SEKOLAH DASAR ISLAM INTEGRATIS PESANTREN RAKYAT AL-AMIN

20280438_1405709829543960_6740449120788300698_o

3 copy

SDI INTEGRATIF Merupakan Sekolah Dasar yang lahir dari kegelisahan yang mendalam dari liftik-liftik sekolahan yang menawarkan diri sebagai sekolah taraf internasional, yang ternyata hanya tarifnya yang menginternasional. Misalnya saja ada alumni sekolah Islam hebat ngajinya akan tetapi ketika di rumah tidak pernah adzan atau iqomat di mushola samping rumahnya, sekolahnya di lembaga agama tetapi tetangganya meninggal ya tetap sekolah, jika tidak masuk di anggap tidak tertib, begitu juga anak yang nilai IPA nya 9 tetapi tidak paham bedanya bayam dan sawi, kambing etawa dan kambing jawa, kemudian juga semakin jauh dengan potensi-potensi lokal yang seharusnya harus tetap di jaga.
Belajar di kelas baik, tetapi di SD Islam Integratif ini memahami semua tempat adalah Kelas, Semua Orang adalah Guru, semua Gejala alam dan Sosial adalah pelajaran. Untuk itu anak-anak di komunikasikan dengan tokoh-tokoh agama setempat, agar maghrib sampai usya tidak pulang dari Mushola setempat, karena empat poin nilai agama tidak di ambil dari hafalan sholat dan Al-Qur’an, teta[I di ambil dari siswa ikut pujian di mushola atau ikut iqomah adzan di lingkungan masing-masing.

4 copy

Ketiaka tetangga atau saudara di lingkunganya meninggal, sekolah mempersilahkan anak untuk ikut takziah orang tuanya dengan tetap berseragam sesuai harinya, sehingga Islam tidak hanya menajdi sebuah nilai yang hanya di pahami secara kognitif saja.
Hafalan Qur’an dengan metode menyenangkan, tanpa beben, tanpa paksaan di lakukan 1 jam di awal masuk, kemudian sholat duha, dan wajib sholat dhuhur berjamaah.
Anak anak kita buatkan puluhan laboratorium yang di sinergikan dengan potensi sumberdaya yang ada di lingkungan sekitar, ada kelas sapi, kelas, ikam, kelas, kambing, kelas, ayam, kelas sayur, kelas kantor, kelas, pertanian, kelas teknologi, kelas IT, kelas music modern, kelas music islami, music tridisional jawa ,kelas bahasa arab dan Inggris dan juga ada kelas bahasa jawa. Yang semuanya sudah tertata dengan rapi di lingkungan masing-masing.

18403153_1326874807427463_8036914481342286502_n

Untuk mewujudkan semua ini pihak Yayasan Pesantren Rakyat Al Amin tidak banyak mengeluarkan biaya, karena sinergi dengan semua tokoh di Lingkungan SDII dan Sinergi dengan Semua Potensi Yang sudah ada.
Walau kurikulumnya berkelas Internasional tetap Buaya yang sangat terjangkau misilnya saja dengan gedung yang bertingkat, fasilitas yang penuh tetap,, PENDAFTRAN GRATIS, UANG GEDUNG GERATIS, SERAGAM EMPAT SETEL GERATIS, INFAQ SEMACAM SPP DI TENTUKAN OLEH ORANG TUA SENDIRI, DAN ANDAIKATA ANAKNYAKEPINGIN MONDOK SEKALIAN JUGA MONDOKNYANYA MAKANYA JUGA GERATIS.

20507479_1413232852124991_6800323434395803166_o

SDII Pesanytren rakyat yang memiliki Jargon Merakyat dan Bermartabat, memang di desain sebagai Lembaga SD yang melampaui cita-cita masyarakat kebanyakan tetapi terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, yang selama ini telah banyak praktik home Industri Pendidikan, Industrialisasi Pendidikan, sehingga tidak mungkin orang miskin, orang pinggir, orang tidak punya bisa mengenyam pendidikan yang bermartabat. Maka SDII ini mencoba ikut menjawab jeritan hati bangsa Indonesia yang masih kurang beruntung dalam kehidupanya.
Sifatnya SDII adalah melengkapi lembaga-lembaga yang sudah ada, dan semoga 131 pesantren rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia ikut serta memdirikan lembaga yang merakyat tetapi tetap bermartabat, dan murah tapi tidak murahan.

