Istighosah Akbar serta tirakatan kemerdekaan kegiatan rutin setiap tahun untuk menyambut HUT RI yang 70 tahun di Posdaya pesantren rakyat Al-Amin

Oleh: Lia KKM 2015

Pada malam tepat hari minggu legi,pesantren rakyat Al-Amin mempunyai gawe yaitu melakukan kegiatan istighosah akbar.Dimana acara ini merupakan rangkaian kegiatan posdaya rutinan mushola Al-Amin yang dilakukan setiap hari minggu legi.Pada malam itu masyarakat Rt07 Rw 01 desa Sumberpucung bersama mahasantri pesantren rakyat dengan sangat antusias meghadiri acara tersebut bahkan mayoritas ibu-ibu serta bapak-bapak bahkan anak-anak kecil ikut bersama beristighosah di halaman PAUD pesantren rakyat ini.

Diawali dengan membaca surat Al-Fatihah serta syair-syair istighosah.Bapak Abdullah selaku ketua posdaya Al-Amin diakhir acara mengajak kepada para hadirin yang datang pada waktu itu untuk bermuhasabah yaitu perenungan diri bersama.bermuhasabah ini merupakan cara untuk pemberdayaan masyarakat melalui rohaninya.Targetnya setelah sehabis istighosah ini masyarakat memiliki jiwa-jiwa yang istiqomah melakukan kebaikan antar sesama serta menyadari kesalahan-kesalahn yang sering dilakukannya baik di masa lampau maupun masa sekarang.Istighosah dimalam itu ditemani suara-suara hewan malam seperti jangkrik dan belalang membuat suasana syahdu dan tenang.Semua hadirin larut dalam ketenangan dibawah perenungan yang dipimpin oleh Ustadz Abdullah.

Setelah istighosah selesai,Masyarakat bersama mahasantri berduyun-duyun menghadiri acara setahun sekali yaitu acara tirakatan kemerdekaan.Acara ini merupakan acara rutinan yang digelar oleh para pemuda karang taruna Rt07 Rw01 desa Sumberpucung untuk memperingati HUT Kemerdakaan Indonesia yang 70 tahun.Acara tirakatan ini merupakan momen nostalgia perjuangan Indonesia dimasa lampau untuk merebut kemerdekaan indonesia dari tangan penjajah.Bahkan,diacara tirakatan ini para pemuda karang taruna juga mengundang beberapa veteran pejuang kemerdekaan desa Sumberpucung untuk ikut bernostalgia karena diakhir acara para pemuda memutarkan film perjuangan tempo dulu.Di malam tirakatan ini, pak sukarno selaku ketua takmir mushola Al-Amin memimpin tahlil untuk mendoakan para pejuang yang telah mendahului kita kemudian setelah itu membaca surah Yasin dengan diikuti bersama masyarakat yang hadir pada waktu itu.Sebelum tahlil dimulai,diawal acara bapak Tarmun selaku ketua RT 07 menyampaikan sambutan yang berisi tentang pentingnya menghormati jasa-jasa pahlawan yang telah mendahului kita.Karena tanpa pahlawan kemerdekaan mungkin mustahil negeri ini merdeka.Begitulah pintanya.

Di akhir acara masyarakat beramah tamah sambil makan bersama hidangan yang telah disediakan panitia pelaksa tirakatan.Kemudian sambil beramah tamah menikmati hidangan,Masyarakat disuguhi oleh film produksi sekitar tahun delapan puluhan yaitu judul filmnya Janur Kuning.Janur kuning ini menceritakan tentang sosok jendral Sudirman yang memimpin gerakan gerilya di ibu kota pertama negeri ini yaitu Yogyakarta bersama jendral Soeharto.Yang setting filmnya mengunakan kota Yogyakarta serta keraton kesultanan Yogya.Diharapkan dengan ditayangkan film ini masyarakat mengetahui sejarah perjuangan bangsanya melawan penjajah yang dahulu telah menjajah kita selama 350 tahun.Yang pada akhirnya penjajahan itu sangat merusak bangsa kita dan membuat bangsa kita ini bodoh serta miskin.Oleh karena itu di momen tirakatan ini merupakan momen nostalgia bersama perjuangan bangsa kita untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.Acara tirakatn ini berakhir tepat pada jam 12 malam.setelah itu para hadirin yang datang pulang dengan tertib meninggalkan lokasi acara untuk kembali kerumahnya masing-masing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manisnya budidaya pisang cavendish ala posdaya pesantren rakyat Al-Amin

