Pesantren Rakyat

Bahas Pengembangan Ekonomi Umat, Wakil Rektor IPB bersama LPNU Kabupaten Malang Berkunjung ke Pesantren Rakyat

Jagong Maton

Direktur Bisnis dan Manajemen Aset Komersial yang sekaligus sebagai Plt. Wakil Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Wakil Ketua PP LPNU Dr. rer. Nat. Jaenal Efendi bersama Gus Mujib, Cucu KH. Wahab Chasbullah dan Ketua LPNU Kabupaten Malang serta H. Rudi, Pengusaha Tahu Organik berkunjung ke Pesantren Rakyat Al-Amin, Selasa (27/11/2018). Silaturahim tersebut langsung diterima oleh Pengasuh sekaligus Penggagas Pesantren Rakyat, Kyai Sableng, Abdullah SAM.

Datang menjelang waktu Isya’, para tamu disambut oleh permainan musik gamelan jawa oleh para santri ‘cilik’ di Pesantren Rakyat Al-Amin. Seusai menyaksikan permainan musik dari santri, Kyai Abdullah SAM langsung mengajak Dr. Jaenal Efendi bersama tamu lainnya ‘Jagong Maton’ di ruang SMP Islam Intergratif. Disitu, Kyai Sableng yang juga Ketua PC ISNU Kabupaten Malang itu bercerita tentang aktifitas dan sejarah singkat Pesantren Rakyat.

Suasana ‘jagongan’ yang mencair menghasilkan beberapa poin, utamanya dalam pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Diketahui secara luas bahwa, perkembangan UMKM/UKM saat ini berlangsung sangat pesat. Banyak produk-produk unggulan yang muncul dari masyarakat utamanya di pedesaan. Namun demikian, kebanyakan para pemilik usaha kecil ini terkendala berbagai persoalan, mulai dari permodalan hingga perizinan. Kegelisahan inilah yang menjadi titik awal pengembangan yang akan dilakukan oleh Pesantren Rakyat Al-Amin bersama IPB, ISNU, LPNU dari tingkat pusat hingga ke bawah.

Mengawali langkah follow up dari pertemuan malam itu, ada beberapa langkah yang akan dilakukan diantaranya, penguatan Pesantren Rakyat se-Indonesia, Pelatihan Packaging, PIRT, Barcode dan BPOM, pembuatan bisnis plan, penguatan IT hingga jalan beasiswa ke kampus IPB.

Baca juga: Kyai Rakyat Ngaji Santri Milenial Di Masjid Besar Gondanglegi

“Produk-produk dari kalangan pengusaha kecil selama ini terhalang dengan proses perizinan. Oleh karena itu penting adanya pendampingan dan sinergi antar lembaga untuk mendukung para pemilik UMKM/UKM peluang-peluang tidak hanya dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar saja”, jelas Abdullah.

Kyai Abdullah SAM menuturkan, akan adanya FGD rutin antara Pesantren Rakyat bersama Wakil Ketua PP ISNU Bidang ekonomi dan Wakil Ketua LPNU setidaknya selama satu bulan sekali. Dari sini, ia menyatakan komitmennya bahwa Pesantren Rakyat wajib segera bergerak untuk mewujudkannya. “Pesantren Rakyat wajib berlari untuk mewujudkan bangunan-bangunan kecil guna memperbanyak laboratorium seni, pertanian, peternakan, koran, kopi, hidroponik, silat, ngaji kitab, an-Nashr dan sebagainya”, tegasnya.

Selanjutnya, Kyai yang kerap menulis di berbagai media itu mengucap rasa syukur atas pertemuan yang berlangsung hingga larut malam itu. “Alhamdulillah banyak program yang bisa disinergikan”, syukurnya. (cha)

  •  
  • 30
  •  
  •  
  •  
    30
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

121 views