RINTISAN KOPERASI WALI MURID PAUD PESANTREN RAKYAT AL AMIN

Koperasi Wali Murid PAUD Pesantren Rakyat Al Amin Sumberpucung Kabupaten Malang, merupakan gagasan cemerlang dari hasil pengamatan yang mendalam, terkait banyaknya waktu terbuang ketika wali murid menunggu anaknya mulai Pukul 07.30 – 10.00 pagi.

Kemudian klesak-klesik antara ketua yayasan dan kepala PAUD Pesantren Rakyat dalam waktu yang lama, kemudian muncul ide dari ibu-ibu juga untuk membuat Koperasi Wali Murid PAUD.
Gagasan awal adalah jualan kecil – kecilan, jajanan anak seribuan dan beberapa gorengan, botok dan es lilin. Namun seiring dengan adanya gesekan dengan warung yang sudah ada sebelumnya, akhirnya terjadilah rapat bersama, Yayasan, Kepala PAUD, Ketua Koperasi Wali Murid PAUD dan Bu Sri Yang Mewakili warung yang sudah ada sebelumnya.
Dari rapat inilah akhirnya Yayasan Menyarankan agar ada pembagian yang jelas terkait barang yang di jual. Kemudian disepakati bahwa warung yang sudah ada lebih fokus kepada jajanan anak-anak yang sehat, dan koperasi wali murid lebih pada melayani kebutuhan ibu-ibu dan harapnya bisa menjadi pusat belanja sembako dan kebutuhan lainya.
Dari situ akhirnya Yayasan membuat kan bangunan sederhana untuk sebagai PUSKOMIN (Pusat Komunikasi dan Informasi) Koperasi baik dalam urusan penjualan, permodalan dan dapat di sinergikan dengan BMT Pesantren Rakyat.
Karena Tanah milik Yayasan, Yang Membangun juga yayasan, permodalan sebagian besar juga Yayasan maka disepakati ada bagi hasil keuntungan bersih 25% kembali kepada kemakmuran sekolah, termasuk untuk menambah honor guru.
Alhamdulillah akhirnya berkembang sampai pada penjualan air mineral isi ulang, beras, minyak goreng, gula, alat tulis, seragam sekolah, kaos pesantren rakyat, pulsa dan sebagainya.. Jadi ibu – ibu muda yang juga masih menata ekonomi, bisa mulai mendapatkan tambahan penghasilan, menekan penheluaran dan bisa belajar berdagang, bisa menjual produknya sendiri dll.
Harapannya koperasi ini akan le jadi centra belanja rakyat, yang murah tetapi beekualitas. Dan sekaligus salah satu upaya mendidik masyarakat khususnya ibu ibu muda agar krestif dalam memperkuat ekonomi, dan anaknya bisa pintar, ibunya bisa berdaya dan mandiri.. Inilah Harapan dari Pesantren Rakyat.
Harapannya ke depan perkumpulan wali murid ini bisa ikut mencerdaskan ibu ibu muda, dengan materi parenting, pelatihan umkm, pelatihan pembuatan masakan olahan, pembukuan, hibgga bisnis online. Abd alfatihah

Share to Communicate

HARI KE TUJUH TERPILIH JADI REKTOR, PROF. ABDUL HARIS KUNJUNGI PESANTREN RAKYAT

20768224_1424162677698675_7902424957913622448_n

Hari Selasa, 08-08-2017 Rektor baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, hari ke-7 berkunjung ke Pesantren Rakyat Al-Amin yang berada di Desa Sumberpucung Kabupaten Malang. Pesantren Rakyat yang pernah juara 1 tingkat nasional dalam Pos Pemberdayaan Keluarga tahun 2015 yang mampu menyisihkan 45.000 perberdaya yang lain, selalu menarik untuk di kunjungi, baik dari kalangan akademisi, pejabat, pengansuh Pondok Pesantren, Takmir Masjid dan sebagainya.
Dalam kunjunganya Prof. Abdul Haris di sambut langsung oleh Abdullah Sam sebagai Pengasuh Pesantren Rakyat, tidak kurang 150 jamaah ikut menyambut datangnya Rektor Baru ini, mulai masyarakat, MUSPIKA (Sekretaris Camat, Koramil, Bhabinkamtibmas) , Kepala Desa, Pengasuh Pesantren Barokatul Qur’an, Anak SD Islam Integratif, PAUD, TK Pesantren Rakyat dan santri-santri yang mukim.
20767824_1424162517698691_342499589696583629_n

