Posdaya Pesantren Rakyat Al Amin dan Posdaya Nur Sabilillah “Markisah” Ikut Menyambut Menteri Puan Maharani

14500448_1085547704893509_7538209548138343623_o

14480653_1086570871457859_284164148483317922_o

Dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan Hari Keluarga Nasional dan Hari Kontrasepsi se Dunia yang di selenggarakan pada tanggal 27 September 2016 bertempat di Lapangan Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Posdaya Terbaik Nasionala Nomor Wahid tahun2015 asal Kabupaten Malang, Yaitu Posdaya Pesantren Rakyat Al Amin dan Binaanya Posdaya Nur Sabilillah Dususn Pakel SUMBERPUCUCNG YANG TERKENAL DENGAN SEBUTAN kAMPUNG mARKISAH, mewakili LP2M UIN MALIKI Malang untuk ikut serta menghadiri sekaligus ikut pameran produk dua Posdaya Asal Kecamatan Sumberpucung ini.

Acara yang dihadiri Oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Yaitu Puan Maharani Cucu Kandung Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan Sekaligus dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul serta ribuan masyarakat malang yang memenuhi Lapangan Poncokususmo.

Sempat Mendapat perhatian khusus dari Wakil Gubernur Jawa Timur Gus Ipul yang merangsek menyapa menyalami penunggu Pameran dari Pesantren Rakyat karena beliau ingat dengan Pesantren Rakyat karena beberapa ketemu di beberapa acara, sekaligus ingat dengan kaos Pesantren Rakyat yang di bawa oleh Peserta pameran asal Sumberpucucng yang khas Hitam.

Perwakilan dari Kecamatan Sumberpucucng terdiri dari empat orang kader Pesantren Rakyat, yaitu Aris Widodo Ketua Bank Sampah Mandiri Markisah, Akhmad Jaelani Ketua Posdaya Nur Sabilillah, sekaligus ketua POKMAS Markisah Pakel, Ghofur Yajalali Ketua Karangtaruna Desa Sumberpucucng, Pendamping PKH, Pembina Seni Budaya Sumberpucucung dan AChmad Yudianto Ketua Kelompok Usaha Mandiri Pesantren Rakyat.

Pameran kali Ini Juga Di Kawal Oleh Bapak Camat Sumberpucucng TITO FIBRIANTO, Menurut peserta pameran yang hadir asal Sumberpucuncg sempat di tunggu sangat lama beserta ibu Camat sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Sumberpucung dan semua emapat orang ini de belikan rokok. Al Hamdulillah.

Posdaya Al Amin dan Posdaya MArkisah Nur Sabilillah Binaan LPPM UIN Maliki Malang Yang di ketuai oleh ibu Dr. Hj. Mufidah Ch ini memang Posdaya yang selalau di unggulkan ke mana-mana sampai tidak ada kampus Posdaya yang tidak pernah berkunjung ke Kecamatan Sumberpucung, sampai tidak kurang 450 kali kunjungan.

Memang Posdaya Pesantren Rakyat Al Amin Khususnya sudah ada 37 Program untuk masyarakat dan jalan semua. Bahkan Khusus Pesantren Rakyat Nya saja sudah berkembang ke beberapa kota propinsi di Indonesia sampai 130 Pesantren Rakyat, Khusus di Malang Raya ada 25 Pesantren Rakyat.

Efek Kurang Piknik kata peserta pameran asal Sumberpucucng ini, sambil guyon hehehehe… setelah selesai pameran langsung rekreasi ke situs tua yang ada di Tumpang yaitu Canti Jago, dan kemudian juga sempat mengibarkan bendera Pesantren Rakyat di Kebun Apel Poncokususmo serta sampai Ngadas Tengger yang atas. abd

JAGONG MATON MASUK PANCA RUKUN PESANTREN RAKYAT NASIONAL

14444720_1082843825163897_7158559432485621876_o

14352167_1078675305580749_4968982623864112040_o

Jagong Maton merupakan cangkruan ala rakyat yang dilakukan di mana-mana, kapan saja namun ada muatan atau inti pembicaraan yang bermanfaat, baik berupa isnformasi, tukar pendapat, musyawaroh, guyonan, nyanyi-nyanyi, cengengesan tanpa penentuan tema yang baku, bisa bicara ngalor ngidul dan tidak ada pemateri, semua bisa menjadi nara sumber sesuai kemampuanya masing-masing.