20617213_1413232658791677_626328698063260907_o

Untuk tahun pertama kita targetkan minimat menerima siswa baru 15 siswa, akan tetapi Alhamdulillah sudah ada 16 siswa, dan memiliki 9 guru. Sebaran siswa juga sudah bagus, yaitu dari Ngawi 1 siswa, dari Irian Jaya 1 orang, Dari Kota Malang 1 Orang, dari Kepanjen 1 orang, dari sambigede 2 orang, dari karangkates 3 orang, sisanya dari desa Sumberpucung sendiri.
Kita punya jaminan anak kelas 1 semester awal sudah hafal waqiah, kelas 2 sudah menguasai doa dan praktik sholat lima waktu, kelas 3 sudah selesai Al-Quran. Sehingga kelas 4 tinggal menggembleng di bidang matematika, IPA,IPS dan materi-materi lain.
Di SDII Pesantren Rakyat seperti materi Musik Tradisional, bahasaJawa, Musik Islami, Musik Moderen, Sekolah Alam tidak menjadi Ekstrakurikuler, tetapi masuk Materi Wajib.
Dan Guru-Guru yang mengajar kita wajibkan menguasai minimal satu bahasa Asing. Untuk tahun ajaran 2018/2019 sudah ada yang inden 10 siswa,, target maksimal untuk tahun depan maksimal 28 siswa. Kita tidak mengadakan tes, siapa saja yang daftar duluan , berarti menghargai SDII Pesantren Rakyat,maka itu yang di terima, bagi SDII sekolah yang mengadakan TES hanya sekolah yang hanya minta enaknya saja. La terus di kemanakan mereka yang tidak lulus tes, padahal kecerdasan tulis dan wawancara tidak bisa mengalahkan ketentuan Allah SWT. Abd..Al Fatihah

Share to Communicate

RINTISAN PESANTREN RAKYAT “TRI MULYO JATI” JOGJAKARTA ASUHAN GURU BESAR UGM

20294051_1360049510782510_2348670174307867679_n

130 PESANTREN RAKYAT seluruh Indonesia akan tambah 1, yaitu Pesantren Rakyat “TRI MULYO JATI” yang berada di Legundi Kelurahan Giri Mulyo Panggang Gunung Kidul Jojakarta. Berawal dari saling Silaturahim antar Penggagas Pesantren Rakyat Abdullah Sam dan Prof. Koentjoro Soeparno baik secara tatap muka langsung atau lewak MEDSOS Facebook.
Profesor Yang Lama di Australia ini juga memiliki anak Mas Dewa ahli Nuklir yang sedang belajar di Luar Negeri juga, beliau adalah Profesor menantu Profesor Rektor UGM juga. Dari pertemuan tanggal Rabu, 02 Agustus 2017 di Pesantren Rakyat Al Amin ini membawa beberapa peogram dan gagasan-gagasan untuk mengembangkan masyarakat melalui pesantren dan di gabung dengan pemberdayaan.

