Pesantren Rakyat Bersama, STF Al-Farobi dan CVFME Mengadakan Pelatiahan IT

Pesantren Rakyat dalam memberikan sumbang sihnya terhadap generasi muda yang ada di Malang Raya maka terus menerus mengadakan berbagai pelatihan. tanggal 17-18 Septempber 2012 pesantren Rakyat bersama STF Alfarobi yang di pimpin oleh Kyai Muda Ach. Dhofir Zuhri dan CV Fokus Media Enterprise yang di pimpin oleh Abd. Mutholib (wartawan senior di Radar malang). pelatiahan ini di Ketawang Desa Ngadilangkung.

Pelatian IT ini di ikuti 23 pesert dari berbagai organisasi dan kecamatan, bahkan ada yang dari Pontianak, Raas madura dan dari Malang raya. kita mengadakan pelatihan ini tidak di pungut biaya sama sekali, bahkan dapat makan minum geratis. Pematerinya Mas Imam dan Gus Irfan Pakis alumni Pesantren Tambak Beras Jombang sekarang Guru Jaringan Komputer di SMK2 Kota Malang.

Tujuan pelatiahn IT ini agar generasi muda Islam khususnya di Malanga Raya ini memiliki kemampuan dan kesadaran bahwa penguasaan IT sangat penting dalam mengembagkan dakwah di era Dunia yang serba Maya ini. kita sering melihat situs-situs di internet yang dapat merusak akhlak pemuda islam, baik berupa, gambar, film dsb. adapun situs Islam yang unggah adalah ajaran-ajaran yang jaung dari ASWAJA.

maka peserta pelatihan ini setelah lulus di harapkan memiliki Blog atau Website kemudin di isi informasi-yang posistif dan membangun. dan di harapkan alumni-alumninya diharapkan dapat menyebarkan ke teman-teman sebaayanya,,sehingga generasi muda Islam/santr semakin kuat dalam IT.

setelah pelatihan ini akan dilanjutkan mengadakan sekolah jurnalistik dan Sekolah Editing yang akan di bimbing langsung Oleh Kang Tolib wartawan senior di Radar malang Jawa Pos.

dan kedepan Pesantren Rakyat dapat memberi Pelatihan-pelatiahan IT geratis dengan instruktur dari saytri yang telah lulus berbagai Pelatian. dari gerakan yang kecil, sederhana, sepele, terpinggirkan jika dilakukan di setiap sudut desa dan kampung kita masing-masing. insaya Allah Islam Akan Jaya> amin. Abdullah Sam

Pesantren Rakyat Mengadakan Pelatihan Pemuda Siaga Yang Di ikuti Perwakilan dari 9 Kabupaten

Pesantren Rakyat semakin hari semakin memiliki medan magnit yang luas, sesuai dengan visinya yang tidak hanya berpikir lokal. akan tetapi bagaimana bersama-sama elemen masyarakat yang lain sinergi membangkitkan negeri dari keterpurukan, baik mental, ekonomi, pendidikan, budaya, teknologi ataupun politik.

Ide hanya sekedar ide jika tidak di internalisdasikan ke aktifitas kita sehari-hari, Pesantren Rakyat masih memiliki keyakinan bahwa bangsa Indonesia atau Ummat Islam akan bangkit bersama-sama menegakkan keberdayaan masyarakat atau ummat manusia. untuk itu dalam setiap waktu pesantren rakyat harus ada progres ke arah yang lebih baik, baik pembenahan di internal pesantren ataupun memberi manfaat, memberi inspirasi para pemuda untuk bangkit melawan ketidak berdayaan.

Kita sadar bahwa musush islam bukan orang, Bukan Agama atau Negara Lain, namun musush Islam adalah Kebatilan, Kemiskinan, Kebodohan dan Ketidak berdayaan, untuk itu siapapun kita dari manapun asal daerah dan idiologi kita, kita harus memerangi empat hal tersebut. sehingga kita tidak larut pada konflik-konflik internal yang menyita energi kita sehingga sering ali kita lupa bahwa ummat kita menunggu uluran tangan kita.

untuk itu secara kontinyu Pesantren Rakyat terus melakukan penyadaran-penyadaran bagi siapa saja yang masih memiliki hati nurani yang bersih yang mau memikirkan masa depan generasi bangsa ini yang kian hari, kian jauh dari pemahaman diri yang utuh.

