Posadaya Pesantren Rakyat Semakin Mandiri Dengan “Jamu Tawon Klanceng” Dari Banyuwangi

Jamu jawa produksi Rogo Jampi Banyuwangi, harga bersahabat. pekerja keras merasa cocok, sehingga usaha baru anggota Posdaya Pesantren Rakyat ini sangat lancar
Modal Awal Rp. 300.000, sekarang sudah berani meminta 25 krat per kirim..dan dalam 2 hari sudah habis.
Bapak Paelan ini tidak hanya bisnis murni, tetapi juga ada unsur sosialnya, karena setiap 1 botol keuntungannya 500 di kasihkan Pesantren Rakyat. sebagai pemilik modal dan jaringan awal, dan dari sinilah salah satu sumber dana untuk operasional Pesantren Rakyat sehari-hari, selain Minyak Aroma terapi, tahu, naget tahu dll.
Untuk itu setiap santri Pesantren Rakyat yang kalong atau yang mukim tidak di tarik SPP sama sekali.

Bapak Paelan ini awalnya tukang ojek di stasiun Sumberpucung dan makelar motor, namun karena banyaknya Motor di masyarakat, sehingga penumpang kereta api banyak yang di jemput sepeda oleh keluarganya.

kemudian ada tawaran dari ust Abdullah usaha jamu ini, di modali sekalian dan jalan sampai sekarang. mugi manfaat

Share to Communicate

Pesantren Rakyat Mendirikan Usaha Baru “Green Mind” Untuk Memperkuat Perekonomian

Minyak Angin Aroma Terapi Non Al-Kohol, Aman Di Buat Sholat, Harga Lebih Murah Dari Pada Aroma Terapi Lain….

Saudara-Saudara Yang Berminat Memasarakan silahkan hubungi 081555634129…….

Melalui Teman Dekat, Tempat Cangkruan, Jamaah-jamaah, keuntungan 1,5 juta – 2,6  juta perbulan

Dari Usaha ini ada 30 orang yang ikut bergabung menjadi pekerja tetap dan pekerja free lance, tidak saja bapak -bapak yang ikut jualan, ibu-ibu  sambil ke pasar, tahlilan bisa menawar, mahasiswa, pengangguran hingga pelajar SD, SLTP dan SLTA pun bisa berpenghasilan sesuai kemampuannya.

Kenapa Aroma Terapi ini Laris Manis, Karena di samping harganya murah dari pada minyak angin aromaterapi lain, non alkohol, memiliki macam-macam aroma, sudah mengantongi ijin DINKES, Merek Resmi, barkot sudah, yang luar biasa lagi penjual juga senang karena mendapat keuntungan yang lumayan dan tidak banyak menyhita waktu.

di samping bisnis, usaha minyak aroma terapi ini juga membantu Pesantren Rakyat, karena sebagian keuntungannya untuk Pesantren. bahkan rekanan bisnis ust. Abdullah Sam, yaitu Ust. Yususf Muawiyah salah satu Ust. di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda Mergosono asuhan KH. Masduqi Mahfudz, berjanji jika usaha minyak ini terus berjalan lancar sebagian keuntungannya akan di sampaikan kepada beberapa Ust. PPSSNH.

Untuk itu kami semua berdoa semoga ujsaha santri ini mejadi lancar dengan ijin Allah SWT. sudah saatnya umat bangkit bersama santri

Share to Communicate

Terobosan Alternatif untuk Pemberdayaan Umat

terobosanHari Minggu lalu, di pagi yang masih gelap aku sudah pergi ke lokasi bina desa di wilayah Sumber Pucung, Malang, sebuah kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar. Aku sebenarnya ragu untuk datang ke tempat itu. Bagiku, membantu masyarakat apalagi terkenal miskin sama saja dengan membuang uang dengan percuma. Berkali-kali aku gagal dan kecewa dalam program pemberdayaan masyarakat yang ternyata dipenuhi dengan kebohongan. Aku pernah menitipkan puluhan ekor kambing tetapi ternyata para kambing itu raib tak berjejak. Begitu pula dengan modal usaha, dana bergulir milik umat yang ernah dipercayakan padaku habis digunakan untuk makan keseharian. Ah, rasanya aku tak percaya lagi dengan sikap memelas dan janji-janji kosong orang-orang tak mampu di setiap pencairan bantuan pinjaman tanpa bunga.