20229061_1355940494526745_4627930486907523490_n

Beliau telah memiliki Ilmu yang sudah luar biasa bahkan juga menjadi Pembina di salah satu perguruan Luar Negeri dan telah merintis Pesantren, Destinasi pariwisata dan sebagainya. Profesor yang suka wayang dan memiliki ratusan keris ini, menyampaikan bahwa saya ini punya banyak tanah, bangunan dan dampingan, tetapi beliau ingin sinergi dengan Pesantren Rakyat agar Pesantren Rakyat selalu mengirim ustadz atau ustadzah yang bisa membantu mengajar di pesantren yang beliau rintis, sukur-sukur ada yang mau menetap disana. Disediakan tempat tinggal, motor, biaya hidup dan akan di arahkan sesuai kemauan dan kemampuanya untuk lebih berdaya.
Profesor Psikologi Sosial ini adalah Dosen Doktor Muhammad Mahpur Dekan Psikologi UIN MALIKI Malang di waktu S2 dan S3 di UGM yang juga Psikologi Sosial juga dan Penggagas Pesantren Rakyat kang Dullah Kyai Sableng adalah Bimbingan Doktor Mahpur waktu S1 di Fakultas Psikologi UIN Malang yang juga konsentrasinya Psikologi Sosial Juga. Jadi pertemuan tiga orang ini adalah kumpulan orang –orang Psikologi Sosial semua.
Dan Alhamdulillah, 7 jam dari diskusi jam 2 malam waktu Profesor Koentjoro masih di kerata arah Jogjakarta Abdullah Sam Penggagas Pesantren Rakyat sudah menemukan Kader yang siap akan mengabdi di Legundi Pesantren Tri Mulyo Jati Asuhan Prof. Koentjoro Soeparno yang sekaligus Sekretaris perkumpulan Guru Besar di UGM. Kebetulan ada santri sekaligus kader Ust. Abdullah Sam yang Bernama Ahmad Suhaimi yang baru lulus S1 dengan IP 3,81 jurusan PAI UIN Malang yang dapat beasiswa LPDP yang akan kuliah S2 di Jogjakarta juga.

20526191_1413132948801648_3110542205163976261_n

Mungkin inilah yang namanya sebuah keberkahan dari silaturahim yang selalau kita istiqomahkan, sehingga selalau sambung menyambung satu antar kebutuhan kolega yang satu dengan yang lain. Profesor Koentjoro Mempersilahkan Pesantrenya di jadikan Jejaring Pesantren Rakyat Juga.
Pesantren Rakyat Legundi Ini suda mengembangka risntisan wisata edukasi yaitu deAni Edupark, kemudian banjari juga sudah ada, gejlok lesung, mocopat, dan karawitan. Semoga gerakan Pesantren Rakyat semakin Masif, berkembang dan betul- betul menjadi jawaban dari setiap pertanyaan bangsa Indonesia..Amin..ASAM

Share to Communicate

PROF. KOENTJORO SOEPARNO NGOPI DI PESANTREN RAKYAT AL AMIN

20621862_1413133005468309_814528959394998607_n

Rabu, 02 Agustus 2017, Pesantren Rakyat, Pesantren Rakyat Al-Amin Di Ampiri Salah satu Guru Besar Universitas Gajah Mada Jogjakarta bersama Doktor Muhammad Mahpur Wakil Dekan Psikologi UIN MALIKI Malang.
Pukul 14.00 beliau datang naik Avanza warna hitam kemudian cipika cipiki dengan Kyai Rakyat Abdullah Sam selayaknya tamu Agung Yang Luar Biasa dan langsung sholat duhur di Mushola Pesantren Rakyat Al Amin.
Setelah sholat kemudian di awali ngorbol-ngobrol kecil, dengan sapaan hangat Kang Dullah, “Profesor Kerso Ngopi Nopo Mboten?”,, ‘LOo Saya ini penggemar Kopi, bahkan di rumah saya ada sekitar 20 jenis kopi’ jawab Prof. Koentjoro. Kemudian Kang Dullah yang juga pakar Kopi sekaligus punya usaha kopi bilang,, ‘wah cocok Prof,,,, saya juga lama usaha kopi,,,’ sambil memanggil Chandra adik kang Dullah,, “Mas-mas ambilkan bubuk merek Arjuna kalao tidak ada ya Tanaka,, buat oleh-oleh Prof’ lanjut Kang Dullah,,, sambil mempersilahkan beberapa hidangan di atas meja kotak, ada jeruk, melon dan getuk lindri.
Banyak ilmu hal yang di berikan Prof. Koentjoro Soeparno kepada sarasehan ala rakyat di balai rumah penggagas Pesantren Rakyat Se Indonesia ini di antaranya adalah ilmu-ilmu dari Ki Ageng Soeryo Mentaram, Kaweruh dari Sunan Kali Jogo sampai teori-teori barat modern, Konseling, Psikoedikasi dan Psikoterapi.

