PROF. KOENTJORO SOEPARNO NGOPI DI PESANTREN RAKYAT AL AMIN

20621862_1413133005468309_814528959394998607_n

Rabu, 02 Agustus 2017, Pesantren Rakyat, Pesantren Rakyat Al-Amin Di Ampiri Salah satu Guru Besar Universitas Gajah Mada Jogjakarta bersama Doktor Muhammad Mahpur Wakil Dekan Psikologi UIN MALIKI Malang.
Pukul 14.00 beliau datang naik Avanza warna hitam kemudian cipika cipiki dengan Kyai Rakyat Abdullah Sam selayaknya tamu Agung Yang Luar Biasa dan langsung sholat duhur di Mushola Pesantren Rakyat Al Amin.
Setelah sholat kemudian di awali ngorbol-ngobrol kecil, dengan sapaan hangat Kang Dullah, “Profesor Kerso Ngopi Nopo Mboten?”,, ‘LOo Saya ini penggemar Kopi, bahkan di rumah saya ada sekitar 20 jenis kopi’ jawab Prof. Koentjoro. Kemudian Kang Dullah yang juga pakar Kopi sekaligus punya usaha kopi bilang,, ‘wah cocok Prof,,,, saya juga lama usaha kopi,,,’ sambil memanggil Chandra adik kang Dullah,, “Mas-mas ambilkan bubuk merek Arjuna kalao tidak ada ya Tanaka,, buat oleh-oleh Prof’ lanjut Kang Dullah,,, sambil mempersilahkan beberapa hidangan di atas meja kotak, ada jeruk, melon dan getuk lindri.
Banyak ilmu hal yang di berikan Prof. Koentjoro Soeparno kepada sarasehan ala rakyat di balai rumah penggagas Pesantren Rakyat Se Indonesia ini di antaranya adalah ilmu-ilmu dari Ki Ageng Soeryo Mentaram, Kaweruh dari Sunan Kali Jogo sampai teori-teori barat modern, Konseling, Psikoedikasi dan Psikoterapi.

20479849_1413133198801623_5019788161452745376_n

Beliau juga menyampaikan jika kita ingin hidup dalam keluarga atau dalam kemasyaratan harus memiliki sikap “RAOS SAMI, GUYUB RUKUN DAN GOTONG ROYONG”. Ajaran Prof. Koentjoro Soeparno sendiri yaitu Konsep SMEPPPA (Senyum, Mendengarkan, Empati, Peka, Peduli, Pandai Memuji dan Memilih Kata Bijak dan Action). Jadi jika ingin sehat jasmani dan rohani dalam lingkungan keluarga, lembaga atau masyarakat kita baik mempraktikan teori beliau ini.
Namnya saja Jagong Maton hehehehe diskusinya ya bisa ngalor ngidul. Karena di tembok depan pengasuh Pesantren Rakyat Al Amin banyak wayang di pasang di atas tempat duduk, tiba-tiba Prof. koentjoro Supomo bertanya kepada Kang Dullah,,,,’ Wayang-wayang ini apa sudah di maknai Yi?’ ‘sudah beberapa Prof,’ Jawab Kang dullah,, “Malah saya sendiri ngambil figure Petruk Prof’ lanjut kang Dullah…. ‘karena petruk ini menurut saya salah satu wayang yang sederhana, dari negara wel geduwel beh putra raja Gondoruwo yang gegeran sama Gareng tidak ada yang menang dan kalah kemudian ketemu Ki Semar di angkat sebagai Anak dan Murid,’’’ cerita Kang Dullah,,,, dan sambil nyruput kopi,,, Profesor Koentjoro terlihat sangat menghargai,, kemudian di lanjut ceritanya oleh Kang Dullah,, “dan ”petruk ini dalam pewayangan apapun ketika perang tidak pernah kalah, karena kalau kalah sering sekali minta tolong orang sakti lain termasuk Mong mongan atau anak asuh dia yang bernama Wingsanggeni anak dari Janoko atau Arjuno”,,,,,, ‘Petruk ini pernah hidup di berbagai lapisan masyarakat, jadi rakyat biasa pernah, jadi ratu pernah, munggah kayangan marah-marah sama dewa-dewa pernah,, dan Petruk ini adalah sosok figure orang Zuhud,,,,, suka shodaqoh, suka member, suka menolong,, suka membela kebenaran dan sangat berani menghadapi siapapapun asalkan dalam posisi benar,,, untuk itu disebut “KANTONG BOLONG PETRUK”’… lanjut Ust. Abdullah Sam sang Kyai Sableng.
Kemudian Prof. Koentjoro menyampaikan,, kalao saya ini ‘SADEWO’,, Kata beliau dengan tegas,,’kenapa? Karena sadewo ini orang yang betul betul adil dalam mengambil keputusan,,, termasuk saya suka WINGSANGGENI’ lanjut Prof. Koen.

