kekuatan bangsa Indonesia.

Dalam diskusi yang berlangsung dua jam di Pesantren Rakyat antara GusKristeva dan Cak Dullah yang saksikan beberapa santri, kader pergerakan sahabat Fathul Ibnu Aqil, banyak inspirasi-inspirasi baru dan gagasan-gagasan yang akan di dibersihkan bersama. 1. Terkait Fokus Gerakan Masing- Sesuai Kepakarannya, 2. Perlunya ada Forum Kusus dalam bentuk ngopi bersama yang terdiri dari simpul-simpul gerakan yang memiliki kesamaan persepsi terhadap masa depan bangsa dan cara mengatasinya. 3. Apapun bentuk gerakan kita harus tetap ada semangat Islam Aswaja yang selalu mencintai NKRI, 4. Ikut Mengamankan lokus lokus gerakan yang pro perubahan sebagai sumber energi. 5. Terus di manapun dan kapanpun melakukan transfer pengetahuan dalam rangka ikut mencerdaskan bangsa.

Sambil ngopi, roko’an, makanonde-onde dan kemudian ada santri yang memberikan makan soto diskusi ala santri lesehan di Musholla Pesantren Rakyat terus berjalan dengan semakin akrab. Bahkan Ust. Adullah Sam menyampaikan ke kagumanya kepada Gus Kristeva yang mau berkunjung ke Pesantren Rakyat Yang jauh dari Kota Malang dan malam-malam lagi, serta kagum atas banyaknya tulisan yang telah di selesaikan sama Gus Kristeva dan sempat Cak Dullah bertanya , bagaiman sampean cara menulis sehingga begitu bisa ribuan halaman di selesaikan? Ya harus topo kang,, jawab Gus Kristeva.

Namun Gus Kristeva juga mengungkapkan ke kagumanya terhadap Gerakan Pesantren Rakyat Yang Sudah mulai menembus Ruang2 Nasioanal dan mampu sinergi secara konsisten antara dua arah kekuatan gerakan yaitu melalui pendekatan kultur yang masif dan masuk struktural yang tetap tidak kehilangan jati diri gerakan. Bahkan Gus Kristeva sangat kuat niatnya harus memijakkan kakinya ke Pesantren Rakyat karena sudah mendengar dari beberapa sumber tentang model gerakan yang di gagas sahabatnya sendiri. Juga sempat mengungkapkan kepada cak Dullah, bahwa cak di olah ini sudah riil mempraktikkan   mengapkikasikan pemikiran2 yang saya tulis.

Indah kiranya ke depan jika pemuda pemuda yangproduktif di masing-masing daerah di sinergikan untuk membentengi ISLAM ASWAJA DAN NKRI dari rongrongan neolib, Imperialis modern dan penjajahan model batin. Sehingga terwujudnya masyarakat yang cerdas, mandiri dan berdaya. Al Fatihah.hjd

 

 

Share to Communicate

KH. IMAM SIBAWEH KETUA DMI KABUPATEN MALANG BERKUNJUNG KE PESANTREN RAKYAT

Jpeg

Jpeg

Senang sekali Sabtu, Tanggal 23 April 2016 pukul 11.00 pesantren rakyat kerawuhan sosok Kyai yang santun, aktif di berbagai organisasi sosial, muali dari MUI, NU hingga DMI dewan masjid Indonesia Kabupaten Malang.

Bersama beberapa jamaah yang ikut, beliau menyampaikan beberapa informasi penting di antaranya beliau telah menghadap bupati Malang H.Rendra Kresna Untuk menyampaikan pentingnya memberikan perhatian terhadap Pesantren dan Masjid. Di antaranya adalah beberapa pesantren akan di buatkan Klinik yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan di pesantren-pesantren yang sudah siap, di antaranya adalah PP Al Munawariyah Bululawang.

Beliau juga menyinggung masalah pemberdayaan masjid melalui Posdaya, beliau menyampaikanPosdaya Masjid Masjid perlu terus di optimalkan baik dari sisi kemampuan mahasiswa yang kkM, voluntir, dosen DPL ataupun Takmir serta pengurus Posdayanya.

Ust. Abdullah Sam sebagai Pengasuh Pesantren Rakyat sekaligus Posdaya terbaik nasional menyampaikan gagasan2 mudah yang mestinya harus di kembangkan di masing-masing masjid. Diantaranya adalah pemberdayaan di mulai dari yang gampang, yang sepele tatapi di butuhkan semua orang, Dullah sambil menunjuk beberapa produk dan kegiatan Posdaya Al Amin yang sudah berlangsung lama.

Dan dalampertemuan ini juga menemukan cara penggemukan sapi dan kambing dengan sistem fregmentasi yang baru saja di kunjungi beliau Pak Kholiq Dari Dinas Kesehatan, kata belau.

Setelah selesai minum kopi beliau pamitpulang dan  sambil bertanya, bibit opo sing iso do gowo,? Bibit apa yang bisa di bawa? Ahirnya kita ambilkan bibit Jahe merah, Pepaya, Lompong Sayur dan Kunyit Putih.  Kemudian di masukkan ke dalam mobil Kijang Biru Plat Merah Milik DMI kabupaten Malang oleh jamaah yag ikut. Sambil menunggu menata di ajak jalan-jalan sekitar pesantren rakyat yang hijau karena banyaknya sayuaran yang hidup karena di tanam oleh santri2 pesantren rakyat, mulai dari bayam, singkong, pepaya, cabe, tomat, sawi, markisah, belimbing, jeruk, sere, kangkung sampai pisang Caphendis. Abd

Share to Communicate

Santriwati Penghafal Qur’an Mandiri Dalam Dapur Bersama Pesantren Rakyat Yang Mewah

Jpeg

Jpeg

Laila Dan Shinta santri Pesantren Rakyat Al Amin yang menghafal Al Qur’an seusai Ngaji Bakda Subuh Kitab mukhtarul Ahadits sambil menunggu giliran kamar mandi yang cuman ada tiga kamar, memasakkan santri-santri yang lain secara bergantian.