Oleh Lia: Mahasiswa KKM Posdaya Berbasis Masjid 2015

Demi meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat desa Sumberpucung kecamatan Sumberpucung kabupaten Malang.Posdaya Al-Amin mempunyai cara dan program tersendiri untuk memberdayakan para anggotanya serta masyarakat desa Sumberpucung yaitu dengan membudidayakan pisang cavendish.Pisang cavendish ini merupakan pisang yang hidupnya sering kita temukan di negara-negara tropis seperti di Indonesia ini.

Menurut Prof.Haryono Suyono selaku ketua dan pemilik yayasan Damandiri daj juga serta posdaya,Pisang cavendish merupakan hasil dari pengembangbiakan menggunakan metode kultur jaringan.Dengan metode tersebut pisang cavendish bisa dipanen dalam waktu delapan bulan.Daging pisang jenis ini berwarna putih kekuningan sampai sangat kuning dengan permukaan halus.Pisang ini sangat laku dipasaran.Sedangkan penanaman pisang sudah sukses dikembangkan di Pacitan Jawa Timur dan Bandung Jawa Barat.Begitulah tutur Prof.Haryono Suyono di majalah Gemari.

Sedangkan karakteristik pohon pisang cavendish rata-rata mempunyai tinggi batang 2,5-3 meter dengan warna hijau kehitaman.Daunnya berwarna hijau tua.Panjang tandan 60-100 cm dengan berat 15-30 kg.Setiap tandan terdiri dari 8 hingga 13 sisirandan setiap sisiran ada 22 buah.Dagingnya rasanya manis dan agak asam serta lunak. sedangkan  kulit buah agak tebal berwarna hijau kekuningan sampai kuning muda halus.Pisang cavendish ini juga sangat sensitif terhadap angin kencang karena dapat menyebabkan daunnya rusak dan robek dan bisa juga merobohkan pohonnya.Untuk pertumbuhan yang optimal,curah hujan yang diperlukan sekitar 200-220 mm,dan kelembapan tanahnya tidak kurang dari 60-70 persen dari kapasitas lapangan.Tanah yang paling baik untuk pertumbuhan pisang cavendish adalah tanah liat yang dalam dan gembur serta memiliki yang baik.

Menurut bapak Abdullah Sam bahwasannya bibit pisang yang ada di pesantren rakyat Al-Amin desa sumberpucung ini mendapatkan bantuan dari bapak posdaya indonesia yaitu Prof.Haryono Suyono sejumlah 3300 bibit pohon pisang cavendish agar nanti dibudidayakan oleh anggota posdaya serta dibagikan secara cuma-cuma oleh masyarakat sekitar pesantren rakyat Al-Amin agar dikembangkan dan dibudidayakan dirumah masing-masing.Harapan besar nantinya dengan adanya pembudidayaan pisang cavendish ini bisa mendorong ekonomi kreatif masyarak desa sumberpucung dengan menjual berbagai produk olahan dari pisang cavendish ini.Karena pisang cavendish ini harganya sangat menjajikan dipasaran yaitu berada dikisaran Rp.14.000 hingga Rp.17.000 per kilonya.

Selain itu juga bapak Abdullah juga menambahkan bahwasanya selain harga yang menjajikan, bahwasanya pisang cavendish ini juga mengandung manfaat bagi tubuh manusia jika di konsumsi.Seperti baik untuk kesehatan otak serta bisa melindungi sistem syaraf dan menjauhkan potensi terkena stroke dan menyehatkan jantung.Begitulah tutur pak Abdullah Sam selaku ketua posdaya pesantren rakyat Al-Amin desa Sumberpucung kecamatan Sumberpucung kabupaten Malang.

 

 

 

Belajar budidaya jahe merah bersama posdaya pesantren rakyat Al-Amin

Oleh Lia Mahasiswa UIN Asal Banten

Sudah lebih dari seminggu saya belajar posdaya pesantren rakyat Al-Amin desa Sumberpucung Rt07 Rw01 kecamatan Sumberpucung kabupaten Malang Jawa Timur.Bersama beberapa kelompok KKM 115 posdaya Uinm Maliki Malang.Saya bersama teman saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga sekaligus pengalaman yang luar biasa.Di Posdaya pesantren rakyat ini kami belajar banyak hal mengenai keagamaan,sosial,pendidikan serta belajar bercocok tanam yang baik melalui beberapa budidaya tanaman.