20525530_1413133168801626_4590081055582497124_n

Dengan semua ngambil piring, sambil makan kare ayam kampung yang sangat empuk,, cerita di lanjutkan dengan cerita konsepnya kehidupan ala Sunan Kali Jogo yaitu ‘SENENG GELEM’. Jadi menurut pemahaman penulis yang ikut nimbrung 5 Jam di Jagong Maton mulai jam 14.00 sampai jam 19.00 bahwa jika kita ingin sukses dalam mencapai suatu cita-cita harus SENANG kemudian MAU…. Ya memang sih,,, pekerjaan seberat apapun akan ringan jika di kerjakan dengan SENANAG,,,,….dan GELEM ATAU MAU,, orang sukses bukan hanya karena dia cerdas, akan tetapi dia ma uterus belajar, mau bangkit dari jatuh, mau berdiri dari duduk, mau belajar jika tidak bisa, mau ngambil resiko, mau bangkrut dan mencoba lagi untuk terus mencoba, maka mau ini menjadi syarat mutlak jika dalam konsep agama mungkin manjada wajadda……
Kemudian jalan jalan ke tempat PAUD, TK, Tanah yang akan di bangun SDII Pesantren Rakyat Al Amin, melihat wisata pemancingan, penyewaan perahu cadik, melihat kolah pembibitan ikan, melihat wisata seribu tumbuhan dan kolem renang anak-anak dan Profesor Koentjoro titip saran jadikanlah daerah ini wisata yang hubunganya dengan tumbuhan dan air karena tanahnya subur dan air melimpah.ASAM . Al Fatihah

Share to Communicate

PRESIDEN MAHASISWA UNISMA (Universitas Islam Malang) MENGAJAK KABINETNYA BELAJAR MERAKYAT DI PESANTREN RAKYAT

18451640_1331104937004450_6165932219247200433_o
18491484_1331418003639810_7912306163045000750_o

