JAGONG MATON MASUK PANCA RUKUN PESANTREN RAKYAT NASIONAL

14444720_1082843825163897_7158559432485621876_o

14352167_1078675305580749_4968982623864112040_o

Jagong Maton merupakan cangkruan ala rakyat yang dilakukan di mana-mana, kapan saja namun ada muatan atau inti pembicaraan yang bermanfaat, baik berupa isnformasi, tukar pendapat, musyawaroh, guyonan, nyanyi-nyanyi, cengengesan tanpa penentuan tema yang baku, bisa bicara ngalor ngidul dan tidak ada pemateri, semua bisa menjadi nara sumber sesuai kemampuanya masing-masing.

Terinspirasi dengan cerita kancil yang melegenda, cerita2 rakyat lainya, pedoman2 hidup, dan adat istiadat dalam suku tertentu kenapa bisa lestari dan bisa menjadi pedoman masyarakat?. ternyata cara penyebaranya adalah melalaui Jagongan waktu sambatan, sayan, jagong bayi, jagong manten, nglayat, cerita guru di sekolah, cerita bapak ibu pengantar tidur dan sebagainya. dari jagongan tersebut terjadi saling ngobrol tanpa tema, namun secara tidak langsung menjadi komunikasi yang efektif, karena santai, tidak formal, tidak ada narasumber tungga, semua bisa menjadi narasumber sesuai kemampuan dan statusnya masig-masing.

Maka dari itu Dalam Pertemuan Pesantren Rakyat Nasionala ke dua ini Semua perwakilan pesantren Rakyat sepakat bahwa Jagong Maton Menjadi Salah Satu Rukun Pesantren Rakyat di manapun berada dalam bentuk dan model yang selalau menyesuaikan dengan lingkungan sekitar pesantren rakyat.

Manfaat dan guna Jagong Maton adalah sebagai media bertemu antar masyarakat baik dari penggerak pesantren atau dari tokoh serta seluruh masyarakat yang menjadi target dakwah ke arah yang lebih abaik. di dalam Jagong maton bisa saling tukar informasi, tukar pendapat, mengetahui masalah dan potensi yang ada dan terjadi kohesifitas dan seduluran secara tidak langsung.