Terinspirasi dengan cerita kancil yang melegenda, cerita2 rakyat lainya, pedoman2 hidup, dan adat istiadat dalam suku tertentu kenapa bisa lestari dan bisa menjadi pedoman masyarakat?. ternyata cara penyebaranya adalah melalaui Jagongan waktu sambatan, sayan, jagong bayi, jagong manten, nglayat, cerita guru di sekolah, cerita bapak ibu pengantar tidur dan sebagainya. dari jagongan tersebut terjadi saling ngobrol tanpa tema, namun secara tidak langsung menjadi komunikasi yang efektif, karena santai, tidak formal, tidak ada narasumber tungga, semua bisa menjadi narasumber sesuai kemampuan dan statusnya masig-masing.

Maka dari itu Dalam Pertemuan Pesantren Rakyat Nasionala ke dua ini Semua perwakilan pesantren Rakyat sepakat bahwa Jagong Maton Menjadi Salah Satu Rukun Pesantren Rakyat di manapun berada dalam bentuk dan model yang selalau menyesuaikan dengan lingkungan sekitar pesantren rakyat.

Manfaat dan guna Jagong Maton adalah sebagai media bertemu antar masyarakat baik dari penggerak pesantren atau dari tokoh serta seluruh masyarakat yang menjadi target dakwah ke arah yang lebih abaik. di dalam Jagong maton bisa saling tukar informasi, tukar pendapat, mengetahui masalah dan potensi yang ada dan terjadi kohesifitas dan seduluran secara tidak langsung.

DISKUSI LARUT MALAM, PERTEMUAN NASIONAL II REKOMENDASIKAN PENGGUNAAN BAHASA LOKAL DALAM SETIAP IDE PESANTREN RAKYAT

img_2671Pesantren Rakyat (www.pesantrenrakyat.com) – Musyawarah nasional Pesantren Rakyat menjadi ajang sharing ide dan gagasan antar pengasuh untuk memperkuat kelembagaan. Dr. Mahpur langsung memimpin kegiatan kelompok diskusi pengembangan kelembagaan Pesantren Rakyat pada Sabtu malam, (17/09). Tak sendiri, Dr. Hj. Mufidah Ch., juga turut mengawal proses diskusi. Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang dipilih sendiri oleh peserta sesuai dengan passionnya masing-masing. Peserta berdiskusi sejak sore dengan tema pengembangan seperti di bidang kaderisasi, kesehatan, ekonomi, budaya dan pendidikan.

Muncul berbagai ide filosofis yang membangun dalam setiap presentasi yang dilakukan oleh setiap peserta. Hal ini kemudian menciptakan dialog interaktif antar peserta. Selanjutnya seperti di bidang kaderisasi memunculkan beberapa usulan seperti komitmen, totalitas, militansi, untuk memperkuat gerakan dan menciptakan kohesivitas didalam setiap elemen Pesantren Rakyat. Disisi lain, bidang kesehatan dan ekonomi mengusulkan untuk adanya cara mandiri dalam mengatasi masalah. Untuk itu, ada ide filosofis untuk kembali menghidupkan budaya celengan, membangun lumbung dan membudayakan hidup sehat dengan menggunakan obat-obatan organik.

Tak ketinggalan, di bidang budaya, Jagong Maton kembali ditekankan menjadi salah satu cara efektif untuk mendeka kepada masyarakat. Selain itu, pengembangan dan menghidupkan kembali permainan tradisional yang telah mulai memudar juga menjadi gagasan bersama. Di bidang pendidikan, tak luput menjadi perhatian serius oleh seluruh peserta untuk dan banyak gagasan muncul.