Pada saat pembelajaran budidaya tanaman,kami diajak untuk belajar budidaya tanaman yaitu jahe merah.Jahe merah yang merupakan tanaman herbal yang sering muncul dan bisa kita dapatkan dibenua Asia bahkan pusat tanaman ini banyak tersebar di wilayah Asia tenggara seperti di Indonesia,Malaysia,Vietnam,Thailand,Singapura,Kamboja hingga Myanmar.Bahkan di negeri yang agraris seperti Indonesia ini banyak beragam Jahe jenisnya seperti jahe kumimg,jahe merah serta jahe gajah.

Dari segi habitatnya,jahe merah tumbuh subur di ketinggian 0-1500 meter diatas permukaan laut.Kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 meter.Wilayah kabupaten Malang sangat cocok sekali untuk budidaya jahe merah ini karena sangat berudara sejuk dan tanahnya sangat subur karena dikelilingi oleh gunung serta jarang sekali mengalami kekeringan.Untuk bisa berproduksi secara optimal dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun.Kelembapan 80 persen dan tanah lembab dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi.Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.

Menurut pak Kholis selaku anggota posdaya pesantren rakyat Al-Amin mengatakan bahwasanya bibit jahe merah yang telah ditanam ini sebanyak satu kwintal yang nantinya,kalau tanaman jahe merah sudah berusia tiga bulan bisa dipindah ke polibag dan kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar pesantren rakyat Al-Amin yaitu Rt 07 Rw 01 secara Cuma-Cuma dan untuk dibudidayakan kembali di masing-masing rumah warga.Pak kholis juga berharap dengan adanya budidaya jahe merah ini,nantinya warga bisa memberdayakan ekonominya sendiri dengan berbagai produk olahan jahe merah karena dipasaran harga jahe merah di pasaran sangat menjajikan yaitu berkisar antara Rp.70.000 hingga Rp.75.000 per kilonya.

Pak Anto selaku teman pak kholis dalam penanaman jahe merah sekaligus sama-sama anggota posdaya Pesantren Rakyat Al-Amien mengatakan juga bahwasannya selain memiliki nilai jual yang tinggi yaitu antara Rp.70.000 hingga Rp.75.000 per kilonya,jahe merah mempunyai beragam khasiat dan manfaat seperti untuk obat herbal dan kecantikan karena dalam jahe merah terdapat banyak kandungan minyak atsiri yang cocok untuk kulit dan tubuh kita.selain itu juga bisa dibuat berbagai macam produk olahan.begitulah kata pak Anto.

 

 

 

 

DESA SUMBERPUCUNG, SETELAH ADANYA PESANTREN RAKYAT AL-AMIN

Oleh: Nur Fuad Mahasiswa UIN MALIKI Malang Asal Ponorogo

Desa Sumberpucung adalah suatu desa yang terletak di kecamatan Sumberpucung, Malang, Jawa Timur. Kecamatan Sumberpucung sendiri, sebagian besar terdiri daerah dataran yang dihuni oleh sekitar lima puluh ribu jiwa, dan sebagian wilayahnya dikelilingi Waduk Lahor dan Bendungan Sutami. Penghasilan utama masyarakatnya dihasilkan dari sektor pertanian dan perdagangan. Desa sumberpucung terletak di sebelah selatan Stasiun Sumberpucung, sehingga desa ini mendapat julukan daerah Kidul Stasiun (Selatan Stasiun).

Pesantren Rakyat Al-Amin terletak di Desa Sumberpucung, mulai berdiri pada tahun 2008 yang digagas oleh beberapa orang, termasuk salah satunya Ustad Abdulloh SAM yang merupakan pengasuh pesantren ini. Pada awal mula berdirinya, Pesantren Rakyat Al-Amin kurang mendapat respon positif dari warga sekitar. Banyak respon negatif dari masyarakat sekitar tentang pesantren ini. Bahkan pesantren ini pernah dicap sebagai penyebar aliran sesat.