Dari kampus Pak Rektor di damping Ketua LPPM UIN MALIKI Malang Ibu Doktor Mufidah Ch, Doktor Agus Maimun Wakil Rektor Bagian Kemahasiswaan dan beberapa dosen dan relawan Posdaya.
Kurang lebih pukul 10.00 Profesor Puisi, karena beliau setiap hari menulis puisi datang dan disambut langsung dengan Kyai Rakyat Kang Dullah Atau Cak Dullah dengan, langsung salaman cipika-cipiki tanda saling menghormati kemudian pak Rektor sambil bilang ‘ini Pak Yai yang di WA itu’,, kebetulan satu Group di Group WA tertentu, dan Kyai Sableng Abdullah Sam menjawab ‘enggeh Prof,’.
20770015_1424162547698688_8216957935780542727_n (1)

Kemudian Abdullah Sam langsung mengarahkan kepada Prof. Haris untuk menyalami para santri , murid PAUD,TK SD Pesantren Rakyat yang ikut nyambut, sambil berkata,,, ;’’ini Prof…. Beliau ingin salaman agar ketularan Pintarnya’, . kemudian langsung menuju ruang tamu terbuka yang penuh Buku, kemudian melihat Mushola Monumen, dimana pertama kali bangunan pesantren rakyat di buat. Kemudian menuju bangunan TK, PAUD, dan SDII Pesantren Rakyat, kamar santri yang masih acak-adul dalam proses pembenahan, dan lahan-lahan kosong yang ke depan akan di buat pengembangan pesantren rakyat, di antaranya adalah lahan untuk SD, SMP, SMA, dan laboratorium-laboratorium santri dan Murid Sekolah.
Walau tidakberjalan-jalan ke situs dampingan yang ada, misalnya pande besi, kebun bergizi, kolam ikan, pembibitan, penyewaan perahu cadik, kolam renang, dan sebagainya, karena Prof. Haris memiliki waktu yang terbatas juga, karena mau ke arah Jombang dan Jogjakarta, maka langsung menuju Mushola Kecil yang telah tertata rapi jajanan ndeso, kopi dan LCD Proyektor yang sudah terkonekan dengan Komputer siap di Presentasikan Oleh Abdullah Sam kepada Pak Rektor, kurang lebih 30 menit presentasi tentang Pesantren Rakyat dan beberapa karya dan temuan yang telah di lakukan. Saat Ust. Abdullah Sam presentasi, sesekali Profesor Haris seakan tidak menghiraukan, memegang HP dengan serius, ehh ternyata setelah Kang Dullah selesai presentasi, tiba-tiba Prof. Abdul Haris Kelahiran Lamongan ini sudah bilang, Puisi Sudah selesai, sudah tak kirim,, tidak lama langsung Abdullah Sam membuka HP selisih paling satu dua menit, tepat pukul 11.20 ternyata memang betul puisi sudah jadi,, ini puisi Beliau:

20799194_1424162444365365_7648609184149191928_n
PESANTREN RAKYAT,
Dengan Pengembangan Masyarakat

Abdullah Sam kita.
Seorang kiyai sangat muda.
Telah berbuat banyak untuk bangsa.
Pemberdayaan masyarakat dengan posdaya.
Perangi kemiskinan dengan gaya desa.
Efektif dan bisa merata diterima dimana-mana.
Didukung oleh semua rakyat dan pemerintah.
Seluruh pejabat desa, polisi dan tentara.

Pesantren rakyat kini.
Pola dan paradigma terpilih.
Menjadi realisasi dari idealisasi.
Saling membantu diantara anak negeri.
Mengatasi problem dengan cara yang teliti.
Merangkul para tokoh terutama para kiyai.
Dengan cara memberi peran dan menghormati.
Bersama fokus untuk membasmi.
Kemiskinan struktural dan yang diwarisi.