Tetapi, apa yang kulihat hari ini memunculkan harapan baru bagiku. Aku berharap apa yang kusaksikan langsung dari pagi hingga petang di kampung yang bersebelahan dengan sungai brantas itu benar-benar potret nyata warga yang punya semangat untuk maju. Dalam acara launching program pembibitan ternak dan tanaman organik, aku menemukan kesan bahwa seluruh komponen desa hingga kecamatan turut hadir dalam acara tersebut. Begitu pula antusias masyarakat untuk berbagi dan bergotong royong membangun desa begitu kentara. Bahkan, aku sempat terbelalak tatkala aku menyaksikan beberapa orang yang sebenarnya “kaya” namun cukup bangga hidup dalam rumah sederhananya berkenan mewakafkan satu hektar tanahnya untuk proyek pemberdayaan masyarakat di kampungnya. Mana mungkin bisa?

Setelah aku amati, ternyata sistem pemberdayaan di Sumber Pucung itu cukup unik. Beberapa pakar dan tokoh masyarakat berpadu dalam tim penggerak pembangunan. Sebagai contoh, ketika desa itu akan memprogramkan pemeliharaan kambing, para calon penggarap dikumpulkan terlebih dahulu dan diberi orientasi mental. Harapannya, kambing yang akan diserahkan akan dipelihara dengan baik dan tepat sasaran. Alhasil, hari ini ketika kambing-kambing itu diberikan, para pemelihara kambing yang ditunjukkan telah menyediakan kandang beserta pakannya dengan baik. Dari sini, aku mulai punya harapan bahwa masih ada sekelompok orang yang memang benar-benar ingin menjadi manusia yang jujur dan layak dipercaya.

Satu elemen yang tak ketinggalan dalam kesuksesan program ini adalah berdirinya sebuah pesantren berbasis masyarakat yang disebut dengan “Pesantren Rakyat”. Pesantren ini tidak mempunyai lokasi pondok seperti layaknya pesantren modern. Pesantren Rakyat ini diterjemahkan dengan kumpulan anggota masyarakat yang peduli terhadap pengembangan desanya dari beragam ilmu yang dimiliki. Sejumlah “ustad” bukanlah para kiyai yang pandai mengaji kitab kuning, namun merupakan tokoh-tokoh pemuda dengan beragam keahlian yang siap membantu masyarakat sesuai dengan bidang kelimuannya. Misalnya, ada “ustad” yang ahli di bidang budidaya ikan, maka anggota masyarakat muda yang menjadi “santri” harus mau “mengaji” kepada ustad tersebut. Begitu pula bila ada santri yang ingin mendalami pengetahuan tentang pembuatan tape ubi, mereka bisa mendatangi “kiyai” yang dipilih sebagai teladan pembuatan tape. Begitulah seterusnya sehingga seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama membagun desa demi terciptanya lingkungan yang sehat, maju, sejahtera lahir dan batin.

Nah, dari pengalaman hari ini, saya berkesimpulan, jika membantu masyarakat secara total, nampaknya perlu perencanaan yang matang dan kerjasama yang erat dengan berbagai pihak sehingga hasilnya nanti dapat dicapai secara memuaskan. Apabila tidak, bantuan keuangan sebesar apapun akan sirna begitu saja sesaat setelah para pemberi bantuan itu pergi. Ini malah menjadi sarana pelanggengan kemiskinan. Sayang sekali, bukan?