20479849_1413133198801623_5019788161452745376_n

Beliau juga menyampaikan jika kita ingin hidup dalam keluarga atau dalam kemasyaratan harus memiliki sikap “RAOS SAMI, GUYUB RUKUN DAN GOTONG ROYONG”. Ajaran Prof. Koentjoro Soeparno sendiri yaitu Konsep SMEPPPA (Senyum, Mendengarkan, Empati, Peka, Peduli, Pandai Memuji dan Memilih Kata Bijak dan Action). Jadi jika ingin sehat jasmani dan rohani dalam lingkungan keluarga, lembaga atau masyarakat kita baik mempraktikan teori beliau ini.
Namnya saja Jagong Maton hehehehe diskusinya ya bisa ngalor ngidul. Karena di tembok depan pengasuh Pesantren Rakyat Al Amin banyak wayang di pasang di atas tempat duduk, tiba-tiba Prof. koentjoro Supomo bertanya kepada Kang Dullah,,,,’ Wayang-wayang ini apa sudah di maknai Yi?’ ‘sudah beberapa Prof,’ Jawab Kang dullah,, “Malah saya sendiri ngambil figure Petruk Prof’ lanjut kang Dullah…. ‘karena petruk ini menurut saya salah satu wayang yang sederhana, dari negara wel geduwel beh putra raja Gondoruwo yang gegeran sama Gareng tidak ada yang menang dan kalah kemudian ketemu Ki Semar di angkat sebagai Anak dan Murid,’’’ cerita Kang Dullah,,,, dan sambil nyruput kopi,,, Profesor Koentjoro terlihat sangat menghargai,, kemudian di lanjut ceritanya oleh Kang Dullah,, “dan ”petruk ini dalam pewayangan apapun ketika perang tidak pernah kalah, karena kalau kalah sering sekali minta tolong orang sakti lain termasuk Mong mongan atau anak asuh dia yang bernama Wingsanggeni anak dari Janoko atau Arjuno”,,,,,, ‘Petruk ini pernah hidup di berbagai lapisan masyarakat, jadi rakyat biasa pernah, jadi ratu pernah, munggah kayangan marah-marah sama dewa-dewa pernah,, dan Petruk ini adalah sosok figure orang Zuhud,,,,, suka shodaqoh, suka member, suka menolong,, suka membela kebenaran dan sangat berani menghadapi siapapapun asalkan dalam posisi benar,,, untuk itu disebut “KANTONG BOLONG PETRUK”’… lanjut Ust. Abdullah Sam sang Kyai Sableng.
Kemudian Prof. Koentjoro menyampaikan,, kalao saya ini ‘SADEWO’,, Kata beliau dengan tegas,,’kenapa? Karena sadewo ini orang yang betul betul adil dalam mengambil keputusan,,, termasuk saya suka WINGSANGGENI’ lanjut Prof. Koen.