Darmawandi mahasiswa Fakultas Hukum UNISMA asal Banten bersama 7 teman-temanya yang sekaligus duduk di kabinet Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, berkunjung ke Pesantren Rakyat Al Amin yang berada di Desa Sumberpucung Kabupaten Malang.
Niat awal ke Pesantren Rakyat adalah karena setiap pergi ke warung Kopi di mana saja selalu mendengar tentang Pesantren Rakyat dan sekaligus sosok pendirinya yang sekaligus pendiri Koran Inspirasi Pendidikan yaitu Abdullah Sam (Kyai Sableng/ Rakyat) dari cerita ke cerita yang telah mengepung warung ke warung itu terus mengelitik banyak mahasiswa, kemudian terinspirasi dan langsung meluncur silaturahim nemui Pendiri Pesantren Rakyat langsung.
Di dalam diskusi yang nglantur ke sana kemari teman-teman banyak yang mengarah bagaimana membangkitkan ekonomi kerakyatan, strategi pembaerdayaan dan bagaimana implementasinya.
Ikut dalam diskusi ini di antaranya adalah Syamsul Arifin jurusan Ilmu Hukum, Muhammad Muhaimin asal Kasin Kota Malang, Erha dari Sampang Madura, Sena dari Gresik, Andreansyah Ahmad dari Lombok Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Ahmad Lutfi Munir Ketua Komisariat PMII Ibnu Sina Kabupaten Malang.
Di dalam diskusi ini Kang Dullah Panggilan akrab Kyai Sableng Abdullah Sam mengutarakan secuil-secuil tokoh-tokoh seperti Antonio Gramsci, Abdurrahman Addiba’I mendunia gara-gara nulis sholawat Diba’, jokowi jadi presiden melalui jadi tokoh lokal, perlawanan Pak Marhaen terhadap Belanda. Beliu bercerita bahwa tempat yang sederhana ini telah dikunjungi hampir 1000 kali dari berbagai tokoh intelektual, Gus, Kyai, Doktor Profesor, dan sebagainya.
Harapanya dalam pertemuan ini Kyai Sableng di harapakan dapat mengisi dan mengispirasi di kalangan mahasiswa yang ada di UNISMA, dengan tema “Bagaimana Nasib NKRI Tanpa Bintang Sembilan”. Di dalam diskusi ini Ust. Abdullah Sam menawarkan kepada tamu yang datang agar untuk merawat satu mushola, satu masjid, satu TPQ, Madin yang jumlahnya satu juta lebih, maka negara kita akan terjaga dengan baik, namun jangan hanya di ajari ngaji tetapi juga di berdayakan secara intelektualitas dan ekonomi, bayangkan di Indonesia ini ada 82.000 desa, jika masjidnya ada 1 juta dan di berdayakan, maka selesai dan makmurlah Indonesia.

Share to Communicate

KYAI SABLENG PESANTREN RAKYAT: KUASAI INFORMASI, GENGGAM DUNIA

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Teknologi tidak lagi sesuatu yang jauh di sana, tetapi derap langkah kita setiap saat sudah wajib bersinggungan dengan teknologi, paling tidak produk-produk dari hasil teknologi.
Untuk itu Pengasuh Pesantren Rakyat Al Amin Sumberpucung Kabupaten Malang selalu mewanti-wanti kepada semua santri dan jamaah nya agar melek teknologi. Terutama Teknologi Informasi, karena ada kalimat dari orang bijak ” siapa yang menguasai informasi dia yang akan menggenggam dunia”.
Cak Dul Atu Ust. Adullah Sam atau Gus Aab panggilan akrab di RMI, sudah y tahun mengelola website sendiri, di bantu adiknya Chandra, ilmu pengelolaan website ini di dapat dari teman kuliahnya Bambang Riadi asal Trenggalek, sekarang berdomisili di Desa Sambiresik Kediri. Bambang Riadi ini yang membuatkan websitenya pesantren rakyat yaitu www.pesantrenrakyat.com, pesantren rakyat bisa vital, gerakanya bisa ke mana-mana, di kunjungi dari berbagai kampus, pesantre-pesantren besar, pemerintah salah satunya adalah karena website, di samping karena LPPM UIN MALIKI Malang menjadi rekanan dalam hal pemberdayaan yaitu melalui Posdaya Masjid yang di Ketuai Oleh Dr. Hj. Mufidah Ch.
Kamis Malam Jum’at 16 Februari 2017 Kyai Sableng Abdullah Sam,panggilan panggung Gus Aab, melakukan ngaji nglurug ke Kediaman mantan pengelola NU Online yaitu Bambang Riadi yang sekaligus donatur IT pesantren rakyat.
Di sana disambut hangat, minum kopi, jajanan, buah-buahan di suguhkan, pukul 23.00 baru nyampe karena sempat di perjalanan di sasarkan oleh Mbah Google. Bicara panjang lebar tentang pesantren, pemberdayaan, sampai membahas inti dari kunjungan ke Kediri di antaranya adalah membahas website. Permintaan dari Kyai Sableng terhadap Bambang Riadi agar webnya di per bagus tampilanya, termasuk mengampaikan tentang permintaan dari Pengurus RMI NU Kabupaten Malang agar di bantu juga masalah perbaikan wesbsite RMI.
Karena sebelum berangkat sudah membuat status di FB, maka datanglah teman- teman lama ke tempat Bambang juga, di antaranya Sahabat Firdaus, Sahabat, Firdaus Tahu, Lutfi Munir, Endar dan Sahabat Cung Kholidi asal Probolinggo yang baru selesai menyelesaikan Tesisnya tentang Pesantren Rakyat.
Setelah larut malam semua di ajak ke Kota Kediri untuk makan malam di Pecel Jalan Doho. Sambil makan pecel tumpang melanjutkan diskusi dan menghasilkan beberapa poin, di antaranya adalah membahas rubrik website pasantren rakyat dan website RMI NU kab Malang, kemudian bersepakat akan mengkoordinasikan antar pesantren rakyat yang ada di Nganjuk dan Kediri yang di pegang oleh Cung Kholidi dan Bambang Riadi, membuat Donatur Receh untuk Kebutuhan Pesantren Rakyat, dan akan di adakan Bedah Tesis Tentang Pesantren Rakyat di Sumberpucung oleh Cung Kholidi. Inilah hasil Ngaji Nglurug malam itu. Semoga manfaat Alfatihah