Sumber: http://blog.uin-malang.ac.id/sudirmanhasan/2011/02/22/pesantren-rakyat-terobosan-alternatif-untuk-pemberdayaan-umat/

Share to Communicate

Pesantren Rakyat Mamba’ul Jadid Gondanglegi

pada tanggal 29 juli 2012 kecamatan gondanglegi kehadiran tamu yakni dengan dideklarasikannya pesantren rakyat mamba’ul jadid yang diasuh oleh Ust. M. Syamsul Arifin yang terletak di sebuah desa kecil yakni Sumberjaya kecamatan Gondanglegi. dalam acara deklarasi itu dihadiri para pejabat desa mulai dari kepala desa (Haris M) sampai ketua RT/RW Sumberjaya. selain para pemuda warga sekitar, acara tersebut juga diprakarsai oleh teman-teman IN MALIKI Malang yang kebetulan semenjak tanggal 9 Juli 2012 melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sumberjaya yang kemudian juga dibentuk pengurus posdaya yang nantinya akan mejadi penguat pesantren dalam mendekati masyarakat.

sebenarnya pada tanggal 17 april 2012 pesantren rakyat ini sudah dilakukan kegiatan-kegiatan bimbingan belajar yang konsepnya tidak jauh beda dengan pesantren rakyat yang terletak di Sumberpucung (pesra pusat) dengan bantuan beberapa teman mulai dari tingkat mahasiswa yakni ust. Andik (Kalipare), Irfan F, Ach. Ismuaji (keduanya dari Sumbermanjing wetan) dan juga teman pemuda dari warga sekitar yakni Ust. Rizal Fahmi, ustd, Wulidaturrahmaniyah dan Iqbal Maulana yang ketiganya memberi bimbingan di bidang pelajaran umum yang tentunya dengan do’a restu tokoh masyarakat setempat yakni KH Fathullah Aliyuddin dan motivasi sang kiyai sekaligus pendiri pesantren rakyat al-amin sumberpucung.

hal tersebut dilakukan karena berdasarkan keresahan sang ustad Samsul (sapaan akrab Ust M. Syamsul Arifin) ketika melihat bahwa daerah gondanglegi merupakan tempat yang berpredikat pondok pesantren terbanyak semalang raya atau bahkan kecamatan s-jawa timur, namun terlepas dari hal itu kecamatan gondanglegi pernah berpredikat HIV-AID terbanyak se-Malang Raya, karena memang santri yang belajar di situ mayoritas berasal dari luar gondanglegi bahkan luar malang, Madura, Kalimantan, NTT, Sumatera, dan sebagian warga Malang. selain kendala minimnya pengetahuan umum yang disentuh ponpes juga terkait biaya yang kurang terjangkau bagi warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

atas dasar itulah pesantren rakyat mamba’ul jadid hadir di tengah-tengah masyarakat petani untuk menjawab hal itu, yakni dengan konsep bimbingan pelajaran umum dan pelajaran agama (diniyah) tentunya disertai tanpa bayar (gratis), “Les gratis bayar ngaji” ujar Syamsul..Syamsul Arifin

Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Thariq

Share to Communicate

SANTRI PESANTREN RAKYAT MASUK FINAL FESDACIL DI RADAR MALANG JAWA POS

lailatul Hidayah santri pesantren rakyat telah bertarung dengan da’i cilik se malang raya 350 peserta, alhamdulillah dapat masuk final,,,dapat mengalahkan utusan dari MIN 1 malang yang terkenal sekolahan favorit.

modal semangat, latihan dan latihan..tidak ada orang sukses yang terlatih tetapi berlatih….itu salah satu semboyan pesantren rakyat, dan ahirnya membuahkan hasil alhamdulillah..

tanggal 14 agustus 2012 pelaksanaan final, di PT. ACA depan Rumah sakit SA kota malang, mudah-mudahan menjadi juara 1, karena hadianya luar biasa yaitu umroh ke tanah suci.

tema pidato Lailatul Hidayah “Pentingnya memilih teman dalam membentuk Akhlak”.

ini adalah awal yang baik, mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi 14 pesantren rakyat yang lain..walau semua serba minimalis,, harus dapat mencapai hasil yang luarbiasa,,from zero to hero…

hal ini juga dapat menggugah semangat saudara2 kita yang di desa2,walau fasilitas kita sederhana, kita dapat bersaing dengan lembaga lain yang memiliki sarana lengkap.

di pesantren rakyat selain ini juga pernah membuktika, waktu kedatangan kelas mahasiswa ICP (international class program) fakultas syariah,,salah satu santri menerangkan Pesantren Rakyat dengan Bahasa Inggris.Abdullah Sam

Share to Communicate