Selamat.
Ibu Dr. Mufidah kita.
Mas Abdullah Sam yang mulia.
Telah berbakti untuk nusa dan bangsa.
Dengan pendekatan yang sangat Indah.
Partisipasi dan tanggungjawab bersama.
Membangun Indonesia dengan kembangkan desa.

Semoga saja.
Bisa dikembangkan di dunia.
Pesantren rakyat untuk manusia.

Sumber Pucung, 8 Agustus 2017
‘Abd Al Haris Al Muhasibi

20770274_1424162864365323_7694690399739169879_n
Kemudian giliran Prof. Abdul Haris member wejangan dan penguatan, beliau menyampaikan jika ada alumni UIN 100 saja di Indonesia, maka Indonesia akan baik, kemudian beliau menyampaikan pentingnya munculnya Percaya Diri yang kuat pada setiap manusia, tokoh-tokoh dunia rata-rata orang yang memiliki percaya diri yang kuat, beliau kenapa Kyai Abdullah Ini bisa mengembangkan 131 Pesantren Rakyat di seluruh Indonesia dan mampu merubah keadaan lingkungan menjadi baik, karena Percaya dirinya tinggi.
Kemudian dalam pandangan beliau di harapkan Mas Abdullah Sam ini bisa menjadi tokoh dunia, serta melihat bahwa perubahan yang terjadi adalah juga tidak lepas antara Lembaga Pemberdayaan dan Pengabdian dari Kampus, terutama UIN Malang, kemudian Posdaya dan Tokoh Lokal Abdullah Sam sebagai Penggerak Pesantren Rakyat. Maka ini bisa menjadi solusi di negara-negara berkembang yang masih mencari solusi untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa dan Negara. Abd. yang penting lagi.. alfatihah

Share to Communicate

Zainul Hakim: Mengenal Pesantren Rakyat Dengan Pendekatan Yang Sederhana

20369196_742374535969732_3867432246255963371_o

Oleh: Zainul Hakim

Mungkin Sudah tidak asing lagi sekarang bila kita mendengar Nama Pesantren Rakyat, yang pertama kali digagas mulai Th 1998, oleh seorang pemuda dikala itu, beliau adalah K.Abdullah Sam dengan penampilanya yang sederhana Ala Rakyat, sifatnya yang humoris, Pergaulanya yang tidak pilah-pilih membuat beliau disukai banyak orang dari berbagai kalangan dan memudahkanya dalam berdakwah keislaman dan kenegarawanan konsep Pesantren Rakyat ini bisa dibilang sangatlah sederhana dan mudah diterima dikalangan Rakyat, dengan kurikulum Ala Rakyat, ngaji ala rakyat, pendidikan ala rakyat, manejemen ala rakyat, pakaian alarakyat, dan dalam berbagai aspek kehidupan ala rakyat, cuman ditumpangi dengan nilai-nilai keislaman sesuai dengan ajaran Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan Ulama’ terdahulu baik dalam tatanan Syariat, Tharekat, Hakikat, atau Ma’rifatnya.

Berawal dari Kyai Abdullah Sam pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin Sumberpucung Kab.Malang dengan pendekatan yang sederhana terhadap masyarakat, mudah di terima dan juga menyentuh terhadap masyarakat bagian bawah sekalipun dengan pemberdayaan Masyarakatn dengan Posdaya .

Pergerakan Pesantren Rakyat bisa dibilang sangat cepat seakan kapas terhembus angin, dilihat dari Prestasinya dalam Pemberdayaan Masyarakat dengan Posdaya-nya yang mendapat penghargaan Posdaya terbaik Nasional, dan cabang Pesantren Rakyat yang sudah mencapai 130 lebih di Indonesia, dan banyak hal-hal lain menunjukan bahwa Pesantren Rakyat adalah gagasan dan trobosan ide baru yang sangatlah berlian untuk menyikapi kondisi negara kita.

Prestasi Yang telah dicapai oleh sosok Kyai Abdullah Sam dengan Pesantren Rakyatnya tidak datang secara tiba-tiba, pengorbanan yang beliau haturkan untuk Agama dan Negara bukan hanya pemikiran semata, melainkan dengan segenap jiwa dan raga sehingga tidak heran orang yang mengikuti dan menyaksikan langsung jalan perjuangan beliau Menangis menyaksikan Pengorbananya yang jarang kita saksikan di zaman sekarang karna pengalaman pribadi saya pula termasuk orang yang menyaksikanya langsung sehingga saya tidak memiliki keraguan sedikitpun Terhadap Pesantren Rakyat dan penggagasnya .

