PESANTREN RAKYAT MENGEMBANGAKAN ISLAM YANG MERANGKUL, BUKAN YANG MEMUKUL

Jpeg

Jpeg

Setiap pemikiran memiliki pengaruh dalam tindakan, Pesantren Rakyat, Pesantren yang aktivitas dan kurikulumnya ala rakyat.
Sesuai dengan definisinya pesantren rakyat setiap Malam Minggu, selain menginspirasi di setiap Mushola dan Masjid untuk mendirikan pesantren malam minggu, juga menghidupkan Karang Taruna, IPNU/ IPPNU setiap ranting dan PAC yang mati.
Melalaui kegiatan MAKESTA ( Masa Kesetiaan Anggota) yang di adakan PAC IPNU/IPPNU Sumberpucung, dimana hampir 80% adalah santri-santri Pesantren Rakyat dari Desa Karangkates, Sumberpucung, Jatiguwi, Sambigede, Senggreng, Teenyang dan ada juga peserta yang datang dari kecamatan luar Sumberpucung, seperti kalipare, Kepanjen, Turen, Ngajum.
Inilah pesantren rakyat, tidak boleh sekedar memikirkan interen pesantrennya, tetapi juga memiliki kwajiban mengidupkan aktifitas-aktifitas pemuda di mana-mana. Itulah pesantren rakyat yang di gagas oleh Cak Dullah (Ust. Abdullah Sam).
Setiap kegiatan yang dilaksanakan dengan cara moving, keliling ke Desa satu ke Desa yang lain, dari Masjid, Mushola, TPQ, Madin, Pesantren yang satu ke yang lain. Dengan harapan terjadi Dakwah Islamiyah di mana-mana tempat.
Kegiatan ini di hadiri, MWC NU, Ketua PAC ANSOR, Ketua LP Maarif, Banser dan Dari Pihak Kepolisian Sumberpucung.
Dari 100 peserta setiap Makesta, harapanya bisa muncul beberapa kader Islam ASWAJA, Islam yang menjaga NKRI, Islam Yang Ramah, Islam Yang Merangkul bukan Memukul, Islam Yang Mencintai bukan Islam yang membenci.
Kegiatan MAKESTA sabtu-Minggu ini dilaksanakan di Madrasah Diniyah Hasanuddin Desa Ternyang. Dan dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat setemoat luar biasa, sampai jam 02.00 malam masyarakat setempat masih ikut menunggu sambil ngoblor-ngobril ringan ala Jagong Maton Pesantren Rakyat…Alfatihah

Alfatihah

Jpeg

Jpeg

Share to Communicate

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*