20525530_1413133168801626_4590081055582497124_n

Dengan semua ngambil piring, sambil makan kare ayam kampung yang sangat empuk,, cerita di lanjutkan dengan cerita konsepnya kehidupan ala Sunan Kali Jogo yaitu ‘SENENG GELEM’. Jadi menurut pemahaman penulis yang ikut nimbrung 5 Jam di Jagong Maton mulai jam 14.00 sampai jam 19.00 bahwa jika kita ingin sukses dalam mencapai suatu cita-cita harus SENANG kemudian MAU…. Ya memang sih,,, pekerjaan seberat apapun akan ringan jika di kerjakan dengan SENANAG,,,,….dan GELEM ATAU MAU,, orang sukses bukan hanya karena dia cerdas, akan tetapi dia ma uterus belajar, mau bangkit dari jatuh, mau berdiri dari duduk, mau belajar jika tidak bisa, mau ngambil resiko, mau bangkrut dan mencoba lagi untuk terus mencoba, maka mau ini menjadi syarat mutlak jika dalam konsep agama mungkin manjada wajadda……
Kemudian jalan jalan ke tempat PAUD, TK, Tanah yang akan di bangun SDII Pesantren Rakyat Al Amin, melihat wisata pemancingan, penyewaan perahu cadik, melihat kolah pembibitan ikan, melihat wisata seribu tumbuhan dan kolem renang anak-anak dan Profesor Koentjoro titip saran jadikanlah daerah ini wisata yang hubunganya dengan tumbuhan dan air karena tanahnya subur dan air melimpah.ASAM . Al Fatihah

Share to Communicate

PRESIDEN MAHASISWA UNISMA (Universitas Islam Malang) MENGAJAK KABINETNYA BELAJAR MERAKYAT DI PESANTREN RAKYAT

18451640_1331104937004450_6165932219247200433_o
18491484_1331418003639810_7912306163045000750_o

Darmawandi mahasiswa Fakultas Hukum UNISMA asal Banten bersama 7 teman-temanya yang sekaligus duduk di kabinet Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, berkunjung ke Pesantren Rakyat Al Amin yang berada di Desa Sumberpucung Kabupaten Malang.
Niat awal ke Pesantren Rakyat adalah karena setiap pergi ke warung Kopi di mana saja selalu mendengar tentang Pesantren Rakyat dan sekaligus sosok pendirinya yang sekaligus pendiri Koran Inspirasi Pendidikan yaitu Abdullah Sam (Kyai Sableng/ Rakyat) dari cerita ke cerita yang telah mengepung warung ke warung itu terus mengelitik banyak mahasiswa, kemudian terinspirasi dan langsung meluncur silaturahim nemui Pendiri Pesantren Rakyat langsung.
Di dalam diskusi yang nglantur ke sana kemari teman-teman banyak yang mengarah bagaimana membangkitkan ekonomi kerakyatan, strategi pembaerdayaan dan bagaimana implementasinya.
Ikut dalam diskusi ini di antaranya adalah Syamsul Arifin jurusan Ilmu Hukum, Muhammad Muhaimin asal Kasin Kota Malang, Erha dari Sampang Madura, Sena dari Gresik, Andreansyah Ahmad dari Lombok Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Ahmad Lutfi Munir Ketua Komisariat PMII Ibnu Sina Kabupaten Malang.
Di dalam diskusi ini Kang Dullah Panggilan akrab Kyai Sableng Abdullah Sam mengutarakan secuil-secuil tokoh-tokoh seperti Antonio Gramsci, Abdurrahman Addiba’I mendunia gara-gara nulis sholawat Diba’, jokowi jadi presiden melalui jadi tokoh lokal, perlawanan Pak Marhaen terhadap Belanda. Beliu bercerita bahwa tempat yang sederhana ini telah dikunjungi hampir 1000 kali dari berbagai tokoh intelektual, Gus, Kyai, Doktor Profesor, dan sebagainya.
Harapanya dalam pertemuan ini Kyai Sableng di harapakan dapat mengisi dan mengispirasi di kalangan mahasiswa yang ada di UNISMA, dengan tema “Bagaimana Nasib NKRI Tanpa Bintang Sembilan”. Di dalam diskusi ini Ust. Abdullah Sam menawarkan kepada tamu yang datang agar untuk merawat satu mushola, satu masjid, satu TPQ, Madin yang jumlahnya satu juta lebih, maka negara kita akan terjaga dengan baik, namun jangan hanya di ajari ngaji tetapi juga di berdayakan secara intelektualitas dan ekonomi, bayangkan di Indonesia ini ada 82.000 desa, jika masjidnya ada 1 juta dan di berdayakan, maka selesai dan makmurlah Indonesia.

Share to Communicate