Dari 130 lebih cabang Pesantren Rakyat ada Pesantren Rakyat yang terletak di Kab.Malang bagin timur tepatnya di Rt 27, Rw 07, Dsn.Sumbergentong Kulon, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, yang Mulai berdiri Th 2016 yaitu Pesantren Rakyat Zainul Ulum, yang sudah mulai bergerak dan membawa sedikit perubahan, meski pendirinya sukanya Jagongan, Ngopi, Rokok’an, yang ilmunya tidak seberapa, pintarnya sedikit dan bodohnya banyak ya siapa lagi kalau bukan saya sendiri yaitu Zainul Hakim (Nama lengkap ), Zain atau Hakim (Nama panggilan ).

Sedikit bercerita mengenai awalmula saya mendirikan Pesantren Rakyat, saya sangat kebingungan dan penuh tanda tanya, bagaimana pergerakan Pesantren Rakyat l ?…. langkah awal apa yang harus diambil ? dan banyak pertanyaan lainya yang saya tanyakan pada Kyai Adullah Sam sampai beliau sendiri berkata “males jawab takontok.” ( malas jawab tanya-tanya terus ) karna hampir setiap hari bertanya, baik secara langsung atau melalui telefon, sms..dll… karna dikala itu saya berfikir Pesantren Rakyat itu didirikan oleh Orang-orang yang pintar atau alim, metodenya sangat rumit. Tapi setelah saya mengenal Pesantren Rakyat lama dengan sambil mendirikan saya baru sadar Orang bodoh seperti saya juga bisa mendirikan Pesantren Rakyat, dan juga bisa menyimpulkan bahwa Pesantren Rakyat pergerakanya tidak dibatasi, pokoknya baik dan bermanfaat bagi Masyarakat intinya disana…… Setelah saya fikir-fikir yang membuat ribet mempertanyakan Pesantren Rakyat, Ya..saya sendiri persoalan mudah dipersulit, persoalan sulit dipermudah jadinya kacau.

Terimakasih tidak lupa saya sampaikan kepada Kyai Abdullah Sam yang telah memberi pengetahuan, mengarahkan, mebimbing, dan menyadarkan, bahwa saya juga harus melihat dan memper hatikan Masyarakat sekeliling baik dalam segi agama, pendidikan, ekonomi.
Dengan tulisanya yang Tegas dan membuat agak merinding membacanya, dan membuktikan bahwa mendirikan pesantren rakyat bukanlah main-main atau punya kepentingan pribadi.

Kata-kata dari Kyai Abdullah Sam yang membangkitkan semangat :

DIMANA ADA PESANTREN RAKYAT, HARAM HUKUMNYA ORANG MISKIN KELAPARAN, HARAM HUKUMNYA ANAK-ANAK TIDAK BERPENDIDIKAN, HARAM HUKUMNYA MASYARAKAT TIDAK BERDAYA, JIKA TIDAK BUBARKAN PESANTREN RAKYAT !

Malang, 12, Agustus, 2017

Share to Communicate

PEMBUKAAN RUTINAN FATIHA,AN KAMIS PAHING MALAM JUM’AT PON DI PESANTREN RAKYAT AL-AMIN

20729361_1421078444673765_7981969945384014355_n

Kamis Pahing, Malam Jum’at Pon Perwakilan 17 Pesantren Rakyat yang ada di Malang Raya berkumpul mengikuti pembukaan Ritual Fatiha,an Pesantren Rakyat di Pesantren Rakyat Al-Amin. Kegiatan yang sudah di rencanakan hampir satu Tahun ini Alhamdulillah bisa terlaksana dengan lancar.
Fatiha,an ini salah satu panca rukun pesantren rakyat, yaitu: Jagong Maton, Ngaji Nglurug, Lumbung Pesantren Rakyat, Celengan Pesantren Rakyat dan Fatiha,an.
Dalam pembukaan ini ini dihadiri Ketua Fatiha,aan Kyai Abdurrahman Mubarok, Kyai Sholeh Sambigede dan Syayyid Abdullah Bafaqih Karangkates serta perwakilan-perwakilan dari pesantren rakyat yang lain.
20770355_1421078464673763_6166097088575006456_n