Share to Communicate

PESANTREN RAKYAT MENGEMBANGAKAN ISLAM YANG MERANGKUL, BUKAN YANG MEMUKUL

Jpeg

Jpeg

Setiap pemikiran memiliki pengaruh dalam tindakan, Pesantren Rakyat, Pesantren yang aktivitas dan kurikulumnya ala rakyat.
Sesuai dengan definisinya pesantren rakyat setiap Malam Minggu, selain menginspirasi di setiap Mushola dan Masjid untuk mendirikan pesantren malam minggu, juga menghidupkan Karang Taruna, IPNU/ IPPNU setiap ranting dan PAC yang mati.
Melalaui kegiatan MAKESTA ( Masa Kesetiaan Anggota) yang di adakan PAC IPNU/IPPNU Sumberpucung, dimana hampir 80% adalah santri-santri Pesantren Rakyat dari Desa Karangkates, Sumberpucung, Jatiguwi, Sambigede, Senggreng, Teenyang dan ada juga peserta yang datang dari kecamatan luar Sumberpucung, seperti kalipare, Kepanjen, Turen, Ngajum.
Inilah pesantren rakyat, tidak boleh sekedar memikirkan interen pesantrennya, tetapi juga memiliki kwajiban mengidupkan aktifitas-aktifitas pemuda di mana-mana. Itulah pesantren rakyat yang di gagas oleh Cak Dullah (Ust. Abdullah Sam).
Setiap kegiatan yang dilaksanakan dengan cara moving, keliling ke Desa satu ke Desa yang lain, dari Masjid, Mushola, TPQ, Madin, Pesantren yang satu ke yang lain. Dengan harapan terjadi Dakwah Islamiyah di mana-mana tempat.
Kegiatan ini di hadiri, MWC NU, Ketua PAC ANSOR, Ketua LP Maarif, Banser dan Dari Pihak Kepolisian Sumberpucung.
Dari 100 peserta setiap Makesta, harapanya bisa muncul beberapa kader Islam ASWAJA, Islam yang menjaga NKRI, Islam Yang Ramah, Islam Yang Merangkul bukan Memukul, Islam Yang Mencintai bukan Islam yang membenci.
Kegiatan MAKESTA sabtu-Minggu ini dilaksanakan di Madrasah Diniyah Hasanuddin Desa Ternyang. Dan dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat setemoat luar biasa, sampai jam 02.00 malam masyarakat setempat masih ikut menunggu sambil ngoblor-ngobril ringan ala Jagong Maton Pesantren Rakyat…Alfatihah

Alfatihah

Jpeg

Jpeg

Share to Communicate