Pesantren Rakyat

Zainul Hakim: Mengenal Pesantren Rakyat dengan Pendekatan yang Sederhana

Pemberdayaan

Pesantren Rakyat – Mungkin Sudah tidak asing lagi sekarang bila kita mendengar Nama Pesantren Rakyat, yang pertama kali digagas mulai Th 1998, oleh seorang pemuda dikala itu, beliau adalah Kyai Abdullah Sam dengan penampilanya yang sederhana ala Rakyat, sifatnya yang humoris, pergaulannya yang tidak pilah-pilih membuat beliau disukai banyak orang dari berbagai kalangan dan memudahkanya dalam berdakwah keislaman dan kenegarawanan konsep Pesantren Rakyat ini bisa dibilang sangatlah sederhana dan mudah diterima dikalangan Rakyat, dengan kurikulum ala Rakyat, ngaji ala rakyat, pendidikan ala rakyat, manejemen ala rakyat, pakaian alarakyat dan dalam berbagai aspek kehidupan ala rakyat, cuman ditumpangi dengan nilai-nilai keislaman sesuai dengan ajaran Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan ulama’ terdahulu baik dalam tatanan Syariat, Tharekat, Hakikat, atau Ma’rifatnya.

Berawal dari Kyai Abdullah Sam pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin Sumberpucung Kab. Malang dengan pendekatan yang sederhana terhadap masyarakat, mudah di terima dan juga menyentuh terhadap masyarakat bagian bawah sekalipun dengan pemberdayaan masyarakat dengan Posdaya .

Pergerakan Pesantren Rakyat bisa dibilang sangat cepat seakan kapas terhembus angin, dilihat dari Prestasinya dalam Pemberdayaan Masyarakat dengan Posdaya-nya yang mendapat penghargaan Posdaya terbaik Nasional, dan cabang Pesantren Rakyat yang sudah mencapai 130 lebih di Indonesia, dan banyak hal-hal lain menunjukan bahwa Pesantren Rakyat adalah gagasan dan trobosan ide baru yang sangatlah berlian untuk menyikapi kondisi negara kita.

Prestasi yang telah dicapai oleh sosok Kyai Abdullah Sam dengan Pesantren Rakyatnya tidak datang secara tiba-tiba, pengorbanan yang beliau haturkan untuk Agama dan Negara bukan hanya pemikiran semata, melainkan dengan segenap jiwa dan raga sehingga tidak heran orang yang mengikuti dan menyaksikan langsung jalan perjuangan beliau Menangis menyaksikan Pengorbananya yang jarang kita saksikan di zaman sekarang karna pengalaman pribadi saya pula termasuk orang yang menyaksikanya langsung sehingga saya tidak memiliki keraguan sedikitpun Terhadap Pesantren Rakyat dan penggagasnya .

Dari 130 lebih cabang Pesantren Rakyat ada Pesantren Rakyat yang terletak di Kab.Malang bagin timur tepatnya di RT 27, RW 07, Dsn. Sumbergentong Kulon, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, yang Mulai berdiri tahun 2016 yaitu Pesantren Rakyat Zainul Ulum, yang sudah mulai bergerak dan membawa sedikit perubahan, meski pendirinya sukanya Jagongan, Ngopi, Rokok’an, yang ilmunya tidak seberapa, pintarnya sedikit dan bodohnya banyak ya siapa lagi kalau bukan saya sendiri yaitu Zainul Hakim (nama lengkap), Zain atau Hakim (nama panggilan).

Sedikit bercerita mengenai awalmula saya mendirikan Pesantren Rakyat, saya sangat kebingungan dan penuh tanda tanya, bagaimana pergerakan Pesantren Rakyat? Langkah awal apa yang harus diambil? dan banyak pertanyaan lainya yang saya tanyakan pada Kyai Adullah Sam sampai beliau sendiri berkata “males jawab takontok.” ( malas jawab tanya-tanya terus).

Karena hampir setiap hari bertanya, baik secara langsung atau melalui telefon, sms, dll. Saat itu saya berfikir Pesantren Rakyat itu didirikan oleh orang-orang yang pintar atau alim, metodenya sangat rumit. Tapi setelah saya mengenal Pesantren Rakyat lama dengan sambil mendirikan saya baru sadar orang bodoh seperti saya juga bisa mendirikan Pesantren Rakyat, dan juga bisa menyimpulkan bahwa Pesantren Rakyat pergerakannya tidak dibatasi, pokoknya baik dan bermanfaat bagi masyarakat intinya disana. Setelah saya fikir-fikir yang membuat ribet mempertanyakan Pesantren Rakyat, Ya..saya sendiri persoalan mudah dipersulit, persoalan sulit dipermudah jadinya kacau.

Terimakasih tidak lupa saya sampaikan kepada Kyai Abdullah Sam yang telah memberi pengetahuan, mengarahkan, mebimbing, dan menyadarkan, bahwa saya juga harus melihat dan memper hatikan Masyarakat sekeliling baik dalam segi agama, pendidikan, ekonomi. Dengan tulisannya yang Tegas dan membuat agak merinding membacanya, dan membuktikan bahwa mendirikan pesantren rakyat bukanlah main-main atau punya kepentingan pribadi.

Kata-kata dari Kyai Abdullah Sam yang membangkitkan semangat :

DIMANA ADA PESANTREN RAKYAT, HARAM HUKUMNYA ORANG MISKIN KELAPARAN, HARAM HUKUMNYA ANAK-ANAK TIDAK BERPENDIDIKAN, HARAM HUKUMNYA MASYARAKAT TIDAK BERDAYA, JIKA TIDAK BUBARKAN PESANTREN RAKYAT!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

53 views