PUTRI SALAH SATU PENDIRI JAMAAH JAGONG MATON PESANTREN RAKYAT MASUK PONDOK PESANTREN AL ISHLAHIYAH

putriJagong Maton (cangkruan) Pesantren Rakyat yang dilaksanakan setiap sabtu malam minggu, di unit-unit yang telah di sepakati oleh jamaah sebagai kelas, telah memiliki kiprah yang sangat luar biasa dalam rangka mengembangkan Posdaya Pesantren Rakyat. selain sebagai media konseling sosial, karena ada musik rakyat, terbang, gong, gitar, ketipung dan lain sebagainya. di dalam jagong maton ini juga ada istilah Guyon Pari Keno (gurauan berupa sindiran atau kritikan yang membangun). dari sinilah antar jamaah saling memberi masukan dengan cara gaya gurauan, tetapi karena kohesifitas diantara jamaah sudah kental, maka walau gurauannya agak nyelekit/pedas sehingga tidak menyinggung perasaan jamaah.

yang luar biasa lagi di dalam perkampungan pesantren rakyat ini dulu yang pertama kali ada anak mondok di pesantren adalah keluarga Ust. Abdullah Sam saja, namun sekarang di antara jamaah pesantren rakyat yang ikut Jagong Maton sudah ada yang positif akan memondokkan anaknya di pesantren Al Ishlahiyah Singosari, yaitu putri dari bapak Paelan yang bernama Mega Milanda I.U. Mega ini sudah memiliki bekal untuk melanjutkan ke pondok yang lebih baik, karena baca tulis Al-Qurannya juga bagus, Tajwidnya baik, bahasa arab dasar sudah pernah, nulis pego (arab jawa) juga sudah bisa. insya Allah tidak kesulitan lagi mengikuti pelajaran diniyah di pondok. Continue reading

Share to Communicate

Pesantren Rakyat Mewarnai Corak Posdaya

Dr. Mulyono D Prawiro

Dr. Mulyono D Prawiro

Oleh : Dr. Mulyono D Prawiro

Nama Pos Pemberdayaaan Keluarga atau Posdaya semakin hari semakin akrab di telinga kita, bukan hanya di kota-kota besar saja nama Posdaya menggema, tetapi sudah menjalar ke berbagai pelosok desa dan pedukuhan. Begitu juga di wilayah Kabupaten Malang, hampir seluruh penduduk desa di kabupaten itu telah akrab dengan Posdaya dan berbagai macam kegiatannya. Keberadaan Pesantren Rakyat ikut mewarnai corak Posdaya yang menjadi binaan Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang yang telah berhasil mengembangkan Posdaya berbasis pesantren. Ada banyak hal yang menarik yang bisa dijadikan contoh bagi pesantren-pesantren lain yang ingin membangun memberdayakan keluarga dan masyarakat, terutama dikaitan dengan pengembangan Posdaya berbasis pesantren. Menurut Ketua LPM UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Mufidah Ch, M.Ag, UIN sangat komit terhadap pemberdayaan keluarga dan masyarakat, perguruan tinggi ini ingin mengusung delapan sasaran Millennium Development Goals (MDGs) yang menjadi target pemerintah Indonesia dan dunia. Dalam upaya untuk meningkatkan Indek Pembangunan Manusia dan membantu pencapaian sasaran-sasaran MDGs tersebut, langkah-langkah nyata telah dilakukan dan terus dikembangkan oleh universitas Islam ini, utamanya oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat. Program andalan yang menjadi prioritasnya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan dan pengembangan Posdaya berbasis pesantren. Continue reading

Share to Communicate

Pengantar Buku “Ide Bebas”

AWALAN

Ide ini kami tulis dengan tidak sama sekali memegang atau mencontoh buku, betul-betul apa adanya dari “ide” yang mengendap dalam otak dan hati penulis, jika terdapat kesamaan bahasa dengan buku atau tulisan lain itu semata-mata hanya endapan ingatan yang tersisa di otak dan hati atau hanya untuk menjelaskan maksud “ide penulis” yang ingin disampaikan, walaupun ending-nya tmabah tidak jelas.

Tulisan ini dapat disebut juga suatu bentuk “inteluktualisasi pemikiran preman atau dekonstruksi pemikiran preman atau premanisme pemikiran” apapun pendapat tentang buku ini ya inilah seni pemikiran dengan utuh apa adanya. Permainan pikiran oleh permainan bahasa menjadi sebuah inspirasi tersendiri.

Penulisan “ide” ini jauh dari kaidah penulisan ilmiah. Penulis hanya ingin terbang melayang bersama asap rokoknya, dengan ide-ide bebas yang masih tersisa, dengan perangkat kemampuan intelektual dan bahasa yang sangat terbatas serta cawisan segelas kopi pahit pemelek mata. Continue reading

Share to Communicate

Banyak Kiai Berpolitik, Dijuluki Kiai Jangkrik

Pesantren rakyat mungkin masih asing di telinga. Namun, bagi warga Sumberpucung, Kabupaten Malang, nama itu sudah familiar. Sebuah pesantren yang didirikan oleh generasi muda NU yang prihatin melihat kondisi pesantren saat ini.

Wartawan KHOLID AMRULLAH

Tidak ada papan nama layaknya sebuah pesantren atau bangunan yang banyak biliknya untuk para santri. Begitu memasuki Pesantren Rakyat di RT 7/RW 1 Desa Sumberpucung, Kabupaten Malang, semua seperti kampung biasa.

Hanya sebuah ruangan yang kira-kira berukuran 4 x 6 meter dan seperangkat gamelan tertata rapi. Juga ada sejumlah wayang kulit. Lalu di lantai bawah tanah, terdapat beberapa komputer yang terkoneksi dengan internet.

Bangunan itu dijadikan pusat informasi. Sejumlah santri yang lebih tepat disebut teman Abdullah, terlihat sibuk menemani alumni UIN Maliki Malang ini. Tapi tidak setiap hari, karena hampir semua binaan Cak Dul, begitu Abdullah Sam disapa- punya kesibukan sendiri-sendiri sebagaimana orang kampung lainnya. Continue reading

Share to Communicate

Unek-Unek Rakyat

kegiatan perakAgama milik umat, bukan milik perseorangan atau milik organisasi tertentu. Begitu juga kebenaran, kebenaran milik Allah, Bukan milik perseorangan atau organisasi tertentu.

Sedangkan yang terjadi sekarang agama apapun semacam di privatisasi oleh orang tertentu atau organisasi tertentu, atau kebenaran bukan lagi milik Allah, akan tetapi sudah di privatisasi oleh orang tertentu dan golongan tertentu yang intinya untuk kepentingan Individu dan Kelompok. Apakah itu yang dinamakan Agama?

Share to Communicate