Pesantren Rakyat Mamba’ul Jadid Gondanglegi

pada tanggal 29 juli 2012 kecamatan gondanglegi kehadiran tamu yakni dengan dideklarasikannya pesantren rakyat mamba’ul jadid yang diasuh oleh Ust. M. Syamsul Arifin yang terletak di sebuah desa kecil yakni Sumberjaya kecamatan Gondanglegi. dalam acara deklarasi itu dihadiri para pejabat desa mulai dari kepala desa (Haris M) sampai ketua RT/RW Sumberjaya. selain para pemuda warga sekitar, acara tersebut juga diprakarsai oleh teman-teman IN MALIKI Malang yang kebetulan semenjak tanggal 9 Juli 2012 melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sumberjaya yang kemudian juga dibentuk pengurus posdaya yang nantinya akan mejadi penguat pesantren dalam mendekati masyarakat.

sebenarnya pada tanggal 17 april 2012 pesantren rakyat ini sudah dilakukan kegiatan-kegiatan bimbingan belajar yang konsepnya tidak jauh beda dengan pesantren rakyat yang terletak di Sumberpucung (pesra pusat) dengan bantuan beberapa teman mulai dari tingkat mahasiswa yakni ust. Andik (Kalipare), Irfan F, Ach. Ismuaji (keduanya dari Sumbermanjing wetan) dan juga teman pemuda dari warga sekitar yakni Ust. Rizal Fahmi, ustd, Wulidaturrahmaniyah dan Iqbal Maulana yang ketiganya memberi bimbingan di bidang pelajaran umum yang tentunya dengan do’a restu tokoh masyarakat setempat yakni KH Fathullah Aliyuddin dan motivasi sang kiyai sekaligus pendiri pesantren rakyat al-amin sumberpucung.

hal tersebut dilakukan karena berdasarkan keresahan sang ustad Samsul (sapaan akrab Ust M. Syamsul Arifin) ketika melihat bahwa daerah gondanglegi merupakan tempat yang berpredikat pondok pesantren terbanyak semalang raya atau bahkan kecamatan s-jawa timur, namun terlepas dari hal itu kecamatan gondanglegi pernah berpredikat HIV-AID terbanyak se-Malang Raya, karena memang santri yang belajar di situ mayoritas berasal dari luar gondanglegi bahkan luar malang, Madura, Kalimantan, NTT, Sumatera, dan sebagian warga Malang. selain kendala minimnya pengetahuan umum yang disentuh ponpes juga terkait biaya yang kurang terjangkau bagi warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

atas dasar itulah pesantren rakyat mamba’ul jadid hadir di tengah-tengah masyarakat petani untuk menjawab hal itu, yakni dengan konsep bimbingan pelajaran umum dan pelajaran agama (diniyah) tentunya disertai tanpa bayar (gratis), “Les gratis bayar ngaji” ujar Syamsul..Syamsul Arifin

Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Thariq

Share to Communicate

SANTRI PESANTREN RAKYAT MASUK FINAL FESDACIL DI RADAR MALANG JAWA POS

lailatul Hidayah santri pesantren rakyat telah bertarung dengan da’i cilik se malang raya 350 peserta, alhamdulillah dapat masuk final,,,dapat mengalahkan utusan dari MIN 1 malang yang terkenal sekolahan favorit.

modal semangat, latihan dan latihan..tidak ada orang sukses yang terlatih tetapi berlatih….itu salah satu semboyan pesantren rakyat, dan ahirnya membuahkan hasil alhamdulillah..

tanggal 14 agustus 2012 pelaksanaan final, di PT. ACA depan Rumah sakit SA kota malang, mudah-mudahan menjadi juara 1, karena hadianya luar biasa yaitu umroh ke tanah suci.

tema pidato Lailatul Hidayah “Pentingnya memilih teman dalam membentuk Akhlak”.

ini adalah awal yang baik, mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi 14 pesantren rakyat yang lain..walau semua serba minimalis,, harus dapat mencapai hasil yang luarbiasa,,from zero to hero…

hal ini juga dapat menggugah semangat saudara2 kita yang di desa2,walau fasilitas kita sederhana, kita dapat bersaing dengan lembaga lain yang memiliki sarana lengkap.

di pesantren rakyat selain ini juga pernah membuktika, waktu kedatangan kelas mahasiswa ICP (international class program) fakultas syariah,,salah satu santri menerangkan Pesantren Rakyat dengan Bahasa Inggris.Abdullah Sam