Seperti Shinta kerudung merah yang mukim sudah dua tahun di Pesantren Rakyat selain menghafal Al Qur’an juga sekolah di Sekolah SMA Negeri Kecamatan Sumberpucung salah satu sekolah favorit dan masih aktif si petruk band, PMR, Pengurus IPNU kecamatan, Group Sholawat Jamus Kalimosodo.

Jadi santri Pesantren Rakyat Yang setoran Al Qur’an Ke Gus Jazilul Afnan PP Barokatul Qur’an Pakel, tidak melulu ngaji saja. Seperti Lutfi juga sambil kuliah di STAI IBNU SINA Kepanjen, Nur Fadillah Di SMP Negeri 1 Sumberpucung, Riska dan Isna juga di SDN Yang ada Sumberpucung.

Ternyata Santri walau ikut berbagai program Pesantren Rakyat juga baik-baik saja dan tetap bisa tersenyum dan masih mandiri dalam hal masak memasak, membersihkan pesantren sampai cuci baju sendiri.

Tempat yang sangat sederhana ini membuat anak santri tetap kerasan. Pernah di tanya beberapa santri kenapa kok kerasan dipesantren rakyat yang tempatnya sangat sederhana terbuat dari kayu dan bambu..santri menjawab pertama karena di sini seperti di rumah sendiri, banyak teman dan fasilitasnya lengkap seperti Alat Band, Gamelan, Terbang, perpustakaan, bebas Internet, alat2 memasak, bebas membawa HP, bawa sepeda, boleh keluar kemana-mana asalkan ijin dan bertanggung Jawab, Jawab santri.

Di samping itu Pesantren Rakyat menjadi pusat berbagai pelatihan, pelatihan mahasiswa,pelatihan Posdaya, pelatihan Jadi Rakyat, Pelatihan Kepemimpinan, Pelatihan Bahasa Inggris dan sebagainya. Sehingga Pesantren Rakyat yang hanya 1000 meter persegi tidak pernah sepi orang. Belum lagi Pesantren Rakyat yang pernah Juara POSDAYA NASIONAL 2014 DI SOLO menyisihkan 35.000 Posdaya Se Indonesia. Sehingga juga jadi pusat Kunjungan OST observation study tour dari berbagai kabupaten dan Propinsi seluruh Indonesia.

Akibat dari OST ini sehingga ratusan Doktor,Magister, Puluhan profesor, Pengasuh Pesantren, Takmir, Rektor, Dirjen, Pejabat atau Masyarakat dan Mahasiswa sering berkunjung ke Pesantren Rakyat Al Amin. Sehingga kita sering merepotkan MUSPIKA untuk ikut menyambut tamu tamu besar.

Mulai dari Bu Camat Sumberpucung Bu Kamti Astuti, Pak Yusuf, Pak Mumuk, Pak Hablul Matin,…sampai Pak Tito Fibrianto.

Di Era Camat Pak Tito Ini Pesantren Rakyat Menjadi juara 1 Nasional, Banyak perkembangan, di samping Pak Camat Tito Mau menyumbang dana untuk pembelian tanah pesantren, juga sangat sering komunikasi bahkan hampir tidak ada bulan yang kosong berkunjung memantau memotivasi ke Pesantren Rakyat. Bahkan banyak program kecamatan yang di sinergikan dengan pesantren rakyat. Mulai PKH, sampai pengadaan Mobil Jenazah Kecamatan.Sikap yang sederhana dari Pak Tito inilah memiliki maknit tersendiri sehingga masyarakat semakin segan dan tidak bisa menolak program2 baik yang muncul di kecamatan Sunteragung.

Semoga Pesantren Rakyat dengan di sulungnya semua elemen masyarakat semakin maju, mandiri dan berdaya saing Internasional. Dukungan itu datang dari semua santri, jamaah, lingkungan, pemerintah desa, kecamatan, Pesantren2 lain, Tokoh tokoh, dan pendamping setia LPPM UIN MALIKI MALANG dan Yayasan Damandiri.

Sumpah Perak (pesantren rakyat) yang tiga semoga terwujud dalam waktu yang tidak lama, yaitu : DIMANA ADA PESANTREN RAKYAT HARAM HUKUMNYA ORANG MISKIN KELAPARAN, HARAM HUKUMNYA ANAK ANAK TIDAK BERPENDIDIKAN DAN HARAM HUKUMNYA MASYARAKAT TIDAK BERDAYA.

Mudahan Semakin menjamurnya pesantren rakyat di seluruhpelosok negeri bangsa dan negara kita cepat mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 45. Alhamdulillah di Indonesia sampai hari ini sudah 83 titi pesantren Rakyat baik di jawa atau sampai Sumatera, Kalimantan, Madura dan Lombok. Semoga dapat risi Allah. Abd

Share to Communicate