Larut malam, diskusi berjalan semakin hangat. Penggagas Pesantren Rakyat ditengah diskusi terus mengusulkan penggunaan bahasa-bahasa yang merakyat dalam setiap ide filosofis yang muncul. Hal tersebut diamini oleh Dr. Mufidah dan Dr. Mahpur dengan bahasa yang lain yakni penggunaan bahasa lokal.

Diakhir diskusi, Ketua LP2M UIN Malang menghimbau untuk memberikan ruang kepada anak-anak untuk bermain. Dalam hal ini, Dr. Mufidah mengajak untuk memberikan permainan kepada anak sebagai bentuk pengkaderan secara tidak langsung sejak dini. (ncp)

PROF. IMAM SUPRAYOGO: TINGKATKAN TOTALITAS DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN ALTERNATIF MELALUI PESANTREN RAKYAT

img_2584Pesantren Rakyat (www.pesantrenrakyat.com) – Hari kedua pertemuan nasional Pesantren Rakyat diisi penyampaian materi tentang pendidikan alternatif ala Pesantren Rakyat dan bedah buku Nyantri ala Rakyat oleh Prof. Imam Suprayogo di Auditorium Rumah Singgah UIN Maliki Malang, Sabtu (17/09/2016).

Diawal materi Prof. Imam menyampaikan keresahannya tentang pendidikan yang ada saat ini. Beliau menyampaikan, sekolah hari ini tidak memperbaiki akhlak dan karakter. Berdasar pengalamannya ketika mengunjungi berbagai negara di dunia, akhlak dan karakter tidak bisa dibangun melalui lembaga pendidikan pada umumnya melainkan melalui pesantren.

Selanjutnya, dalam hal ini Prof. Imam Suprayogo menyebut Pesantren Rakyat sebagai solusi pendidikan alternatif untuk menghadapi realitas pendidikan yang semakin hari mengalami kemunduran. Hal demikian membuat salah satu peserta bertanya, apa yang harus dibangun atau model seperti apa yang dikembangkan di Pesantren Rakyat? Apakah harus membangun ekonomi terelebih dahulu? tanya Rudik, salah satu peserta pertemuan dari Singosari kepada Prof. Imam.

Wakil Syuriah NU Jawa Timur kemudian menjawab dengan gambaran pengalaman yang pernah dilakukan oleh Prof. Imam manakala mengajak pelatih jaran kepang untuk mau mendekat ke mushola dan melakukan ibadah. Untuk itu Pesantren Rakyat selayaknya bisa menyantrikan rakyat tidak hanya memperbaiki kualitas jasmani yang bersifat duniawi saja melainkan juga kualitas rohani menuju kehidupan akhirat. Hal demikian juga tidak kalah penting, respon Imam.

Kemudian tokoh yang pernah memimpin UIN Malang selama 16 tahun itu melanjutkan, Pesantren Rakyat bisa bergerak dari manapun. Beliau mencontohkan melalui kultur-budaya seperti yang digambarkan diatas, Pesantren Rakyat yang memakai gaya ala rakyat masuk melalui ruang-ruang budaya dan Pesantren Rakyat adalah kehidupan yang Islami.

Diakhir materi yang diberikan, Prof. Imam Suprayogo memberikan motivasi kepada seluruh pengasuh Pesantren Rakyat yang hadi pada pertemuan, harus total membuat sebuah perubahan yang baru. “Menghabiskan energi” yang berarti totalitas untuk mengembangkan madrasah Pesantren Rakyat, lanjut Imam. Perjuangan jangan setengah-tengah harus all out, terus membuka diri untuk menerima masukan dan saran demi berkembangnya Pesantren Rakyat. Sebagai kalimat penutup Prof. Imam mengumpamakan seperti dibawah.

Untuk apa hidup ini jika tidak meninggalkan sesuatu. Seribu tahun lalu singosari sudah membuat patung kendedes yang dinikmati orang yang hidup seribu tahun sekarang. Oleh karena itu bagaima Pesantren Rakyat ini bisa hidup di masa yang akan datang. Serius membuat Pesantren Rakyat dan bisa mengungguli lembaga pendidikan yang lainnya. (ncp)