Sebelumnya, Desa Sumberpucung ini dikenal sebagai daerah yang rawan kejahatan. Perjudian, perampokan, dan premanisme banyak ditemui. Di sepanjang jalan desa banyak pemuda yang mabuk-mabukan, yang tidak jarang merampok pengendara sepeda motor yang melintas. Aparat penegak hukum pun juga tidak bisa berbuat banyak.

Dengan adanya pesantren rakyat, kebiasaan-kebiasaan buruk seperti mabuk-mabukan dan perjudian lambat laun berkurang bahkan menghilang. Pesantren tidak hanya memberikan bimbingan  spiritual kepada masyarakat, perekonomian mereka juga diperhatikan. Tidak sedikit dari mereka yang mendapat pinjaman modal usaha, seperti pemberian kambing gratis, pembagian bibit tanaman, upaya penyediaan lapangan pekerjaan, pembuatan rumah warga, hingga pembiayaan sekolah bagi anak warga kurang mampu, perekonomian warga pun membaik.

Keadaan desa jauh lebih baik dibandingkan sebelum adanya pesantren rakyat. Desa Sumberpucung berubah menjadi desa yang aman, damai, warganya hidup rukun dan kekompakan warganya pun dapat terjalin  erat. Perekonomian warga mulai tertata dengan baik. Banyak warga yang dulunya pengangguran, kini mendapatkan pekerjaan baru. Dengan keberadaan pesantren, Desa Sumberpucung mengalami perubahan yang signifikan.

SENI MUSIK DI PESANTREN RAKYAT AL-AMIN

Oleh: Nur Fuad Ponorogo

Bermacam-macam aliran musik lahir dari berbagai daerah di dunia, termasuk di Indonesia, yang banyak memiliki berbagai seni musik tradisional yang tidak dimiliki oleh negara lain. Salah satunya adalah Seni Musik Gamelan Jawa. Seni musik ini berasal dari Jawa. Gamelan Jawa terdiri atas beberapa instrumen, diantaranya gong, kenong, kendhang, peking, saron, kempol, angklung, dll. Seringkali seni musik dijadikan sebagai sarana dakwah penyebaran Islam, sebagaimana yang dilakukan oleh Pesantren Rakyat Al-amin.

Pesantren Rakyat Al-amin merupakan lembaga pendidikan Islam yang terletak di Desa Sumberpucung, Malang, Jawa Timur. Pesantren ini menggunakan seni musik sebagai sarana metode dakwah karena dipandang cukup efektif menurut Ustad Abdullah SAM selaku pengasuh pesantren.

Alasan digunakannya seni musik sebagai sarana metode dakwah dikarenakan pada awal berdirinya, pesantren ini terletak ditengah-tengah masyarakat yang abangan (masyarakat tradional). Beberapa jenis seni musik yang ada di pesantren rakyat ini diantaraya Seni Musik Gamelan Jawa, Hadrah, dan Seni Musik Modern.

Seni musik gamelan inilah yang cikal bakalnya menjadikan Desa Sumberpucung yang awalnya penuh dengan perjudian, dekat dengan prostitusi, banyak anak tidak sekolah, banyaknya perselingkuhan, semuanya dapat teratasi. Dalam prosesnya, seni gamelan ini dipadukan dengan “Jagong Maton”, yaitu berkumpulnya warga sekitar untuk bermusyawarah dan untuk mempererat tali persaudaraan.

Kegiatan jagong maton diadakan setiap hari sabtu malam, rutin setiap minggunya. Seni  musik gamelan dimainkan di awal jagong maton dan di sela-sela waktu musyawarah. Jagong maton berisi diskusi-diskusi ringan yang membahas berbagai permasalahan kampung, yang tentunya juga akan berdampak positif bagi Desa Sumberpucung.

Disamping itu, seni musik modern juga menjadi kunci utama untuk merangkul para pemuda kampung. Bagi pemuda yang berminat di bidang musik, pesantren menyediakan berbagai alat musik modern, seperti drum, guitar elektrik, bass, dan keyboard yang secara tidak langsung membuat para pemuda yang awalnya menjauh dari pesantren, mulai mau mendekati pesantren.

Dengan metode dakwah inilah warga kampung lambat laun mulai lebih mengenal agama Islam. Kebiasaan buruk seperti mabuk-mabukan dan perjudian, menghilang dengan sendirinya. Saat ini, selain difungsikan seperti tujuan awalnya, seni musik di pesantren rakyat al-amin juga menjadi sarana pendukung berbagai kegiatan kampung.