PUTEKKOM KEMENDIKBUD PUSAT MENINJAU PENGGUNAAN ICT PESANTREN RAKYAT

 

DSCF6171Sumberpucung (pesantrenrakyat.com) – Kemarin (27/02/2015), salah satu perwakilan Kemendikbud Pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) bidang PUTEKKOM (Pusat Teknologi dan Komunikasi), Dr. Oos Anwas berkunjung ke Pesantren Rakyat untuk melakukan penelitian dan peninjauan penggunaan ICT (Information-Communication and Technology) di Pesantren Rakyat.

Pertemuan tersebut disambut hangat oleh Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, Kyai Abdullah SAM. Seluruh infrastruktur teknologi yang dimiliki oleh Pesantren Rakyat telah dipersiapkan termasuk Wi-Fi, Website, LCD, Radio, Laptop dll. Dalam presentasinya, Abdullah menunjukkan metode pengajaran berbasis IT yang telah dilakukan melalui LCD Proyektor di Aula Pesantren Rakyat. Mulai dari video interaktif belajar bahasa inggris dan bahasa arab yang dapat diakses secara mudah di situs video terkemuka, youtube.com dan lain sebagainya.

Selaras dengan apa yang disampaikan Kyai Abdullah, Dr. Oos juga dengan semangat mengekspose salah satu situs yang dicipta oleh Kemendikbud yang diperuntukkan sebagai media pembelajaran. Sebut saja situs video.kemdikbud.go.id yang berisi tentang berbagai macam video pembelajaran untuk semua jenjang seperi PAUD, SD, SMP dan SMA.

Tak hanya itu, Dosen asli Majalengka itu juga meninjau penggunaan radio di lantai dua Pesantren. Disana dia bertemu dengan operator radio, Aditya Yogie. Ketika ditanya sejauh mana penggunaannya, Yogie, yang juga mahasiswa STIT Ibnu Sina itu menjawab bahwa radio Pesantren Rakyat FM ini menyiarkan berbagai program. Mulai dari program lagu-lagu pop untuk remaja, campursari, kartolo, dan juga menyiarkan berbagai diskusi.

“Tak hanya menyiarkan program musik dan lawak namu radio ini juga dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat sekitar, juga menjadi media syiar dan forum komunikasi masyarakat,” jelas Yogi.

Selama proses pertemuan tak henti-hentinya pujian yang mengalir untuk teknologi yang dimiliki oleh Pesantren Rakyat dari salah satu Pakar Komunikasi itu. “Disini sederhana tapi bisa dimanfaatkan secara maksimal dan ini akan menjadi baik lagi ketika diiringi dengan pengembangan metode pembelajaran berbasis IT,” sahut Oos.

Kyai Abdullah juga berharap dengan datangnya para pakar atau peneliti dari kementerian akan semakin memperkokoh eksistensi Pesantren di mata publik, akademisi dan masyarakat luas. “Dari kunjungan tersebut, tidak menutup kemungkinan akan memunculkan rekomendasi-rekomendasi yang akhirnya akan menjadi salah satu dasar pemerintah untuk mengambil kebijakan untuk memperluas, mereplikasi, memberi penguatan gerakan pendidikan untuk semua yang murah, berkualitas, berbasis IT, dan berpendekatan lokal wisdom ala Pesantren Rakyat,” imbau Abdullah.

“Apalagi yang datang adalah pejabat-pejabat struktural yang memiliki kewenangan untuk memberi penguatan-penguatan dari berbagai aspek seperti Dr. Oos Anwas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Yanefri IPB,  Dharmawanita Kemenag Pusat, BNN Pusat, Para Cendekia dll,” tutup Abdullah. (ncp)

Sabtu, 28 Februari 2015

Abdullah Sam, Peraih Penghargaan Tingkat Nasional Pemberdayaan Masyarakat Posted on 24 Januari 2015 by mirza DI Radar Malang Jawa Post

Gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid cukup efektif  mengajak masyarakat berwirausaha. Itulah yang mengantarkan Abdullah Sam meraih penghargaan tingkat nasional. Selama empat tahun berjalan, perputaran uangnya mencapai Rp 2,4 miliar. Seperti apa?

Irham Thoriq

Keheningan suasana di Jalan Kopral Suradi, RT 07 RW 01 Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, kemarin (23/1) siang tiba-tiba pecah. Suara Abdullah Sam sayup-sayup terdengar dari ruang tamu di rumahnya. Sambil memegang mikrofon, Abdullah terlihat serius melakukan siaran radio.

Ditemani irama lagu dangdut, Abdullah menyapa pendengar radio komunitasnya yang mengudara di gelombang 103,3 Pesantren Rakyat FM. Ketika itu, Abdullah menyiarkan kabar gembira kepada pendengarnya. ”Para pendengar, Posdaya Masjid Al Amin berbasis Pesantren Rakyat mendapatkan jawara satu di Solo pada 13–16 Maret lalu,” kata Abdullah yang saat ditemui kemarin, terlihat santai dengan sarung dan kaus ala kadarnya.

boks Abdullah Sam

Ya, seperti itulah salah satu aktivitas pria satu anak ini. Dirinya memang aktif menyiarkan apapun tentang pesantren rakyat dan pos pemberdayaan keluarga (posdaya) yang mana dirinya lah menjadi pimpinannya. ”Syiar itukan harus didengar banyak orang, makanya kami buat radio komunitas ini,” urainya.