Mualai tanggal 11 juni 2012 hingga 18 Juni 2012 pesantren rakyat mengadakan pelatihan secara intensif dan masif dalam rangka penguatan jiwa pemuda agar mau dan mampu serta siap menjadi pemuda Islam yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga wibawa bangsa di masa yang akan datang. pelatihan ini materinya di sesuaikan kebutuhan para pemuda yang akan terjun di tengah2 masyarakat. diantaranya adalah. 1. Analisis Sosial dan SWOT, 2. Strategi Persuasif, 3. Pembuatan Blogg di Internet, 4. Geneologi Sosial Politik, Idiologi dan Ekomomi Nusantara, 5. Psikologi Lintas Budaya Sebagai Pendekatan. 6. Cara Pendirian Lembaga dan Menejemen Organisasi dan materi tambahan lainnya.

Adapaun yang ikut pelatiahn ini ikut secara sukarela dan geratis, Pematerinya diantaranya adalah Pengasuh Pesantren Rakyat sendiri Ust. Abdullah Sam, S.Psi, diantara peserta yang ikut adalah: 1. Aprianto Istiono dari Sidoarjo, 2. Viki Maulana dari Kab. Sidoarjo, 3. Azwajum Muthoharoh dari Karangploso Kab. Malang, 4. Robi’atul Adawiyah dari Kab. Lamongan, 5. Achmad Mubtadiin dari Lamongan, 6. Ahmad Zaini Farid dari Kab. Sumenep, 7. Fikri Najibbudin dari Kab. Jombang, 8. Ahmad Juharsad dari Kab. Blitar, 9. Reny Sofyanti dari Kab. Pasuruan. 10. Abdurrahman Wahid dari Lamongan, Ghofur Yajalali dari Malang, dan Fadlurrahman dari Sumenep.

Mudah-mudahan dari pelatihan ini dapat memberi manfaat bagi bangsa dan ummat manusia di kemudian hari. dan model Pendidikan dan Pemberdayaan ala Pesantren Rakyat segera menyebar ke seluruh antero Nusantara. Amin Ust. Abdullah Sam, S.Psi

Pengurus P2SDM LPPM IPB saat di Pesantren Rakyat

Candidat Doktor Bpk Yannefri Bachtiar saat berkunjung ke pesantren rakyat sekaligus akan ikut menulis tentang model pendidikan yang di kembangkan oleh pesantren rakyat. Penulis buku 101 cara mengenal posdaya dari Institut Pertanian Bogor ini ke pesantren rakyat sudah yang ke dua kalinya. pertama pada bulan maret bersama 15 kampus anggota posdaya dari sumatera dan jawa yang sekaligus di dampingi oleh Dr. Mazwar Nurdin Penggede Yayasan Damandiri.

di dalam kunjungannya yang kedua ini juga sambil membawa contoh hasil produk posdaya IPB berupa Ikandanau yang telah di kemas dengan baik. Bpk. Bachtiar sangat tertarik dengan model Posdaya Pesantren Rakyat dan sekaligus model Pengembangan Pendidikan ala pesantren rakyat. beliau bercita-cita akan membawa pediri pesantren rakyat yaitu Ust. Abdullah Sam ke Bogor untuk bicara ke beberapa tokoh Nasional dengan harapan, model pendidikan yang di kembangkan oleh pesantren rakyat akan di respon pemerintah dengan baik. Kang Dullah

Mengapa Harus Posdaya?

Pertama kali Posdaya lahir meleui lokakarya mini adalah di desa Girimulya, Kecamatan Cibungbulang, Kab. Bogor. Lokakarya mini dilaksanakan di kantor Desa pada tanggal 2 Mei 2007. dihadiri oleh tokoh masyarakat dari berbagai unsur seperti PKK, kelompok tani, pemuda, guru, majlis ta’lim, bidan, PLKB, pengusaha dan aparat desa. dari pihak luar yang hadiri di antaranya IPB, Yayasan Damandiri, Yayasan INDRA, SMA Pandu dan Instat (institut statistik)

Posdaya sangat penting di Indonesia ataupun negara manapaun, karena Posdaya mengangkat isu-isu kemiskinan melalui model pemberdayaan yang melibatkan langsung institusi terkecil dalam tatanan masyarakat yaitu Keluarga.

Posdaya dengan model gerakannya yang membumi, tidak elitis, maka sangat mudah diterima masyarakat dan mudah di pahami. Posdaya mensinergikan seluruh potensi yang ada di dalam suatu kelompok atau lingkungan tertentu dalam rangka meningkatkan fungsi, manfaat, guna suatu sumberdaya secara maksimal

Posdaya merupakan geraka yang asli Indonesia, artinya menghidupkan kembali budaya-budaya saling membantu antara satu dengan yang lainnya, di sebut budaya gotong royong. Erik