Pesantren Rakyat

Guru Besar UGM, Prof. Koentjoro Soeparno ‘Ngopi’ di Pesantren Rakyat Al-Amin

Tokoh

Pesantren Rakyat – Rabu, 02 Agustus 2017, Pesantren Rakyat, Pesantren Rakyat Al-Amin Di Ampiri Salah satu Guru Besar Universitas Gajah Mada Jogjakarta bersama Doktor Muhammad Mahpur Wakil Dekan Psikologi UIN MALIKI Malang.
Pukul 14.00 beliau datang naik Avanza warna hitam kemudian cipika cipiki dengan Kyai Rakyat Abdullah Sam selayaknya tamu Agung Yang Luar Biasa dan langsung sholat duhur di Mushola Pesantren Rakyat Al Amin.
Setelah sholat kemudian di awali ngorbol-ngobrol kecil, dengan sapaan hangat Kang Dullah, “Profesor Kerso Ngopi Nopo Mboten?”,, ‘LOo Saya ini penggemar Kopi, bahkan di rumah saya ada sekitar 20 jenis kopi’ jawab Prof. Koentjoro. Kemudian Kang Dullah yang juga pakar Kopi sekaligus punya usaha kopi bilang,, ‘wah cocok Prof,,,, saya juga lama usaha kopi,,,’ sambil memanggil Chandra adik kang Dullah,, “Mas-mas ambilkan bubuk merek Arjuna kalao tidak ada ya Tanaka,, buat oleh-oleh Prof’ lanjut Kang Dullah,,, sambil mempersilahkan beberapa hidangan di atas meja kotak, ada jeruk, melon dan getuk lindri.
Banyak ilmu hal yang di berikan Prof. Koentjoro Soeparno kepada sarasehan ala rakyat di balai rumah penggagas Pesantren Rakyat Se Indonesia ini di antaranya adalah ilmu-ilmu dari Ki Ageng Soeryo Mentaram, Kaweruh dari Sunan Kali Jogo sampai teori-teori barat modern, Konseling, Psikoedikasi dan Psikoterapi.

Beliau juga menyampaikan jika kita ingin hidup dalam keluarga atau dalam kemasyaratan harus memiliki sikap “RAOS SAMI, GUYUB RUKUN DAN GOTONG ROYONG”. Ajaran Prof. Koentjoro Soeparno sendiri yaitu Konsep SMEPPPA (Senyum, Mendengarkan, Empati, Peka, Peduli, Pandai Memuji dan Memilih Kata Bijak dan Action). Jadi jika ingin sehat jasmani dan rohani dalam lingkungan keluarga, lembaga atau masyarakat kita baik mempraktikan teori beliau ini.
Namnya saja Jagong Maton hehehehe diskusinya ya bisa ngalor ngidul. Karena di tembok depan pengasuh Pesantren Rakyat Al Amin banyak wayang di pasang di atas tempat duduk, tiba-tiba Prof. koentjoro Supomo bertanya kepada Kang Dullah,,,,’ Wayang-wayang ini apa sudah di maknai Yi?’ ‘sudah beberapa Prof,’ Jawab Kang dullah,, “Malah saya sendiri ngambil figure Petruk Prof’ lanjut kang Dullah…. ‘karena petruk ini menurut saya salah satu wayang yang sederhana, dari negara wel geduwel beh putra raja Gondoruwo yang gegeran sama Gareng tidak ada yang menang dan kalah kemudian ketemu Ki Semar di angkat sebagai Anak dan Murid,’’’ cerita Kang Dullah,,,, dan sambil nyruput kopi,,, Profesor Koentjoro terlihat sangat menghargai,, kemudian di lanjut ceritanya oleh Kang Dullah,, “dan ”petruk ini dalam pewayangan apapun ketika perang tidak pernah kalah, karena kalau kalah sering sekali minta tolong orang sakti lain termasuk Mong mongan atau anak asuh dia yang bernama Wingsanggeni anak dari Janoko atau Arjuno”,,,,,, ‘Petruk ini pernah hidup di berbagai lapisan masyarakat, jadi rakyat biasa pernah, jadi ratu pernah, munggah kayangan marah-marah sama dewa-dewa pernah,, dan Petruk ini adalah sosok figure orang Zuhud,,,,, suka shodaqoh, suka member, suka menolong,, suka membela kebenaran dan sangat berani menghadapi siapapapun asalkan dalam posisi benar,,, untuk itu disebut “KANTONG BOLONG PETRUK”’… lanjut Ust. Abdullah Sam sang Kyai Sableng.

Kemudian Prof. Koentjoro menyampaikan,, kalao saya ini ‘SADEWO’,, Kata beliau dengan tegas,,’kenapa? Karena sadewo ini orang yang betul betul adil dalam mengambil keputusan,,, termasuk saya suka WINGSANGGENI’ lanjut Prof. Koen.

Dengan semua ngambil piring, sambil makan kare ayam kampung yang sangat empuk,, cerita di lanjutkan dengan cerita konsepnya kehidupan ala Sunan Kali Jogo yaitu ‘SENENG GELEM’. Jadi menurut pemahaman penulis yang ikut nimbrung 5 Jam di Jagong Maton mulai jam 14.00 sampai jam 19.00 bahwa jika kita ingin sukses dalam mencapai suatu cita-cita harus SENANG kemudian MAU…. Ya memang sih,,, pekerjaan seberat apapun akan ringan jika di kerjakan dengan SENANAG,,,,….dan GELEM ATAU MAU,, orang sukses bukan hanya karena dia cerdas, akan tetapi dia ma uterus belajar, mau bangkit dari jatuh, mau berdiri dari duduk, mau belajar jika tidak bisa, mau ngambil resiko, mau bangkrut dan mencoba lagi untuk terus mencoba, maka mau ini menjadi syarat mutlak jika dalam konsep agama mungkin manjada wajadda……
Kemudian jalan jalan ke tempat PAUD, TK, Tanah yang akan di bangun SDII Pesantren Rakyat Al Amin, melihat wisata pemancingan, penyewaan perahu cadik, melihat kolah pembibitan ikan, melihat wisata seribu tumbuhan dan kolem renang anak-anak dan Profesor Koentjoro titip saran jadikanlah daerah ini wisata yang hubunganya dengan tumbuhan dan air karena tanahnya subur dan air melimpah.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

34 views