Terkait woro-woro kepada pendengarnya itu, memang Abdullah saat ini sedang bahagia. Bagaimana tidak, Posdaya Masjid Al Amin yang dia pimpin, pada 16 Maret lalu ditasbihkan menjadi yang terbaik se-Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Posdaya Masjid Al Amin mengalahkan 35 ribu posdaya lain di seluruh Indonesia.

Posdaya merupakan program pemberdayaan berbasis masjid yang Damandiri. Yayasan ini berkonsentrasi melakukan pemberdayaan berbasis masjid. Saat ini, Damandiri dipimpin oleh Prof Dr Haryono Suyono, menteri di era Presiden Soeharto.

Saban tahun, Damandiri memberi penghargaan kepada posdaya yang dinilai mampu melakukan pemberdayaan secara masif kepada masyarakat. Setiap posdaya yang berdiri merupakan binaan kampus. Posdaya Masjid Al Amin sendiri merupakan binaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Abdullah menceritakan, sebelum berkompetisi di tingkat nasional, semua posdaya diseleksi terlebih dahulu di tingkat kota dan provinsi. ”Dari 35 ribu inilah, yang ikut kompetisi di tingkat nasional hanya 19 posdaya,” kata pria alumnus Pesantren Nurul Huda asuhan KH Masduqi Mahfudz ini.

Nah, dari 19 posdaya yang diseleksi inilah, Posdaya Masjid Al Amin dinilai mempunyai banyak kelebihan. Salah satu kelebihan yang membuat juri geleng-geleng kepala adalah pemberdayaan ekonomi di Posdaya Al Amin yang dinilai cukup melejit untuk ukuran lembaga yang baru berdiri 2010 lalu.

Bagaimana tidak, sejak 2010 lalu, menurut catatan Abdullah, perputaran uang di Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) yang merupakan Koperasi Posdaya Masjid Al Amin, mencapai Rp 2,4 miliar. ”Ini totalnya, memang cukup besar dan inilah yang menjadi salah satu kelebihan kami,” urai pria 32 tahun ini.

Nah, dari total perputaran Rp 2,4 miliar inilah, posdaya ini tercatat sudah menghidupkan dan mengembangkan 63 usaha kecil menengah yang tersebar di Malang Raya. Di antaranya pembuatan tahu, keripik jamur, aneka makanan kecil, pracangan, dan sebagainya. ”Jadi, usaha kecil itu kita kasih pinjaman, yang pinjam ke BMT tanpa bunga. Sedangkan yang pinjam ke Bank UMKM melalui perantara kami, ada bunga tapi kecil,” imbuh pria yang juga mahasiswa Pascasarjana Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Abdullah mencontohkan usaha pande besi milik Edi Santoso yang tidak jauh dari rumahnya. Beberapa tahun yang lalu, usaha Edi kembang kempis, namun setelah mendapatkan pinjaman posdaya, usahanya kian melejit. ”Saat ini sudah punya 15 pegawai,” imbuh pria kelahiran 16 Agustus 1982 ini.

Karena banyaknya perputaran uang inilah, Abdullah mengatakan kalau ada sekitar 1.300 orang yang sudah dia berdayakan dan tercatat ikut program posdaya. Jumlah ini tidak hanya dari orang yang pinjam uang, tapi juga dari orang yang dicarikan pekerjaan oleh Abdullah melalui posdaya.

Dia menjelaskan, banyak cara untuk memberdayakan masyarakat, salah satunya dengan mencarikan masyarakat pekerjaan tanpa modal. ”Seperti ada orang yang menitipkan hewan dan hasilnya bagi hasil. Ini kami carikan dan kami berikan kepada masyarakat yang kurang mampu,” urai ayah dari Abdul Hajid ini.

Tidak hanya itu, dalam hal lingkungan, Abdullah juga banyak mengadakan ajakan kepada masyarakat untuk menanam sayur-sayuran. Hampir semua rumah di sekitar rumah Abdullah, masyarakatnya menanam sayur. ”Kan dengan menanam sayur, masyarakat bisa berdaya,” jelas suami dari Tri Wiyanti ini.

Menurut Abdullah, berhasilnya pemberdayaan yang dia buat karena dirinya mampu memanfaatkan masjid sebagai tempat pemberdayaan. ”Dulu zaman nabi, masjid itu tidak hanya tempat ibadah, tapi juga untuk mengembangkan ekonomi dan lain-lain,” imbuhnya.

Oleh karenanya, Abdullah akan mengajak agar masyarakat berdaya dengan berbagai cara. Selain dengan berbagai kegiatan, Abdullah juga menyuarakan dari radio komunitas miliknya.”Selain pengajian, radio ini juga berfungsi membimbing keluarga agar tahu dalam melakukan pemberdayaan,” jelas dia.(*/c1/lia)10931365_731667536948196_4347107009842848516_n