DISKUSI LARUT MALAM, PERTEMUAN NASIONAL II REKOMENDASIKAN PENGGUNAAN BAHASA LOKAL DALAM SETIAP IDE PESANTREN RAKYAT

img_2671Pesantren Rakyat (www.pesantrenrakyat.com) – Musyawarah nasional Pesantren Rakyat menjadi ajang sharing ide dan gagasan antar pengasuh untuk memperkuat kelembagaan. Dr. Mahpur langsung memimpin kegiatan kelompok diskusi pengembangan kelembagaan Pesantren Rakyat pada Sabtu malam, (17/09). Tak sendiri, Dr. Hj. Mufidah Ch., juga turut mengawal proses diskusi. Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang dipilih sendiri oleh peserta sesuai dengan passionnya masing-masing. Peserta berdiskusi sejak sore dengan tema pengembangan seperti di bidang kaderisasi, kesehatan, ekonomi, budaya dan pendidikan.

Muncul berbagai ide filosofis yang membangun dalam setiap presentasi yang dilakukan oleh setiap peserta. Hal ini kemudian menciptakan dialog interaktif antar peserta. Selanjutnya seperti di bidang kaderisasi memunculkan beberapa usulan seperti komitmen, totalitas, militansi, untuk memperkuat gerakan dan menciptakan kohesivitas didalam setiap elemen Pesantren Rakyat. Disisi lain, bidang kesehatan dan ekonomi mengusulkan untuk adanya cara mandiri dalam mengatasi masalah. Untuk itu, ada ide filosofis untuk kembali menghidupkan budaya celengan, membangun lumbung dan membudayakan hidup sehat dengan menggunakan obat-obatan organik.

Tak ketinggalan, di bidang budaya, Jagong Maton kembali ditekankan menjadi salah satu cara efektif untuk mendeka kepada masyarakat. Selain itu, pengembangan dan menghidupkan kembali permainan tradisional yang telah mulai memudar juga menjadi gagasan bersama. Di bidang pendidikan, tak luput menjadi perhatian serius oleh seluruh peserta untuk dan banyak gagasan muncul.

Larut malam, diskusi berjalan semakin hangat. Penggagas Pesantren Rakyat ditengah diskusi terus mengusulkan penggunaan bahasa-bahasa yang merakyat dalam setiap ide filosofis yang muncul. Hal tersebut diamini oleh Dr. Mufidah dan Dr. Mahpur dengan bahasa yang lain yakni penggunaan bahasa lokal.

Diakhir diskusi, Ketua LP2M UIN Malang menghimbau untuk memberikan ruang kepada anak-anak untuk bermain. Dalam hal ini, Dr. Mufidah mengajak untuk memberikan permainan kepada anak sebagai bentuk pengkaderan secara tidak langsung sejak dini. (ncp)

Share to Communicate

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*