Pengantar Buku “Ide Bebas”

AWALAN

Ide ini kami tulis dengan tidak sama sekali memegang atau mencontoh buku, betul-betul apa adanya dari “ide” yang mengendap dalam otak dan hati penulis, jika terdapat kesamaan bahasa dengan buku atau tulisan lain itu semata-mata hanya endapan ingatan yang tersisa di otak dan hati atau hanya untuk menjelaskan maksud “ide penulis” yang ingin disampaikan, walaupun ending-nya tmabah tidak jelas.

Tulisan ini dapat disebut juga suatu bentuk “inteluktualisasi pemikiran preman atau dekonstruksi pemikiran preman atau premanisme pemikiran” apapun pendapat tentang buku ini ya inilah seni pemikiran dengan utuh apa adanya. Permainan pikiran oleh permainan bahasa menjadi sebuah inspirasi tersendiri.

Penulisan “ide” ini jauh dari kaidah penulisan ilmiah. Penulis hanya ingin terbang melayang bersama asap rokoknya, dengan ide-ide bebas yang masih tersisa, dengan perangkat kemampuan intelektual dan bahasa yang sangat terbatas serta cawisan segelas kopi pahit pemelek mata. Continue reading

Share to Communicate

Banyak Kiai Berpolitik, Dijuluki Kiai Jangkrik

Pesantren rakyat mungkin masih asing di telinga. Namun, bagi warga Sumberpucung, Kabupaten Malang, nama itu sudah familiar. Sebuah pesantren yang didirikan oleh generasi muda NU yang prihatin melihat kondisi pesantren saat ini.

Wartawan KHOLID AMRULLAH

Tidak ada papan nama layaknya sebuah pesantren atau bangunan yang banyak biliknya untuk para santri. Begitu memasuki Pesantren Rakyat di RT 7/RW 1 Desa Sumberpucung, Kabupaten Malang, semua seperti kampung biasa.

Hanya sebuah ruangan yang kira-kira berukuran 4 x 6 meter dan seperangkat gamelan tertata rapi. Juga ada sejumlah wayang kulit. Lalu di lantai bawah tanah, terdapat beberapa komputer yang terkoneksi dengan internet.

Bangunan itu dijadikan pusat informasi. Sejumlah santri yang lebih tepat disebut teman Abdullah, terlihat sibuk menemani alumni UIN Maliki Malang ini. Tapi tidak setiap hari, karena hampir semua binaan Cak Dul, begitu Abdullah Sam disapa- punya kesibukan sendiri-sendiri sebagaimana orang kampung lainnya. Continue reading

Share to Communicate

Unek-Unek Rakyat

kegiatan perakAgama milik umat, bukan milik perseorangan atau milik organisasi tertentu. Begitu juga kebenaran, kebenaran milik Allah, Bukan milik perseorangan atau organisasi tertentu.

Sedangkan yang terjadi sekarang agama apapun semacam di privatisasi oleh orang tertentu atau organisasi tertentu, atau kebenaran bukan lagi milik Allah, akan tetapi sudah di privatisasi oleh orang tertentu dan golongan tertentu yang intinya untuk kepentingan Individu dan Kelompok. Apakah itu yang dinamakan Agama?

Share to Communicate

Sekilas Tentang Pesantren Rakyat

pesantren rakyat

pesantren rakyat

Di sebuah Desa yang berada di barat ibu kota Kabupaten Malang, tepatnya Desa Sumberpucung namanya, di situ masyarakatnya plural atau heterogen baik agamanya, pekerjaannya, budayanya dan kebiasaanya. Dalam Pengembangan Strategi Dakwah Islamiyah pada suatu hari ada anak rakyat “Cak Dul ” yang berfikir “bagaimana Dakwah Akhlaq Dan Aqidah Islamiyah ala Ahlussunnah Wal Jama’ah ini bisa Menembus Kalangan Yang Paling Hitam, Terpinggirkan, Ekonomi Lemah Dan Pendidikan Rendah” Yang Justru Sering Terlupakan.

Selama ini kita tahu pendidikan baik Formal atau Pesantren di rasa menakutkan karena beberapa syarat dan biaya yang cuckup rumit dan tinggi untuk kalangan orang awam, katakanlah dengan mahalnya biaya (kemungkinannya kecil anaknya orang tidak punya bisa mengenyam pendidikan mahal) sehingga potensi-potensi jiwa agamawan dan negarawan yang ada pada anak rakyat kecil tidak tersentuh dan tidak akan pernah ada perkembangan.

Padahal banyak mutiara-mutiara, Emas Permata Besar Yang Terpendam Di Kelurga-Kelurga Lemah yang selama ini Mengalami Jalan Buntu Dalam Menembus Ruang Kehidupan Yang Lebih Bermatabat, Ini Tugas Siapa?. Maka dari itu setelah mengalami beberapa uji coba pendekatan dan ulak-alik metode sejak Bulan Juli 1998, kemudian muncullah ide pendirian Pesantren Rakyat yang semua aktifitasnya ala rakyat yang kemudian kita bubuhi dengan nilai-nilai Ke-Islaman, Ke-Indonesiaan dan Kemanusiaan, maka Pada hari Rabu, 25 Juni 2008 berdirilah ide pendirian Pesantren Rakayat. Continue reading

Share to Communicate