Share to Communicate

PUTRI SALAH SATU PENDIRI JAMAAH JAGONG MATON PESANTREN RAKYAT MASUK PONDOK PESANTREN AL ISHLAHIYAH

putriJagong Maton (cangkruan) Pesantren Rakyat yang dilaksanakan setiap sabtu malam minggu, di unit-unit yang telah di sepakati oleh jamaah sebagai kelas, telah memiliki kiprah yang sangat luar biasa dalam rangka mengembangkan Posdaya Pesantren Rakyat. selain sebagai media konseling sosial, karena ada musik rakyat, terbang, gong, gitar, ketipung dan lain sebagainya. di dalam jagong maton ini juga ada istilah Guyon Pari Keno (gurauan berupa sindiran atau kritikan yang membangun). dari sinilah antar jamaah saling memberi masukan dengan cara gaya gurauan, tetapi karena kohesifitas diantara jamaah sudah kental, maka walau gurauannya agak nyelekit/pedas sehingga tidak menyinggung perasaan jamaah.

yang luar biasa lagi di dalam perkampungan pesantren rakyat ini dulu yang pertama kali ada anak mondok di pesantren adalah keluarga Ust. Abdullah Sam saja, namun sekarang di antara jamaah pesantren rakyat yang ikut Jagong Maton sudah ada yang positif akan memondokkan anaknya di pesantren Al Ishlahiyah Singosari, yaitu putri dari bapak Paelan yang bernama Mega Milanda I.U. Mega ini sudah memiliki bekal untuk melanjutkan ke pondok yang lebih baik, karena baca tulis Al-Qurannya juga bagus, Tajwidnya baik, bahasa arab dasar sudah pernah, nulis pego (arab jawa) juga sudah bisa. insya Allah tidak kesulitan lagi mengikuti pelajaran diniyah di pondok. Continue reading

Share to Communicate

Pesantren Rakyat Mewarnai Corak Posdaya

Dr. Mulyono D Prawiro

Dr. Mulyono D Prawiro

Oleh : Dr. Mulyono D Prawiro

Nama Pos Pemberdayaaan Keluarga atau Posdaya semakin hari semakin akrab di telinga kita, bukan hanya di kota-kota besar saja nama Posdaya menggema, tetapi sudah menjalar ke berbagai pelosok desa dan pedukuhan. Begitu juga di wilayah Kabupaten Malang, hampir seluruh penduduk desa di kabupaten itu telah akrab dengan Posdaya dan berbagai macam kegiatannya. Keberadaan Pesantren Rakyat ikut mewarnai corak Posdaya yang menjadi binaan Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang yang telah berhasil mengembangkan Posdaya berbasis pesantren. Ada banyak hal yang menarik yang bisa dijadikan contoh bagi pesantren-pesantren lain yang ingin membangun memberdayakan keluarga dan masyarakat, terutama dikaitan dengan pengembangan Posdaya berbasis pesantren. Menurut Ketua LPM UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Mufidah Ch, M.Ag, UIN sangat komit terhadap pemberdayaan keluarga dan masyarakat, perguruan tinggi ini ingin mengusung delapan sasaran Millennium Development Goals (MDGs) yang menjadi target pemerintah Indonesia dan dunia. Dalam upaya untuk meningkatkan Indek Pembangunan Manusia dan membantu pencapaian sasaran-sasaran MDGs tersebut, langkah-langkah nyata telah dilakukan dan terus dikembangkan oleh universitas Islam ini, utamanya oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat. Program andalan yang menjadi prioritasnya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan dan pengembangan Posdaya berbasis pesantren. Continue reading

Share to Communicate

Pengantar Buku “Ide Bebas”

AWALAN

Ide ini kami tulis dengan tidak sama sekali memegang atau mencontoh buku, betul-betul apa adanya dari “ide” yang mengendap dalam otak dan hati penulis, jika terdapat kesamaan bahasa dengan buku atau tulisan lain itu semata-mata hanya endapan ingatan yang tersisa di otak dan hati atau hanya untuk menjelaskan maksud “ide penulis” yang ingin disampaikan, walaupun ending-nya tmabah tidak jelas.

Tulisan ini dapat disebut juga suatu bentuk “inteluktualisasi pemikiran preman atau dekonstruksi pemikiran preman atau premanisme pemikiran” apapun pendapat tentang buku ini ya inilah seni pemikiran dengan utuh apa adanya. Permainan pikiran oleh permainan bahasa menjadi sebuah inspirasi tersendiri.

Penulisan “ide” ini jauh dari kaidah penulisan ilmiah. Penulis hanya ingin terbang melayang bersama asap rokoknya, dengan ide-ide bebas yang masih tersisa, dengan perangkat kemampuan intelektual dan bahasa yang sangat terbatas serta cawisan segelas kopi pahit pemelek mata. Continue reading

Share to Communicate