Kegiatan ini di mulai Pukul 22.00 selesai pukul 23.00, acara sangat-sangat sederhana, adapun susunanya adalah Pembukaan Oleh Ketua Fatiha,an Nasional, Kemudian dilanjut Tausyiah 10 menit oleh penggagas Pesantren Rakyat Nasional Kyai Sableng Abdullah Sam, di lanjut Fatiha,an di pimpin oleh Kyai Sholeh Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Ikhsan, dan terakhir do’a bergilir oleh Ustad-Ustad yang mau ikut berdoa secara bergantian.
Adapun porsi bacaan dalam Fatiha,an ini adalah Pertama Tawashul Kepada Para Nabi, Para Wali, Para Ulama’ Kyai, Para muslimin-muslimat, mu’minin-mu’minat dan malaikat muqorobin, kemudian Membaca Surat Al-Fatihah, istighfar, sholawat dan kalimah tauhid.
Fatihah,an ini di gagas oleh Penggagas Pesantren Rakyat Ust. Abdullah Sam dengan berbagai sejarah dan sanat-sanat yang melatarbelakangi, namun untuk rutinan Fatiha,an pertama kali di lakukan secara berjamaah di Pesantren Rakyat Al –Ikhsan Sambigede, tahun 2013 hasil musyawarah dengan ust. Abdullah Sam dengan Kyai Sholeh di Gedung PAUD lama pesantren Rakyat Al-Amin. Kemudian di pertemuan Nasional 2 di Pasca Sarjana UIN MALIKI Malang Batu di sepakati menjadi program nasional.
Selain rutinan 36 hari sekali di Pesantren Rakyat Al-Amin di setiap pesantren rakyat yang tersebar di Indonesia di harapkan mengadakan setiap seminggu sekali walau dalam jumlah jamaah yang sangat sedikit. Melalui dzikir ini harapanya apa yang di cita-citakan bersama selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT, dan semoga apa yang di cita-citakan pendiri bangsa Indonesia ini segera terwujud dengan izin Allah.
Di dalam gerakan Islam,gerakan ekonomi, gerakan pendidikan, gerakan sosial tidak cukup hanya pakai strategi, tidak cukup dengan modal banyak-banyakan masa, tidak dengan banyaknya modal uang, akan tetapi butuh dorongan doa karena doa adalah pedangnya orang mu’min. abd…Alfatihah

20728054_1421078554673754_8221269529624071185_n

Share to Communicate

Puisi Pesantren Rakyat Ala Prof. Abdul Haris Rektor UIN MALIKI Malang

20638731_1419342754847334_3787695472734062282_n

PESANTREN RAKYAT,
Dengan Pengembangan Masyarakat

Abdullah Sam kita.
Seorang kiyai sangat muda.
Telah berbuat banyak untuk bangsa.
Pemberdayaan masyarakat dengan posdaya.
Perangi kemiskinan dengan gaya desa.
Efektif dan bisa merata diterima dimana-mana.
Didukung oleh semua rakyat dan pemerintah.
Seluruh pejabat desa, polisi dan tentara.

Pesantren rakyat kini.
Pola dan paradigma terpilih.
Menjadi realisasi dari idealisasi.
Saling membantu diantara anak negeri.
Mengatasi problem dengan cara yang teliti.
Merangkul para tokoh terutama para kiyai.
Dengan cara memberi peran dan menghormati.
Bersama fokus untuk membasmi.
Kemiskinan struktural dan yang diwarisi.

Selamat.
Ibu Dr. Mufidah kita.
Mas Abdullah Sam yang mulia.
Telah berbakti untuk nusa dan bangsa.
Dengan pendekatan yang sangat Indah.
Partisipasi dan tanggungjawab bersama.
Membangun Indonesia dengan kembangkan desa.

Semoga saja.
Bisa dikembangkan di dunia.
Pesantren rakyat untuk manusia.

Sumber Pucung, 8 Agustus 2017
‘Abd Al Haris Al Muhasibi

Share to Communicate